HUMAN, CHANGE AND URBANIZATION: RURAL COMMUNITIES DYNAMICS AS SOCIO-CULTURAL AND ECONOMIC RESOURCES

Sriyanto Sriyanto

Abstract


Interaction between rural and urban generates a contradiction in economic, cultural, social, political and even symbols oflifestyle of rural communitieswhich perceive them as a cynical society.The development of information and technology has made an impact onshifting the rural community to modernity and transform the societythrough the elements of social resources. The increasing complexity of life has affected rural and urban interaction, human need to adjust to the advanced demands of life through means of education, socio-cultural, economics and technology. These aspects intensifythe interaction between the rural and the urban through the gravity of each region. Gravity model is used to enhance the role of each region to improve the socio-cultural and economic resources

Keywords


gravity; interaction; rural; urban

References


Bintarto. (1977).Pengantar Geografi Kota. Yogyakarta: UP Spring.

Bintarto, & Surastopo H. (1982). Metode Analisa Geografi. Jakarta: LP3ES.

Bintarto, R. (1989).Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Dove, Michael R., (Penyunting). (1985).Peranan Kebudayaan Tradisional Indonesia Dalam Modernisasi, Terjemahan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Echols John M.; Shadily Hassan. (1990).Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Eldridge, H.T. (1956).The Process of Urbanizition, in J.J. Spengler and O.D. Duncan Leds, Demographic Analisys. Glencoe: Free Press.

Geertz, Clifford. (1992).Kebudayaan & Agama, Terjemahan Fracisco Budi Hardiman. Yogyakarta: Kanisius.

Haggett, Peter. (1970).Locational Analisys in Human Geography. London: Edward Arnold.

Hauser, Philip M., dan Gardner, Robert W. (1985). Masa Depan Perkotaan: Perkembangan Sampai Saat ini dan Arah Perkembangan Masa Depan, dalam Philip M. Hauser, et.al., Penduduk dan Masa Depan Perkotaan, Studi Kasus di Beberapa Daerah Perkotaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kartodirdjo, Sartono, 1994, Kebudayaan Pembanungan Dalam Perspektif Sejarah, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Koentjaraningrat. (1985).Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Laquian, Aprodicio A. (1985).Masalah dan Peralatan Dalam Perencanaan Kota, dalam Philip M. Hauser, et.al., Penduduk dan Masa Depan Perkotaan, Studi Kasus di Beberapa Daerah Perkotaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Partanto Pius A.; al Barry M. Dahlan. (1994). Kamus Ilmiah Populer. Surabay: Arkola.

Rex, John. (1985).Analisa Sistem Sosial, Terjemahan drs. Sahat Simamora. Jakarta: Bina Aksara

Salas, Rafael M. (1985)Pendahuluan, dalam Philip M. Hauser, et.al., Penduduk dan Masa Depan Perkotaan, Studi Kasus di Beberapa Daerah Perkotaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sriyanto, (2012). Kerusuhan Tasikmalaya 1996: Perilaku Kolektif Masyarakat Agraris dalam Perspektif Sosial-Ekonomi, dalam Prosiding Internasional Seminar Social Movement in Historical Perspective, 16 Februari 2012, hlm. 22 – 34.

Supardan, Dadang. (2008).Pengantar Ilmu Sosial, Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta: Bumi Aksara.


Full Text: FULLTEXT PDF

DOI: 10.30595/dinamika.v6i1.899

Copyright (c) 2016 DINAMIKA (Jurnal Pendidikan Dasar)

ISSN: 2655-870X