KOMPARASI TEKNIK ORDINARY KRIGING DAN SPLINE DALAM PEMBENTUKAN DEM (STUDI DATA TITIK TINGGI KOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH)

Anang Widhi Nirwansyah

Abstract


Penggunaan sistem informasi geografi khususnya fungsi geostatistik menjadi kajian interdisipliner antara geografi dengan ilmu matematika statistik. Interpolasi adalah suatu metode atau fungsi matematika yang menduga nilai pada lokasi-lokasi yang datanya tidak tersedia. Dalam konteks pemetaan, interpolasi merupakan proses estimasi nilai pada wilayah-wilayah yang tidak disampel atau diukur untuk keperluan penyusunan peta atau sebaran nilai pada seluruh wilayah. Pembuatan model ketinggian dijital (DEM) dengan metode ordinary kriging dan spline memberikan perbedaan nilai rentan sebesar 2,776390. Selain itu perbedaan nilai maksimal sebesar 0,95015 dan nilai minimal sebesar 1,7861492. Perhitungan perbedaan nilai kedua model tersebut menunjukkan hasil yang sama pada peta kelerengan yang dihasilkan dengan nilai pixel yang sama pada keduanya. Hasil anlisis perbedaan keduanya menunjukkan angka nilai “0” yang artinya produk peta kelerengan yang dihasilkan tidak menunjukkan perbedaan. Dari nilai kemiringan lereng yang dibuat dengan menggunakan 3d Analyst dalam ArcGIS dihasilkan nilai terendah sebesar 0.000054781o dan nilai tertinggi sebesar 0.897505462o yang artinya kedua peta kemiringan lereng yang dihasilkan adalah sama.

Kata kunci :Komparasi, Data Ketinggian Dijital, Ordinary Kriging, Spline

References


Alfiana, Anantia Nur (2010) Metode Ordinary Kriging pada Geostatistika. 2010. Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNY. Yogyakarta

Anderson, S. (2002). An evaluation of spatial interpolation methods on air temperature in Phoenix, AZ. Department of Geography, Arizona State University Tempe, 85287-0104.

Binh, T. Q., & Thuy, N. T. (2008). Assessment of the influence of interpolation techniques on the accuracy of digital elevation model. VNU Journal of Science, Earth Sciences, 24, 176-183.

Burrough P.A. and McDonnell R.A. (1998): Principles of Geographical Information systems Oxford University press, New York, 333p. (diunduh dari : http://dds.cepal.org/infancia/guide-to-estimating-child-poverty/bibliografia /capitulo-IV/Burrough%20Peter%20A%20y%20McDonnell%20Rachael% 20A%20(1998)%20Principles%20of%20geographical%20information%20 systems.pdf

Demerkisen, A.C.; Evrendilek, F.; Berberoglu, S.; dan Killie, S. 2006. “Coastal flood risk analysis using landsat-7 etm+ imagery and srtm dem: a case study of Izmir, Turkey”. Environmental Monitoring and Assessment, 131(1-3), 293-300.

Hadi, B. S. (2013). Metode Interpolasi Spasial Dalam Studi Geografi (Ulasan Singkat dan Contoh Aplikasinya). Jurnal Geomedia, Volume 11 No. 2.

Kresch, D.L.; Mastin, M.C. dan Olsen, T.D. 2002. Fifty-Year Flood-Inundation Maps for Olanchito, Honduras. Tacoma, Washington, USA, US Geological Survey.

Marfai , M.A,, Mardiatno. D, Cahyadi. A, Nucifera. F, Prihatno. H (2013) Pemodelan Spasial Bahaya Banjir Rob Berdasarkan Skenario Perubahan Iklim dan Dampaknya di Pesisir Pekalongan. Bumi Lestari Journal of Environment Vol 13, No 2.

Prahasta, Eddy (2008) Model Permukaan Dijital: Pengolahan Data DTM dan DEM dengan Perangkat Lunak Surfer, Globalmapper dan Quickgrid. Bandung : Informatika.

Suprajitno Munadi. (2005). Pengantar Geostatistik. Jakarta: Universitas Indonesia.

Tika, Pabundu (1997) Metode Penelitian Geografi. PT. Bumi Aksara


Full Text: ##PDF##

ISSN: 2550-1321