DAMPAK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN TERHADAP AIR TANAH DI WILAYAH YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA

Suhadi Purwantara

Abstract


Pertambahan jumlah penduduk berakibat pada pertambahan permukiman. Permukiman di wilayah perkotaan telah padat, termasuk banyak berdiri gedung-gedung perhotelan yang membutuhkan suplai air berlimpah. Kebutuhan air, terutama air tanah sulit dihindari. Permukiman tidak dapat dihentikan, maka sasaran berikutnya adalah lahan yang ada di luar perkotaan. Sebagian wilayah di luar perkotaan merupakan wilayah resapan. Wilayah utara perkotaan Yogyakarta, yaitu wilayah Kabupaten Sleman merupakan wilayah resapan yang bagus untuk menyuplai air tanah di wilayah Sleman itu sendiri maupun perkotaan Yogyakarta, dan bahkan wilayah Kabupaten Bantul.
Perluasan lahan permukiman yang seakan-akan sulit terkendali berdampak pada menyempitnya lahan peresapan air hujan. Berbagai dampak telah muncul, seperti kekeringan di wilayah perkotaan karena banyak sumur semakin dalam permukaan airnya. Dibutuhkan segera ada tindakan untuk konservasi air tanah di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya untuk menghindari krisis air berkepanjangan.

Kata Kunci: Permukiman, Air Tanah, Resapan

References


Chay Asdak, 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Indarto 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Fetter, C.W. 2001. Applied Hydrogeology. New Jersey: Prentice Hall Inc.

Jayadinata, Johara T, 1999, Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan Perkotaan dan Wilayah, Bandung, Penerbit: ITB.

Kemristek Jumat 16 Februari 2007. Kilas Opini : Penanganan Banjir Dan Kekeringan Dengan Waduk Resapan. diunduh http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=1617

Kompas 5 April 2011. Tiap tahun Luas Sawah di Sleman Menyusut.

Koestoer RH, 1997, Perspektif Lingkungan Desa Kota, Teori dan Kasus, Jakarta, Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Kusnaedi, 2011. Sumur Resapan untuk Pemukiman Perkotaan dan Pedesaan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Linsley, R.K., Kohler M.A. and Paulus J.L.A. 1996. Hidrologi untuk Insinyur. Jakarta: Erlangga

Media Indonesia 4 September 2014.Hotel sedot Air Tanah Jatah Warga.

NetNews. 5-7 siswa Hanyut Akibat Banjir Bandang di Yogyakarta. Diunduh dari http://www.veoh.com/watch/yapi-UorNZ_mGTlI?h1=NET5+- +7+Siswa+Hanyut+Akibat+Banjir+Bandang+di+Jogja

Republika, 26 November 2013. Setiap Tahun Lahan Pertanian Sleman Susut 100 Ha.

Soefaat (et al), 1997, Kamus Tata Ruang, Direktorat Jenderal Cipta karya dep. PU.

Seiler, K.P, and Gat, J.R., 2007. Groundwater Recharge From Run-off, Infiltration and Percolation. The Netherlands: Springer.

Setyawan Purnama, 2010. Hidrologi Air Tanah. Yogyakarta: Kanisius

SLHD DIY, 2012. Diunduh dari http://blh.jogjaprov.go.id/slhd-provinsi-diy/RKPD

Tempo, 19 Desember 2013. 50 Ribu Jiwa di Yogyakarta Terancam Banjir. diunduh dari http://www.tempo.co/read/news/2013/12/19/058538562/50-Ribu-Jiwa-di-Yogyakarta-Terancam-Banjir.

Todd, David Keith dan Mayes, 2005. Groundwater Hydrology. New York: McGraw-Hill.

Tribune 6 Agustus 2014. Warga Miliran Yogya Mandi Tanah Gara-gara Sumur Kering.

Bara News, 21 September 2014. Industri Hotel Membuat Air Tanah di Yogyakarta Turun.

Harian Jogja 21 September 2014: Air di Jogja Setiap Tahun Turun 30 Centimeter, Ini Penyebabnya.


Full Text: ##PDF##

ISSN: 2550-1321