Analisis Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dalam Teori Negara Hukum

Mahsun Ismail

Abstract


Berlakunya Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang berasal Perpu Nomor 2 Tahun 2017 menjadi perhatian banyak pihak. Sebab hal tersebut berdampak terhadap dibubarkannya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebuah organisasi kemasyarakatan yang dianggap menjadi ancaman negara karena mengusung ideologi khilafah serta dianggap bertentangan dengan ideologi bangsa yaitu Pancasila. Dalam konteks ini, keberadaan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 terdapat pihak yang mendukung (pemerintah), namun adapula yang tidak mendukung sebab dianggap menimbulkan dampak terhadap demokrasi di Indonesia, dikarenakan Undang Undang tersebut hanya mengakomodir sebagian kepentingan yang ada di negara ini dan tidak meperhatikan secara keseluruhan aspirasi masyarakat Indonesia. Bahwa dalam Undang-Undang tersebut pencantuman asas contrarius actus, namun turut menimbulkan kekeliuruan secara normatif, sebab organisasi masyarakat yang dianggap melanggar ideologi negara hanya dapat dibubarkan secara adil dan benar melalui mekanisme peradilan, apalagi bila status ormas tersebut telah berbadan hukum. Oleh sebab itu, Undang Undang tersebut telah mengabaikan salah satu prinsip due process of law yang dianut oleh negara hukum yang dimana pembubaran ormas tidak melalui mekanisme peradilan. Artikel ini akan mengulas mengenai keberadaan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 serta dinamika yang ditimbulkannya, khususnya dalam konteks teori negara hukum.


Keywords


Undang-Undang; Organisasi Kemasyarakat; Negara Hukum.

References


Asshiddiqie Jimly, Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi Serpihan Pemikiran Hukum, Media dan HAM, Konstitusi Press, Jakarta, 2006

Huda Ni’matul, Negara Hukum, Demokrasi & Judicial Review, UII Press, Yogyakarta, 2005

Jaunuri Achmad, Radikalisme dan Terorisme, Intrans Publishing, Malang, 2016

Sarja, Negara Hukum “Teori dan Praktek”, Thafa Media, Yogyakarta, 2016

Tim Penyusun PUSLIT IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pendidikan Kewarganegaraan Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani, IAIN Jakarta Press, Jakarta, 2000.

Latipulhayat, Due Process Of Law, Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 Nomor 2 Tahun 2017

Victor Imanuel W. Nalle, Asas Contrarius Actus dalam Perpu Ormas :Kritik dalam Prespektif Hukum Administrasi dan Hak Asasi Manusia, Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 Nomor 2 (2017).

Sujito, Membaca “Kepentingan Politik Dibalik Perpu Ormas Dan Implikasi Sosiologisnya Pada Masyarakat”, Makalah Seminar Quo Vadis Perpu Ormas Tinjauan Kritis Dari Prespektif Sosio Politik, Hukum & HAM, Yogyakarta, 2017.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jhes.v2i1.4414

Refbacks

  • There are currently no refbacks.