Periodisasi Hadis dari Masa ke Masa (Analisis Peran Sahabat dalam Transmisi Hadis Nabi Saw)

Aisyatur Rosyidah, Nur Kholis, Jannatul Husna

Abstract


Jejak studi hadits patut menjadi perbincangan penting dalam diskursus keilmuan Islam, terutama banyaknya idiologi sarjana barat yang mendiskreditkan peran sahabat dalam transmisi wahyu berupa Hadits Nabi SAW. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan Hadits ditinjau dari peran para sahabat dalam membawa transmisi Hadist Nabi SAW hingga terkodifikasi secara sistematis saat ini. Adapun penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwa peran sahabat dalam periodisasi transmisi Hadits sudah dimulai sejak Nabi SAW masih hidup hingga berakhirnya masa sahabat pada abad ke 2 Hijriah. Pencatatan Hadits sudah dimulai pada masa Nabi SAW. Hal ini dibuktikan dengan catatan para sahabat meskipun belum terkodifikasi secara sistematis. Catatan para sahabat ini menandakan adanya proses validitas Hadits yang sudah dilakukan oleh para sahabat. Ini sekaligus menjawab tuduhan para sarjana barat terkait kualifikasi sahabat yang tidak ma’shum tetapi mampu mentransmisikan wahyu Nabi SAW hingga terkodifikasi sistematis


Keywords


Periodisasi Hadits; Sahabat; Transmisi Hadits

References


Abuddin Nata, Metodologi studi Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008), hlm. 214.

Ahadin Winarko WIbisono, “Sejarah Metodologi Tafsir Al-Qur’an Dan Hadits (Klasik, Modern, Kontemporer),” 2017.

Ahmad Isnaeni, “Historisitas Hadis Menurut M. Mustafa Azami,” 2014, 21.

Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir: kamus Arab-Indonesia, 1997.

Akif Khilmiyah, Metode Penelitian Kualitatif, cetakan pertama (Yogyakarta: Samudra Biru, 2016), hlm. 349.

Arofatul Mu’awanah Mu’awanah, “Perkembangan Hadis Pada Masa Sahabat,” Kaca (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin 9, no. 2 (August 1, 2019): 4–32, https://doi.org/10.36781/kaca.v9i2.3037.

Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif (Rajawali Pub, 2006), hlm. 155.

Jalaluddin Rahmat, Irwan Kurniawan, Misteri Wasiat Nabi Asal-Usul Sunnah Sahabat : Studi Historiografis Atas Tarikh Tasyri, vol. 136 Halaman (Bandung: Misykat, 2015).

Luthfi Maulana, “Periodisasi Perkembangan Studi Hadits: Dari Tradisi Lisan/Tulisan Hingga Berbasis Digital,” Esensia Vol. 17, No. 1 (2016).

M Abdurrahman and Elan Sumarna, Metode kritik hadis (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011).

M. Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah Dan Pengantar Ilmu Hadits, cet III (Semarang: Rezeki Putra, 2010).

M. Syuhudi Ismail, Kaedah kesahihan sanad hadis telaah kritis dan tinjauan dengan pendekatan ilmu sejarah (Jakarta, Indonesia: Bulan Bintang, 2005).

Muh Zuhri, Telaah matan hadis: sebuah tawaran metodologis (Yogyakarta: LESFI, 2003).

Muhammad ’Ajaj al-Khatib, AH. Akrom Fahmi, and Sholihat, Hadits Nabi sebelum dibukukan (Kuala Lumpur: Darufikir, 2003).

Muhammad Anshori, “SYARḤ HADIS DARI MASA KE MASA,” no. 1 (2017): 32.

Muhammad Mustafa Azami, 65 Sekretaris Nabi Saw, vol. 240 halaman (Jakarta: Gema Insani, 2008).

Nana Syaodih Sukmadinata, Metode penelitian pendidikan (Bandung: Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan PT Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 60.

Nashruddin Baidan and Erwati Aziz, Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Di Asia Tenggara, Cetakan pertama (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019).

Saifuddin Zuhri Qudsy, “Umar Bin Abdul Aziz Dan Semangat Penulisan Hadits,” Esensia Vol. XIV, No. 2 (2013).

Siti Shafa, Wndis Firdaus, Wawan Hermawan. (2020). “Konsep Derajat Manusia Menurut Al-Qur’an DAlam Menanggapi Penderitaan,” Islamadina Vol. 21, No. 2..

Sohari, “Perbedaan Tngkat Pemahaman Sahabat Dan Tabi’in Dalam Menginterpretasikan Al-Hadits,” Al-Qalam Vol. 20, No. 96 (2003).

Suwarno. (2009). “Kejayaan Peradaban Islam Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan,” Islamadina Vol. 20, No, 2.

Wahbah Al-Zuhayli, Al-tafsir al-Munir fi al-aqidah wa al-syari’ah wa al-minhaj (Damsyik: Dar al-Fikir, 2003), 3.

Yunahar Ilyas, Kuliah ulumul Qurʾan, Cetakan II (Yogjakarta: ITQAN Publishing, 2013).

Zunly Nadia, “Sahabat Perempuan Dan Periwayatan Hadits: Kajian Atas Subjektifitas Sahabat Perempuan Dalam Meriwayatkan Hadits,” Disertasi UIN Sunan Kalijaga, 2019.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/islamadina.v22i2.9506

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2580-5096