Penambahan Alat Produksi Guna Meningkatkan Produktivitas Pengrajin Keset

Rosita Dwi Ferdiani, Tatik Retno Murniasih, Sri Wilujeng, Vivi Suwanti

Abstract


ABSTRAK

                Pasuruan dikenal sebagai  kawasan perindustrian karena banyak industri bertaraf nasional ataupun internasional. Tetapi, dampak negatif dari pembangunan kawasan industri adalah limbah industri. Tidak semua limbah industri tidak bermanfaat. Limbah industri konveksi dapat dimanfaatkan untuk bahan baku keset. Pengrajin keset yang memanfaatkan limbah konveksi adalah kelompok usaha “Sukoda Unggul” dan “Damarjati Maslahat” yang terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Pasuruan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi kedua mitra adalah: a) Produktivitas rendah, sedangkan permintaan pasar tinggi. b) Kekurangan alat produksi, berupa mesin jahit jahit dan mesin bordir. c) Desain keset masih standart. d) Kontrak pembelian bahan baku (minimal 50 juta). Tujuan dari pengabdian ini adalah: a) Meningkatkan produksi keset kedua mitra melalui penambahan mesin jahit dan mesin bordir, b) Meningkatkan produktivitas, c) Menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan yang dapat memberikan pinjaman modal. Metode yang digunakan dalam program ini adalah diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian ini adalah : a) Pemberian alat produksi berupa mesin jahit dan mesin bordir. b) Meningkatnya produksi keset dari 15 kodi menjadi 20 kodi per hari, c) Terbentuknya kelompok pengrajin keset untuk bekerjasama dalam pembelian barang baku, d) Menjalin kerjasama dengan BPR Keraton Surapati, Purwosari, Pasuruan.

 

Kata kunci : Keset, Pengrajin, Karangrejo, Pasuruan

 

  ABSTRACT

Pasuruan is known as an industrial area because there are many industries in that area, both national and international based industries. However, there are some negative impact from the development of this industrial area, such as industrial waste. Not all industrial waste is useless. Industrial waste from convection can be used as the raw material for doormats. Doormat craftsmen who use the waste from convection are the home industrial groups “Sukoda Unggul” and “Damarjati Maslahat”, which are located in Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Pasuruan. Based on the situational analysis, the problems faced by both partners are: a) Low productivity, high demand. b) Lack of production tools, such as sewing machines and embroidery machines. c) Standard doormat design. d) Buying contract for raw material (50 million minimum). The aims of this community service are: a) To increase doormat production of both partners by adding sewing machines and embroidery machines, b) To increase productivity, c) To cooperate with financial institutions which can provide capital loan. The methods used in this program are discussion, training, and mentoring. The result obtained from this community service are: a) Granting some production tools, such as sewing machines and embroidery machines. b) Increasing doormat production from 300 pieces to 400 pieces per day, c) Forming doormat craftsmen group to cooperate in buying the raw material, d) Cooperating with BPR Keraton Surapati, Purwosari, Pasuruan.

 

Keywords: Doormat, Craftsmen, Karangrejo, Pasuruan


Full Text: FULLTEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i1.1685

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347