HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS 1 SUMBANG, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS

Nadya Ratu Aziza Fuady, Dyah Retnani Basuki, Irma Finurina Mustikawati

Abstract


Latar Belakang : Pada tahun 2012 penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia telah mencapai angka sejumlah 7% dari total keseluruhan penduduk. Seiring dengan proses degeneratif, para lansia ini kemudian mengalami berbagai macam penurunan fungsi organ yang menyebabkan timbulnya penyakit. Hipertensi menjadi penyakit tidak menular nomor satu yang banyak diderita lansia dan mensjadi masalah di bidang kesehatan karena sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Menurut penelitian sebelumnya, penderita hipertensi sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari orang lain dalam rangka beradaptasi dengan keadaannya yang baru dan juga terapinya. Dukungan keluarga dianggap paling mampu untuk berperan dalam hal pemulihan tekanan darah terkait dengan kebiasaan yang serupa dan fungsi keluarga sendiri.

Tujuan : Untuk mengetahui dukungan keluarga pada pasien hipertensi di Puskesmas 1 Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian melibatkan sampel sejumlah 43 lansia  penderita hipertensi dengan metode pemilihan random sampling. Selanjutnya data penelitian dianalisis menggunakan sommer’s d. 

Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan terdapat 6 orang subjek dengan dukungan keluarga baik (50,0%) memiliki tekanan darah normal dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tekanan darah lansia penderita hipertensi.

Kesimpulan : Terdapat hubungan yang rendah dengan nilai  P value 0,009 (p<0,05).


References


Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2013) Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes R. Jakarta.

Dinas Kesehatan Jawa Tengah (2015) Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. Semarang, Pusat Data dan Informasi Dinas Kesehatan.

SEARO (2005) Surveillance of major non-communicable diseases in South–East Asia region. Report of an inter-country consultation. WHO.

Aru W, sudoyo (2014) Pendekatan Klinis Hipertensi. In: Ilmu Penyakit Dalam. V. Jakarta, Inerna Publishing. p. 2259.

Kusumawardana., iin. Tamtomo., D. sugiarto (2017) Relationship between knowledge and Family Support regarding Hypertension with Blood Pressure Control in Elders. Indonesia Journal Of Medicine. 2.

McCorkle R EELazenby M, Dena S, et al (2011) Self-Management: Enabling and Empowering Patients Living With Cancer as a Chronic Illnesset. Cancer J Clin. 50–62.

Osamor, P.E. (2015) Social support and management of hypertension on south-west Nigerian. Cardiovascular Journal of America.

Peñarrieta, M.I., Flores-Barrios, F., Gutiérrez-gómez, T., Piñones-martínez, S., et al. (2015) Self-management and family support in chronic diseases. Journal of Nursing Education and Practice. [Online] 5 (11), 73–80. Available from: doi:10.5430/jnep.v5n11p73.

Setiadi, 2008, Konsep & Proses Keperawatan Keluarga, Yogyakarta : Graha Ilmu

Ayu Wulandhani, S. (2014) Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Lansia Hipertensi Dalam Memeriksakan Tekanan Darahnya.

Setyaningrum D (2009) Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kepatuhan Menjalani Terapi Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah. Program studi ilmu keperawatan. STIKES Aisyah Yogyakarta.

Jenita Radeak, R. (2010) Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruangan RB2 RSUD HAM Medan.

Ratna W (2010) Sosiologi dan Antropologi Kesehatan. Yogyakarta, Pustaka Rihama.

Conen, D et al ., (2009) Socioeconomic Status, Blood Pressure Progression, and Incident Hypertension in A Prospective Cohort of Female Health Professionals. European Heart Journal.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/hmj.v1i1.2492

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2620-567X