Hubungan Usia dan Berat Badan Dengan Ukuran Lingkar Penis Anak Menggunakan O-Meter: Sirkumsisi Metode Klem

Dewi Karita, Muhammad Fadhol Romdhoni

Abstract


Latar belakang:

Sirkumsisi atau khitan atau sunat adalah prosedur yang biasa dilakukan dalam operasi. Prosedur ini sama tuanya dengan peradaban manusia, dimulai pada abad pertengahan. Sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia disunat. Di AS, rata-rata satu juta bayi laki-laki yang baru lahir disunat setiap tahunnya. Tingkat sunat di AS setinggi 70%, sementara di Inggris itu adalah 6%. Di Nigeria, tingkat sunat diperkirakan 87%. Di Indonesia usia yang paling sering adalah 5-12 tahun. Banyak metode sirkumsisi yang digunakan saat ini, salah satunya dengan metode klem.

Metode:

Metode dari penelitian ini adalah retrospektif menggunakan rekam medis selama periode 1 desember – 31 desember 2017 dan diperoleh data sebanyak 57 sampel. Sampel merupakan pasien yang telah dilakukan tindakan sirkumsisi menggunakan metode klem merk Mahdian Klem.

Hasil dan Kesimpulan:

Lingkar penis dipengaruhi oleh usia dengan nilai signifikansi 0,038 (p<0,05) dan juga dipengaruhi oleh berat badan dengan nilai signifikasi 0,042 (p<0,05) sehingga disimpulkan bahwa ukuran lingkar penis dipengaruhi oleh usia dan berat badan yaitu semakin bertambah usia maka ukuran lingkar penis semakin besar, begitu pula dengan berat badan, semakin bertambah berat badan maka ukuran lingkar penis semakin besar.

Diskusi:

Ukuran lingkar penis semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia dan berat badan. Tingkat keberhasilan sunat menggunakan metode klem (plastibell) tanpa komplikasi tercatat sebanyak 196 kasus (80,00%) sedangkan 49 kasus (20,00%) mengalami komplikasi. Waktu penyembuhan luka rata-rata 25,5 ± 4,6 hari serta tidak menemukan adanya deformitas penis atau komplikasi jangka panjang lainnya. Sunat tidak mempengaruhi dorongan seksual atau ejakulasi berdasarkan skor persediaan fungsi seksual pria singkat.

Latar belakang:

Sirkumsisi atau khitan atau sunat adalah prosedur yang biasa dilakukan dalam operasi. Prosedur ini sama tuanya dengan peradaban manusia, dimulai pada abad pertengahan. Sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia disunat. Di AS, rata-rata satu juta bayi laki-laki yang baru lahir disunat setiap tahunnya. Tingkat sunat di AS setinggi 70%, sementara di Inggris itu adalah 6%. Di Nigeria, tingkat sunat diperkirakan 87%. Di Indonesia usia yang paling sering adalah 5-12 tahun. Banyak metode sirkumsisi yang digunakan saat ini, salah satunya dengan metode klem.

Metode:

Metode dari penelitian ini adalah retrospektif menggunakan rekam medis selama periode 1 desember – 31 desember 2017 dan diperoleh data sebanyak 57 sampel. Sampel merupakan pasien yang telah dilakukan tindakan sirkumsisi menggunakan metode klem merk Mahdian Klem.

Hasil dan Kesimpulan:

Lingkar penis dipengaruhi oleh usia dengan nilai signifikansi 0,038 (p<0,05) dan juga dipengaruhi oleh berat badan dengan nilai signifikasi 0,042 (p<0,05) sehingga disimpulkan bahwa ukuran lingkar penis dipengaruhi oleh usia dan berat badan yaitu semakin bertambah usia maka ukuran lingkar penis semakin besar, begitu pula dengan berat badan, semakin bertambah berat badan maka ukuran lingkar penis semakin besar.

