Strategi Peningkatan Keterampilan Menyimak Berekuivalensi TOEFL Bagi Siswa SMA/Sederajat

Tri Agustini Solihati, Asep Rizki Mukti, Rudi Permadi

Abstract


ABSTRAK

     TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tes ini terdiri dari empat jenis kegiatan, yaitu listening comprehension (menyimak), structure and written expression (tata bahasa), reading comprehension (membaca), dan writing (menulis). Pengenalan strategi menyimak diperlukan oleh siswa SMA/sederajat untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai cara mengerjakan soal menyimak dengan lebih praktis. Namun siswa SMA di Desa Linggaraja ini belum tahu dan belum pernah memperoleh pelatihan semacam ini di sekolah mereka masing-masing. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanaan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Perjuangan, siswa tersebut diberikan pengenalan sekaligus pelatihan strategi peningkatan keterampilan menyimak berekuivalensi TOEFL. Sehingga sudah barang tentu, materi yang dipaparkan secara khusus membahas strategi menaklukan soal-soal menyimak pada tes TOEFL. Pelatihan ini diselenggarakan di Desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang termasuk wilayah 3T (terluar, terdepan, dan terpencil). Pelatihan ini diikuti oleh 20 siswa SMA, warga Desa Linggaraja. Pelatihan dilaksanakan selama 14 pertemuan inti, yang terdiri dari kegiatan pre-test, 12 strategi menyimak, dan post-test. Pre-test dan post-test ini dilakukan hanya untuk mengetahui sejauh mana mereka memperoleh manfaat dari kegiatan yang sudah dilakukan.

 

Kata Kunci : Menyimak,TOEFL Siswa

 

ABSTRACT

                TOEFL (Test of English as a Foreign Language) is a test conducted to measure the extent of person's English skills. This test consists of four types of activities, they are listening comprehension, structure and written expression,, reading comprehension, and writing. The introduction of listening strategies is required for high school students/equivalents to improve their understanding of how to conductlistening questions more practically. However, the high school students in Linggaraja Village have not known yet and they have never received this kind of training in their school. Therefore, in the community service activities conducted by English Education Department of Perjuangan University, the students are given introduction as well as TOEFL competency skills enhancement skills training. So, of course, the material presented specifically deliver the strategy of conquering the listening questions on the TOEFL test. The training was held in Linggaraja Village, Sukaraja District, Tasikmalaya Regency, which included (outer, outer, and remote) areas. The training was attended by 20 high school students, villagers of Linggaraja. Training was conducted during 14 core meetings, consisting of pre-test, 12 listening strategies, and post-test. Pre-test and post-test were done only to find out how far they get benefit from the activities.


 Keywords : Listening, Students’ TOEFL


References


Alvin Kusuma. 2016. TOEFL practice test TOEIC. Solo: Genta Smart Publisher.

Deborah Phillips. Longman introductory course for the TOEFL Course. The Paper Test.

Pratiwi, Andhika, dkk. 2012. 100% Best Guide to TOEFL. Jakarta: Laskar Aksara

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media Group

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menyimak sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menyimak : Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Tarigan, H.G. 1994. Metodologi Pengajaran Bahasa Jilid 2. Bandung: Angkasa.

Uno, Hamzah B. 2009. Model Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara


Full Text: FULLTEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i1.1688

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347