ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI SERAYU KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS

Teguh Marhendi, Imtinan Khoirunissa

Abstract


Daerah Irigasi Serayu berada di bawah pengelolaan Perwakilan Balai Wilayah Tajum, Balai PSDA Serayu Citanduy Dinas PSDA Propinsi Jawa Tengah. Daerah Irigasi Serayu terletak di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah irigasi ini memiliki total daerah cakupan pengairan lebih kurang 210 km2 yang terbentang di 3 Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan sebagian wilayah Kabupaten Kebumen. Pada tahun 2019 lalu, kebutuhan air irigasi serayu direncanakan sudah cukup memenuhi kebutuhan. Namun pada hasilnya masih terdapat kekurangan yang disebabkan karena adanya perbaikan-perbaikan saluran yang membuat faktor kehilangan air menjadi tinggi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan air irigasi di daerah irigasi Serayu di Kecamatan Sumpiuh dengan acuan Pola Tanam tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kebutuhan air irigasi saluran sekunder sumpiuh hasil perhitungan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan November periode II yaitu 423,14 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT III bulan Juni periode 1 yaitu 146,82 lt/dt. Lalu kebutuhan air irigasi saluran sekunder sumpiuh di lapangan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan Oktober periode II dan MT III bulan September periode II yaitu 267,00 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT II bulan April periode 1 yaitu 136,00 lt/dt. Pada kebutuhan air irigasi saluran sekunder selandaka hasil perhitungan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan November periode II yaitu 13,66 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT III bulan Juni periode 1 yaitu 39,36 lt/dt. Lalu kebutuhan air irigasi saluran sekunder sumpiuh di lapangan, angka terbesarnya ada pada MT I bulan Oktober periode II dan MT III bulan September periode II yaitu 25,00 lt/dt sedangkan angka terkecilnya di MT II bulan Maret periode 1 yaitu 8,00 lt/dt.


References


[1] Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, 2016, Luas Lahan Sawah Menurut Jenis Pengairan.

[2] Teguh Marhendi, Ali Imron, 2020, Model Angkutan Sedimen untuk Analisis Peningkatan Sedimen di Hulu Bendung Gerak Serayu, Jurnal Techno Vol 21 No 1, April 2020.

[3] Priyonugroho, Anton, 2014, Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang).

[4] Purwanto, dkk, 2010, Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Bendung Mrican1.

[5] Kurniawan, Kuat Iqlas, 2011, Bendung Gerak Serayu.

[6] Website: Https://Junaidawally.Blogspot.Com/2013/09/Kebutuhan-Air-Irigasi.Html. Diakses Pada: 27 Februari 2020

[7] Google Maps, 2020

[8] Sudjarwadi, 1990, Teori dan Praktek Irigasi. Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik. UGM. Yogyakarta.

[9] Direktorat Jenderal Pengairan, 1986, Standar Perencanaan Irigasi (KP. 01-05). Departemen Pekerjaan Umum. CV. Galang Persada, Bandung

[10] Ulya, 2019, Pengertian Sistem Irigasi Pertanian Menurut Pakar. Website: Https://Ulyadays.Com/Irigasi/

[11] Ismu Tribowo, 2014, Pengembangan Dan Implementasi Teknologi Irigasi Hemat Air. LIPI

[12] Nurdianza, A., 2011, Pengujian Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Untuk Tanaman Strawberri (Fragaria Vesca L). Universitas Hasanuddin, Makassar

[13] Pradana, Yudha Adi, 2017, Pola Tanam. Website: http://bbplm-jakarta.kemendesa.go.id/view/detil/205/pola-tanam. Diakses pada: 12 April 2020

[14] Arsyad, Sitanala, 1989, Konservasi Tanah dan Air. Penerbit IPB Press. Bogor

[15] Kartasapoetra, A.G., Mul. Mulyani., dan F. Pollein, 1990, Teknologi Pengairan Pertanian (Irigasi). Bumi Aksara. Jakarta.

[16] Suroso, Nugroho, dan Pasrah Pamuji, 2006, Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Banjaran Untuk Meningkatkan Efektifitas Dan Efisiensi Pengelolaan Air Irigasi. Digital Collection UPT Perpustakaan UNSOED. Universitas Jenderal Soedirman.

[17] Balai PSDA Serayu Citanduy, 2020, Peta Jaringan irigasi Daerah Irigasi Serayu


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/civeng.v2i2.11056

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

ISSN: 2774-8413