KAJIAN STRUKTUR RUANG PADA ZONA BERPOTENSI LONGSOR DI DESA BINANGUN KECAMATAN BANYUMAS

Amris Azizi, M. Agus Salim Al Fathoni

Abstract


Kajian struktur ruang zona berpotensi longsor merupakan kajian terhadap struktur ruang pada wilayah dengan kondisi terrain dan geologi yang sangat peka terhadap gangguan luar, baik bersifat alami maupun karena aktivitas manusia sebagai faktor pemicu gerakan tanah, sehingga berpotensi longsor. Pentingnya kajian struktur ruang adalah sebagai upaya antisipasi kemungkinan terjadinya longsor, dapat mencegah atau memperkecil kemungkinan terjadinya longsor, dan meminimalkan kerugian yang terjadi akibat bencana longsor, baik korban jiwa maupun materi, melalui penataan ruang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur ruang kawasan atau zona berpotensi longsor di Desa Binangun Kecamatan Banyumas. Struktur ruang yang sudah terbentuk apakah ada kesesuaian dengan peraturan tata ruang atau kebijakan tata ruang yang ada. Analisis dilakukan dengan membandingkan kesesuaian data primer dan sekunder dengan peraturan atau kebijakan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ruang Desa Binangun terbentuk secara alami. Masyarakat membangun permukiman tanpa mempertimbangkan fungsi lahan. Permukiman dibangun secara sporadis dengan memotong lereng dengan kemiringan yang cukup curam. Kondisi ini menambah tingkat kerawanan terhadap bahaya longsor. Pemanfaatan lahan di Desa Binangun untuk permukiman belum diatur secara tegas dalam RTRW Kabupaten Banyumas. Sistem prasarana yang lain sudah tersedia namun perlu pengembangan, terutama sistem prasarana dan sarana transportasi, sumberdaya air, dan prasarana lainnya.


References


[1] Azizi, A., et.al. 2012. Kajian Potensi Kelongsoran Lereng di Desa Binangun Kecamatan Banyumas, Laporan Penelitian Hibah Program Studi, LPPM, UMP, Purwokerto.

[2] Azizi, A., dan M.A. Salim. 2013. Analisis Kestabilan Lereng Kawasan Bencana Tanah Longsor di Desa Binangun Kecamatan Banyumas, Laporan Penelitian Hibah Program Studi, LPPM. UMP, Purwokerto.

[3] Bupati Banyumas. 2011. Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 10 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banyumas Tahun 2011-2031. Pemerintah Kabupaten Banyumas, Purwokerto

[4] Dardak, A.H. 2006. Kebijakan Penataan Ruang Dalam Pengelolaan Kawasan Rawan Bencana Longsor. Makalah dalam Lokakarya “Penataan Ruang Sebagai Wahana Untuk Meminimalkan Potensi Kejadian Bencana Longsor”, Jakarta.

[5] Departemen Pekerjaan Umum. 2007. Pedoman Teknik Analisis Aspek Fisik dan Lingkungan, Ekonomi, Serta Sosial Budaya Dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang. Direktorat Jenderal Penataan Ruang. Jakarta

[6] Departemen Pekerjaan Umum. 2008. Modul Terapan Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Direktorat Jenderal Penataan Ruang. Jakarta

[7] Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Banyumas. 2009. Laporan Akhir Pemetaan Daerah Rawan Bencana Gerakan Tanah di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Banyumas, Purwokerto.

[8] Suryolelono, K.B., 2003, Bencana Alam Tanah Longsor Perspektif Ilmu Geoteknik, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Pada Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/civeng.v2i2.11058

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

ISSN: 2774-8413