Diskusi:

Ukuran lingkar penis semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia dan berat badan. Tingkat keberhasilan sunat menggunakan metode klem (plastibell) tanpa komplikasi tercatat sebanyak 196 kasus (80,00%) sedangkan 49 kasus (20,00%) mengalami komplikasi. Waktu penyembuhan luka rata-rata 25,5 ± 4,6 hari serta tidak menemukan adanya deformitas penis atau komplikasi jangka panjang lainnya. Sunat tidak mempengaruhi dorongan seksual atau ejakulasi berdasarkan skor persediaan fungsi seksual pria singkat.

References


Lukong C. Circumcision Controversies and Prospects. J Surg Tech Case R. 2011;3(2):65–6.

Abdulwahab-Ahmed A, Mungadi I. Techniques of male circumcision. J Surg Tech Case Rep [Internet]. 2013;5(1):1. Available from: http://www.jstcr.org/text.asp?2013/5/1/1/118588

Jimoh BM, Odunayo IS, Chinwe I, Akinfolarin OO, Oluwafemi A, Olusanmi EJ. Plastibell circumcision of 2,276 male infants: A multi-centre study. Pan Afr Med J. 2016;23:1–8.

Mulia YA, Anda P, Adiputra T, Denpasar PS. Teknik Guillotine Dan Gomco Clamp Pada Sirkumsisi Guillotine and Gomco Clamp Technique on Circumcision. :1–18.

Anwer AW, Samad L, Iftikhar S, Baig-Ansari N. Reported Male Circumcision Practices in a Muslim-Majority Setting. Biomed Res Int. 2017;2017.

World Health Organization/Joint United Nations Programme on HIV/AIDS. New Data on Male Circumcision and HIV Prevention : Policy and Programme Implications. WHO/UNAIDS Tech Consult Male Circumcision HIV Prev Res Implic Policy Program Montreux Conclusions Recomm. 2007;(March):1–10.

Drain PK, Halperin DT, Hughes JP, Klausner JD, Bailey RC. Male circumcision , religion , and infectious diseases : an ecologic analysis of 118 developing countries. 2006;10:1–10.

World Health Organization. Neonatal and child male circumcision: a global review. Unaids [Internet]. 2010;1–108. Available from: http://www.who.int/hiv/pub/malecircumcision/neonatal_child_MC_UNAIDS.pdf

Tomova A, Deepinder F, Robeva R, Lalabonova H, Kumanov P, Agarwal A. Growth and Development of Male External Genitalia A Cross-sectional Study of 6200 Males Aged 0 to 19 Years. Arch Pediatr Adolesc Med [Internet]. 2010;164(12):1152–7. Available from: http://ccf.org/reproductiveresearchcenter/docs/agradoc391.pdf

Lee JH, Ji YH, Lee SK, Hwang HH, Ryu DS, Kim KS, et al. Change in penile length in children: Preliminary study. Korean J Urol. 2012;53(12):870–4.

Bhat A, Upadhyay R, Bhat M, Sabharwal K, Singla M, Kumar V. Penile anthropometry in North Indian children. Indian J Urol [Internet]. 2015;31(2):106–10. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4397544/

Akin Y, Ercan O, Telatar B, Tarhan F. Penile size in term newborn infants. Turk J Pediatr. 2011;53(3):301–7.

Senel FM, Demirelli M, Misirlioglu F, Sezgin T. Adult Male Circumcision Performed with Plastic Clamp Technique in Turkey. Urol J [Internet]. 2012;9(4):700–5. Available from: http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=a9h&AN=84952279&site=ehost-live

Mousavi SA, Salehifar E. Circumcision complications associated with the Plastibell device and conventional dissection surgery: a trial of 586 infants of ages up to 12 months. Adv Urol. 2008;2008(January):606123.

Moosa FA, Khan FW, Rao MH. Comparison of complications of circumcision by “plastibell device technique” in male neonates and infants. J Pak Med Assoc. 2010;60(8):664–7.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/hmj.v1i1.2479

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2620-567X