PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PAJAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI Salmonella sp. DAN Shigella sp. PADA JAJANAN PEDAGANG KAKI LIMA DI LINGKUNGAN KAMPUS 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Yulis Setiawati, Mustika Ratnaningsih Purbowati, Maria Ulfa

Abstract


Latar belakang: Foodborne disease merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh bakteri. Data BPOM RI (2015) menyebutkan di Indonesia pada tahun 2014 didapatkan data Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat keracunan pangan dimana Salmonella sp. dan Shigella sp. merupakan bakteri patogen terbanyak penyebab keracunan makanan dan penyebab kematian. Data BPOM RI (2017) periode bulan januari-maret 2017 mengungkapkan bahwa penyebab keracunan pangan di Indonesia masih didominasi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL). Pertumbuhan dan kematian bakteri di dalam bahan makanan salah satunya dipengaruhi oleh waktu dan suhu. Waktu dan suhu merupakan parameter kritis untuk menilai laju pertumbuhan mikroorganisme. Identifikasi bakteri dengan menumbuhkan pada media selektif dapat dilakukan untuk mengetahui apakah jajanan tersebut terkontaminasi bakteri Salmonella sp. dan Shigella sp.

 

Tujuan: Mengetahui pengaruh perbedaan waktu pajan terhadap jumlah bakteri Salmonella sp. dan Shigella sp. pada jajanan pedagang kaki lima di lingkungan kampus I Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

 

Metode: Penelitian non experimental analitik observasional dengan rancangan cross-sectional  yang melibatkan 34 sampel jajanan, analisa uji T berpasangan.

 

Hasil: Tidak ditemukan koloni Salmonella sp. pada jajanan dengan waktu pajan ≤ 2 jam sedangkan Shigella sp. ditemukan total koloni 17 CFU/ml. Total koloni Salmonella sp. dengan waktu pajan > 2 jam adalah 72 CFU/ml dan total koloni Shigella sp. adalah 96 CFU/ml.

 

Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh perbedaan (P > 0.05) waktu pajan terhadap jumlah bakteri Salmonella sp. dan Shigella sp. (P value – 0.62 ) pada jajanan pedagang kaki lima di lingkungan kampus 1 Universitas Muhammadiyah Purwokerto. 1 sampel positif Salmonella sp. dengan jumlah koloni 52 CFU/ml dan 2 sampel positif Shigella sp. dengan jumlah koloni 76 CFU/ml dan 10 CFU/ml, jumlah tersebut diatas batas aman dan dapat menimbulkan risiko penularan penyakit lewat makanan apabila terkonsumsi oleh manusia.

 


References


BPOM RI 2008: Pengujian Mikrobiologi Pangan. Badan POM RI. 9 (2), 1–9.

Alert, C. D. (2009). Monthly Newsletter of National Centre for Disease Control. Directorate General of Health Services, Government of India December 13.4.

CDC. (2014). Surveillance for Foodborne Disease Outbreaks United States,(2014): Annual Report. Cdc. 24.

Percivalle, E., Monzillo, V., Pauletto, A., Marone, P., et al. (2016). Colistin inhibits E. coli O157:H7 Shiga-like toxin release, binds endotoxins and protects Vero cells. New Microbiologica. [Online] 39 (2): 119–123. Available from: doi:10.1371/journal.pmed.1001923

WHO. (2015).WHO’s first ever global estimates of foodborne diseases find children under 5 account for almost one third of deaths. [Online]. 2015. Available from:URL: http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2015/foodborne-diseaseestimates/en/ [Accessed: 5 July 2017].

Gould, L.H., Walsh, K. A., Vieira, A.R., Herman, K., et al. (2013). Surveillance for foodborne disease outbreaks - United States, 1998-2008. Morbidity and mortality weekly report. Surveillance summaries (Washington, D.C. : 2002). [Online] 62 (2), 1–34. Available from: doi:ss6202a1 [pii].

Biggerstaff, G.K. (2015). Improving Response to Foodborne Disease Outbreaks in the United States. Journal of Public Health Management and Practice, [Online] 21 (4), E18–E26.

BPOM RI. 2015: Pedoman Penyelenggaraan Bulan Keamanan Pangan Nasional . Available from: file:///C:/Users/X450C/Downloads/PKBPOM%20Nomor%2025%20Tahun%202015%20(3).pdf

Profil Kesehatan Banyumas (2014), http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2014/3302_Jateng_Kab_Banyumas_2014.pdf

Permadi, G. (2007).Pedagang Kaki Lima, Riwayatmu Dulu, Nasibmu Kini. Jakarta: Yudistira.

BPOM RI 2017: Berita Keracunan Bulan Januari-Maret.(2017). [Online]. 2017. Available from: http://ik.pom.go.id/v2016/berita-keracunan/berita-keracunan-bulan-januari-maret-2017

Kumalasari, R.C. (2016).Hubungan Sanitasi dengan Status Bakteriologi (Status Koliform dan Keberadaan Salmonella sp) pada Jajanan di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Tembalang, Semarang, 6 (1): 19–22.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. [Online] 48–49. Available from: dinkesjatengprov.go.id/v2015/dokumen/profil2015/Profil_2015_fix.pdf.

BPS Provinsi Jawa Tengah 2016: Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka Jawa Tengah Province in Figures.(2016). 411.

Nugraheni, D. (2012).Devi Nugraheni Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP.

Surono,Ingrid Suryanti,.Waspodo, Priyo., Sudibyo, A. (2016).Pengantar Keamanan Pangan Untuk Industri Pangan. Ed.1. Yogyakarta: Cv Budi Utama.

Data primer. (2017). Pedagang kaki lima di lingkungan kampus I Universitas Muhammadiyah Purwokerto [record].

Afifah, N. (2013). Uji Salmonella-Shigella Pada Telur Ayam Yang Disimpan Pada Suhu Dan Waktu Yang Berbeda Uji Salmonella-Shigella Pada Telur Ayam Yang Disimpan Pada Suhu Dan Waktu Yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Edu Research. 2 (1): 35–46.

Brooks, G.F., Butel, J.S., Ornston, L.N. (2013). Jawetz, Melnick & Adelberg Medical Microbiology. McGraw-Hill Companies, Inc: United States.

Maulina, M., & De Nanda, S. (2018). Perbedaan Pengetahuan Mahasiswa Laki-Laki Dan Perempuan Tentang Pencegahan Penyakit Demam Tifoid. Idea Nursing Journal, 8(2), 50-55.

Akbar, M. Y., & Diansyah, G. (2016). Deteksi Cemaran Bakteri Salmonella Sp. Pada Ikan Teri (Stolephorus Spp.) Hasil Perikanan Di Peraira N Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Maspari Journal, 8(1), 25-30.

Bhunia, A., dan Ray, B. (2014). Fundamental Food Microbiology. CRC Press, Inc., Florida.

Chandra, Dr. Budiman. (2007). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Maier, Raina et al.2014. Environmental Microbiology. 2014.USA: Academic press of Elsevier.

BPOM RI 2012: Pedoman Kriteria Cemaran pada Pangan Siap Saji dan Pangan Industri Rumah Tangga. ISBN: 978-602-3665-11- 2. Jakarta. Available from: http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_tentang_Cemaran.pdf


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/hmj.v1i1.2482

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2620-567X