STATUS PERIKANAN LOBSTER (Panulirus spp.) DI PERAIRAN KABUPATEN CILACAP

Arif Mahdiana, Laurensia SP

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status perikanan lobster (Panulirus spp.) di perairan Cilacap khususnya yang ditangkap dengan Gill Net.
Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey, yaitu dengan cara observasi dan wawancara serta model analisis yang digunakan secara deskriptif
Status perikanan lobster dibagi menjadi tiga status yaitu status social nelayan, status ekonomi lobster dan juga status biologi lobster. Nelayan lobster rata-rata tidak lulus SD/SMP,dan hanya beberapa yang lulus SMA/ STM, dengan umur para nelayan lobster rata-rata berkisar antara 20-45 tahun, dan pengalaman sebagai nelayan lobster rata-rata berkisar antara 4 bulan sampai 35 tahun. Kenaikan rata-rata nilai produksi tahunan hasil tangkapan dari tahun 2005-2009 mencapai 0,12% dan kenaikan rata-rata produksi perikanan lobster yang dilelang dari tahun 2005-2009 mencapai 293,08%. Berdasarkan analisis R/C ratio diperoleh keuntungan 12,88 kali biaya yang dikeluarkan. Jenis lobster yang diperoleh adalah lobster hijau pasir (Panulirus versicolor), lobster mutiara (Panulirus ornatus), dan lobster bambu (Panulirus polyphagus) dengan nilai sex rasio adalah 0,48. Jumlah lobster jantan 52,38 % dari,sedangkan jumlah lobster betina adalah 47,62 %.
Tingkat kesejahteraan nelayan lobster di Cilacap masih tergolong rendah dan sex rasio lobster diperairan Cilacap masih dalam keadaan seimbang.

Kata Kunci : Status perikanan lobster, Kondisi Sosial, Kondisi Ekonomi dan Kondisi Biologi

References


Astuti, T.M. 2006. Pola Distribusi dan Penanganan Udang Hasil Tangkapan yang di daratkan di PPSC. Skripsi. Program Sarjana Perikanan dan Kelautan. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Djuhriansyah. 1999. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume ekspor Udang Beku, Kalimantan Timur. FRONTIR, Nomor 24.

Febrianti, L. 2000. Pengaruh Umpan Pikatan Kulit Hewan (Kulit Sapi dan Kulit Kambing) terhadap Hasil Tangkapan Menggunakan Krendet dan Tingkah Laku Mencari Makan Udang Karang (Lobster) di Perairan Baron Kabupaten Gunung Kidul daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kadafi, M., R. Widaningroem., Soeparno. 2006. Aspek biologi dan potensi lestari sumberdaya lobster (Panulirus spp.) di perairan pantai Kecamatan ayah Kabupaten Kebumen. Journal of fisheries Science.

Manadiyanto., Sastrawidjaja., Achmad, A. 2002. Pola Pemasaran Udang laut (Penaeid) di Tuban, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia.

Mayasari, D., Asriyanto., Agus Suherman. 2005. Study Pengembangan Perikanan Cucut di Cilacap. Progam Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Universitas Diponegoro, Semarang.

Moosa, M.K., Aswandi. 1984. Udang karang (Panulirus spp.) dari perairan indonesia. Proyek Studi Potensi Sumberdaya Alam Indonesia, Studi Potensi Sumberdaya Ikan. Lembaga Oseanologi Nasional, LIPI, Jakarta.

Naamin, N., et al. 1991. Petunjuk Teknis Pengelolaan Perairan Laut dan Pantai Bagi Pembangunan Perikanan. Seri Pengembangan Hasil Penelitian Perikanan No. PHP/KAN/PT.19/1991. Puslitbang Perikanan Jakarta.

Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. 2009. Statistik Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap 2009. Direktorat Jenderal Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan, Cilacap.

Subani, W., H.B. Borus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan udang laut di Indonesia. Ed. Khusus Jurnal Penelitian Perikanan Laut. BPPL. Dept Pertanian Jakarta.


Full Text: ##PDF##

ISSN: 1410-94255