Pemanfaatan Lahan Pekarangan Daerah Perkotaan Melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Teknologi Hidroponik Skala Kecil

Susanto B. Sulistyo, Pepita Haryanti, Eni Sumarni, Krissandi Wijaya

Abstract


Teknik hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Budidaya tanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas, bisa juga dilakukan di pekarangan atau di teras rumah sehingga sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan. Seperti halnya perumahan-perumahan di perkotaan pada umumnya, rumah-rumah di perumahan Sapphire Regency mempunyai lahan pekarangan yang relatif sempit dan terbatas. Lahan pekarangan yang sempit menjadikan pemanfaatannya kurang maksimal. Warga perumahan juga pada umumnya belum memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan dan instalasi hidroponik untuk tanaman sayuran. Dari permasalahan mitra tersebut, solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan alih teknologi tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan pembuatan instalasi hidroponik skala kecil (Small-Scale Hydroponics Farming System). Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa minat masyarakat sasaran sangat tinggi terhadap budidaya tanaman secara hidroponik dengan memanfaatkan halaman rumah daerah perkotaan yang tidak terlalu luas, serta pemahaman masyarakat terhadap budidaya tanaman secara hidroponik meningkat dengan adanya kegiatan penyuluhan dan alih teknologi.


Keywords


Hidroponi; Budidaya; Teknologi Tepat Guna (TTG); Alih Teknologi

References


Aruan, D., Banaty, O. A., Nawawi, M., & Maghfoer, M. D. (2015). Pengaruh pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stoberi varietas lokal brastagi (Fragaria x ananassa Duchesne) hasil kultur meristem. Jurnal Produksi Tanaman, 3(2), 149-156.

El-Kazzaz, K. A. & El-Kazzaz, A. A. (2017). Soilless agriculture a new and advanced method for agriculture development: an introduction. Agri Res & Tech, 3(2), 1-10.

Izzuddin, A. (2016). Wirausaha santri berbasis budidaya tanaman hidroponik. Jurnal Pengabdian Masyarakat/DIMAS, 12(2), 351-366.

Mann, N.A. (2014). Intensive berry production using greenhouses, substrates and hydroponics. Is this the way forward? A Report for Nuffield Australia Farming Scholars. Nuffield, Australia.

Paroussi, G. P., Grafiadellis, M & Paroussis, E. (1995). Precocity, plant productivity, and fruit quality of strawberry plants grown in soil and soilless culture. Acta Horticulturae, 408, 109-117.

Putri, W. F., Saputra, K. D., Rahman, A., Rifci, A., Fuad, A., Anugerah, D., Sujoko, H., Putri, D. C., Nurjannah, E., Edden, I. R. H. A., Nufritriani, U., Firdaus, A. A., Putri, A. E., & Santosa, W. (2016). Pengembangan agrowisata dan budidaya stroberi di Desa Serang. Laporan KKN Internasional. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia.

Rakhman, A., Lanya, B., Rosadi, R.A.B., & Kadir, M. Z. (2015). Pertumbuhan tanaman sawi mengunakan sistem hidroponik dan akuaponik. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 4(4), 245-254.

Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan lahan dengan menggunakan sistem hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(2), 43-50.

Satya, T. M, Tejaningrum, A., & Hanifah. (2017). Manajemen usaha budidaya hidroponik. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 1(2), 53-57.

Takeda, F. (1999). Out-of-season greenhouse strawberry production in soilless substrate. Advance in Strawberry Research, 18: 4-15.

Treder, W., Tryngiel-Gać, A., & Klamkowski, K. (2015). Development of greenhouse soilless system for production of strawberry potted plantlets. Hort. Sci., 42 (1), 29–36.

Treftz, C. & Omaye, S.T. (2015a). Nutrient analysis of soil and soilless strawberries and raspberries grown in a greenhouse. Food and Nutrition Sciences, 6, 805-815.

Treftz, C. & Omaye, S.T. (2015b). Comparison between hydroponic and soil systems for growing strawberries in a greenhouse. Int. J. Agr. Ext., 03(03), 195-200.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jppm.v5i2.10398

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347