Uji Efek Antipiretik Air Perasan Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Ragi Roti

ari viandri, Fathiyah Safithri, Dwi Nurwulan Nurwulan Pravitasari

Abstract


Latar  Belakang:  Demam  dapat  diatasi  dengan  menggunakan  parasetamol.  Pemberian parasetamol lebih dari dosis yang dianjurkan pada anak usia kurang dari 2 tahun selama ± 1 hari  telah  terbukti  sebagai  risiko  hepatotoksisitas.  Rimpang  jahe  merah  mengandung gingerol   dapat   memberikan   efek   antipiretik   dengan   cara   menghambat   pembentukan prostaglandin dan menstimulasi produksi IL-10.

Tujuan: Untuk mengetahui apakah air perasan rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dapat memberikan efek antipiretik pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diinduksi ragi roti.

Metode:  Penelitian  true  experimental  menggunakan  24  ekor  tikus  yang  dibagi  menjadi  4 kelompok. Setelah 4 jam diinduksi ragi roti, kelompok pertama diberikan aquades per oral. Kelompok kedua, ketiga, dan keempat diberikan dosis perasan rimpang jahe merah sebesar

 

70 mg/kgBB, 140 mg/kgBB, dan 210 mg/kgBB per oral.

Hasil Penelitian dan Diskusi:  Perasan rimpang jahe merah dosis 140 mg/kgBB dan 210 mg/kgBB  menunjukkan  hasil  yang  signifikan  dalam  menghambat  peningkatan  suhu  rektal tikus  dan  menurunkan  suhu  rektal  tikus  yang  diinduksi  ragi  roti  (p<0,05).  Dosis  yang memberikan efek antipiretik paling besar adalah 210 mg/kgBB.

Kesimpulan: Air perasan rimpang jahe merah dapat memberikan efek antipiretik pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi ragi roti.

 

Kata Kunci: Antipiretik, perasan rimpang jahe merah, ragi roti.


References


. Anochie, Ifesinachi P, 2013, Mechanisms of Fever in Humans, International Journal of Microbiology and Immunology Research, Vol. 2(5), pp. 37-43.

Kemenkes RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia), 2015, InfoDATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, ISSN 2442-7659, April

, pp. 4-5.

Arief RF, 2015, Penatalaksanaan

Kejang Demam, KalbeMed, Vol.

(9), pp. 658-661.

Nisa H, 2012, Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Kejang Demam Pada Balita Di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2012, Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia, Bekasi, Vol. 1, pp. 1-2.

Jurnalis YD, Sayoeti Y, Moriska M,

, Kelainan Hati akibat Penggunaan Antipiretik, Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 4(3), pp.

-887.

Shivbalan S, Sathiyasekeran M, Thomas K, 2016, Therapeutic misadventure with paracetamol in children, Indian Journal of Pharmacology, Vol. 42 (6), pp. 27, viewed 1 Mei 2017,

.

Kuntorini EM, 2015, Botani Ekonomi Suku Zingiberaceae sebagai Obat Tradisional oleh Masyarakat di Kotamadya Banjarbaru, BIOSCIENTIAE, Vol. 2(1), pp. 25-36.

Bone K, 2012, Ginger The Herbal Aspirin? Part 2, MediHerb Professional Review, Vol.53, pp.1-3.

Mindell, 2009, Easing the Pain Naturally with Ginger, Vol 1, Read How You Want, pp. 119.

Hernani, Winarti C, 2011, Kandungan Bahan Aktif Jahe dan Pemanfaatannya Dalam Bidang Kesehatan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, pp. 125-142.

Lucia EW, 2011, Eksperimen Farmakologik Orientasi Preklinik, Surabaya: Sandira Surabaya, pp. 10.

Dubey N, Dubey N, Mehta RS, 2009, Physicochemical and Pharmacological Assessment of A Traditional Biomedicine : Mukta houktic Bhasma, Songklanakarin Journal of Science and Technology,

(5), pp. 501-510.

Ayodeji O, Adebola R, Adeniyi H,

, Antipyrectic And

Antinociceptive Activities of Ethanolic Extract Of Eugenia Aromatica Baill Seeds, IOSR Journal Of Pharmacy, Vol. 6, pp. 28-33.

Milton AS, 2012, Handbook of Experimental Pharmacology, Vol. 60, University of Aberdeen, Marischal College Department of Pharmacology, New York, pp. 205.

Dalal S, Zhukovsky DS, 2007, Pathophysiology and Management of Fever, The Journal Of Supportive Oncology, Vol. 4(1), pp.9-16.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/hmj.v1i2.2915

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN: 2620-567X