Pendidikan Bela Negara Bagi Santri Pesantren di Cikalong Kabupaten Tasikmalaya

Akhmad Satori, Edi Kusmayadi

Abstract


        Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pendidikan bela negara bagi santri dan pelajar dan pendidikan politik yang baik dan beretika, sehingga siswa atau santri terbentuk karakter yang secara rasional memahami politik secara subtansial. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan pemberian materi dan diskusi dengan menambahkan tayangan multimedia. Pemberian materi ditekankan pada pendidikan tentang pemahaman nilai-nilai filosofis wawasan kebangsaan dan Pancasila yang mampu membangkitkan semangat dan membentuk karakter santri atau siswa yang berakhlak atau bermoral sesuai dengan nilai-nilai filosofis Pancasila. Pemahaman karakter wawasan kebangsaan sebagai sebuah pendidikan dalam penerapannya, harus dilakukan secara bertahap dan konsisten, apalagi di tengah situasi dimana rasa kebangsaan yang melekat pada tiap generasi muda kian tipis sehingga upaya pembangunan manusia Indonesia yang berakhlak budi pekerti yang mulia dapat diwujudkan. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan dilakukan pra test dan post test pemahaman materi dan terdapat peningkatan pemahaman mengenai bela negara dan wawasan kebangsaan oleh santri.

Kata Kunci : Pendidikan Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Pesantren, Santri


Keywords


Pendidikan Bela Negara; Wawasan Kebangsaan; Pesantren; Santri

References


Andrias, M. A. dan Satori, A.(2016).Studi Pemetaan dan Pemecahan Masalah dalam Implementasi Pendidikan Karakter pada Institusi Pendidikan di Kota Tasikmalaya. Jurnal JIPP, 2(1),83-99

Badranaya, J. (2016). Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen Tahun Anggaran 2016.Jakarta : PPM LP2M UIN SAHID Jakarta.

Basri, H. (2001). Pesantren: Karakteristik dan Unsur-unsur kelembagaan, dalam Buku Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Grasindo.

BPS Kabupaten Tasikmalaya 2016.

Budiwibowo, S. (2016).Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pemb elajaran Berbasis Multikultural. Citizenship : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), 565-585.

Bukit, H. (2016). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Devision (STAD) Pada Mata Pelajaran IPS di Kelas V SDN 107402 Saentis. Elementary School Journal, 5 (2), 56-63.

Dhofier,Z.(2002). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta: LP3ES.

Maryani, I., Mustofa, A., & Dwi, J.S.E., dkk, (2018). Evektifitas Pendampingan Kelompok Dalam Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Peternak Sapi Perah. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(1), 7-13.

Mustofa, I. (2012). Pondok Pesantren dan Godaan Politik Pilkada, Lampung Post. 12 Februari 2010

Sulistyaningtyas, T., dkk. (2015). Sinergitas Paradigma Lintas Sektor di Bidang Keamanan dan Keselamatan Laut.Jakarta : PT Gramedia.

Wikipedia/pesantren/tasikmalaya. (di akses pada 16 Oktober 2017)


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i2.1719

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347