Perbandingan Terapi Topikal Natrium Klorida 0,9% dengan Minyak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Waktu Transpor Mukosilliar Hidung Penderita Rinitis Alergi

Fatimah Qonitah Diyanah, M Nurrizki Haitamy, Anis Kusumawati, Oke Kadarullah

Abstract


Rinitis alergi terjadi 40% pada populasi dunia, di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Paparan allergen yang menstimulus gejala rinitis dapat menganggu proses bersihan hidung dan  meningkatkan waktu Transpor Mukosilliar  (TMS). Semprot hidung NaCl 0,9% merupakan salah satu terapi suportif rinitis alergi. Minyak Biji Jintan Hitam diketahui sebagai antihistamin dan antiinflamasi yang dapat memperbaiki gejala rinitis alergi danTMS hidung. Mengetahui perbandingan terapitopikal NaCl 0,9% dengan Minyak Biji Jintan Hitam terhadap waktu TMS hidung penderita rinitis alergi. Penelitian ini merupakan clinical trial dengan melibatkan 10 subyek penelitian. Subyek dipilih dengan menggunakan kuesioner SFAR. Subyek yang terpilih dibagi menjadi 2 kelompok yang diterapi dengan topikal NaCl 0,9% dan Minyak Biji Jintan Hitam selama 14 hari. Sebelum dan sesudah terapi dilakukan pemeriksaan waktu TMS dengan tessakarin. Data perbedaan waktu TMS hidung sebelum dan sesudah terapi dianalisis dengan Paired T-Test. Data perbandingan waktu TMS hidung antara kelompok NaCl 0,9% dan Minyak Biji Jintan Hitam dianalisis dengan Independent T-Test. Waktu TMS hidung sebelum dan sesudah terapi pada kelompok NaCl 0,9% dan Minyak Biji Jintan Hitam masing - masing memiliki p>0,05. Perbandingan penurunan waktu TMS pada kedua terapi menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p=0,831). Terdapat perbedaan yang tidak bermakna pada waktu TMS hidung terapi topikal NaCl 0,9% dan minyak biji jintan hitam pada penderita rinitis alergi.


Keywords


Rinitisalergi; transportmukosilliar; NaCl 0,9%; minyak biji jintan

References


1. Sudiro, M. & Lestari, B.W. (2015) Prevalence of Allergic Rhinitis based on World Health Organization ( ARIA-WHO ) questionnaire among Batch 2010 Students of the Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran. Amj. 620–625.

2. Ballenger JJ. (2003) . Hidung Dan Sinus Paranasal. Dalam Staf Ahli Bagian THT RSCM FKUI (ed). Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala Dan Leher. Edisi XIII. Jakarta : Biarupa Aksara.

3. Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti RD. (2012). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher Edisi 7. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

4. Behbod, B., Sordillo, J.E., Hoffman, E.B., Datta, S., et al. (2015) Asthma and allergy development: contrasting influences of yeasts and other fungal exposures. Clinical & Experimental Allergy. 45 (1), 154–163.

5. Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma, 2008.ARIAGuidelines.http://www.whiar.org/docs/ARIA_PG_08_View_WM.pdf. 25 Mei 2018 (15:00)

6. Ahmad, A., Husain, A., Mujeeb, M., Khan, S.A., et al. (2013) A review on therapeutic potential of Nigella sativa: A miracle herb. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 3 (5), 337–352.

7. Nurjannah, N. (2011). Faktor Risiko Rinitis Alergi Pada Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik THT-KL Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh Tahun 2011. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 11(2), 60-65.

8. Shah S. (2012) Hormonal Link to Autoimmune Allergy. J of International Scholarly Research Network Allergy.

9. Sheikh, J. (2011). Allergic Rhinitis. Medscape reference2. 1934–1944.

10. Garavello, W., Romagnoli, M., Sordo, L., Gaini, R.M., et al. (2003) Hypersaline nasal irrigation in children with symptomatic seasonal allergic rhinitis: a randomized study. Pediatric allergy and immunology. 14 (2), 140–143.

11. Suarez DL, Wood J, Taber P (2012) Adsorption and desorption of B in column studies as related to pH: Results and model predictions Vadose Zone J 11:doi:10.2136/vzj2011.0073

12. Alsamarai, A., Abdulsatar, M. & Alobaidi, A. (2014) Evaluation of Topical Black Seed Oil in the Treatment of Allergic Rhinitis. Anti-Inflammatory & Anti-Allergy Agents in Medicinal Chemistry. 13 (1), 75–82.

13. Oysu, C., Tosun, A., Yilmaz, H.B., Sahin-Yilmaz, A., et al. (2014) Topical Nigella sativa for nasal symptoms in elderly. Auris Nasus Larynx. 41 (3), 269–272.

14. Kanter, M., Coskun, O., & Uysal, H. (2006). The antioxidative and antihistaminic effect of Nigella sativa and its major constituent, thymoquinone on ethanol-induced gastric mucosal damage. Archives of toxicology, 80(4), 217-224.

15. Wienkotter N, Höpner D, SchütteU, BauerK, Begrow F, ElDakhakhny M, et al. (2008) The effect of nigellone & thymoquinone on inhibiting trachea contraction and mucociliary clearance. Plant Med; 74(2): 105-108.

16. Kim JC, et al. (2005) MKKS/BBS6, a divergent chaperonin-like protein linked to the obesity disorder Bardet–Biedl syndrome, is a novel centrosomal component required for cytokinesis. J Cell Sci 118:1007–1020.

17. Kalus, U., Pruss, A., Bystron, J., Jurecka, M., et al. (2003) Effect of Nigella sativa (black seed) on subjective feeling in patients with allergic diseases. Phytotherapy Research. 17 (10), 1209–1214.


Full Text: pdf

DOI: 10.30595/hmj.v2i2.3089

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2620-567X