Pelatihan Pemeriksaan Tajam Penglihatan Mandiri Pada Guru dan Penyuluhan Miopia Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 07 Pondok Labu Jakarta Selatan

Mila Citrawati Asiyanto, Yanti Harjono, Citra Ayu Aprilia

Abstract


ABSTRAK

                Gangguan penglihatan masih menjadi masalah sosial yang berarti di Indonesia. Pemeriksaan dan perawatan mata penting dilakukan secara teratur. Pemeriksaan mata dan penyuluhan kesehatan mata rutin sebaiknya dimulai pada usia dini. Metode pelatihan pemeriksaan tajam penglihatan untuk pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Pondok Labu Jakarta Selatan adalah dengan melakukan pelatihan pemeriksaan tajam penglihatan pada guru dengan menggunakan penutup mata (occluder) dan Snellen chart. Metode penyuluhan pada pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah dengan ceramah dan media slide power point. Ketercapaian target peserta dikatakan baik dengan melihat bahwa seluruh siswa dan guru mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Ketercapaian tujuan berdasarkan pemeriksaan tajam penglihatan didapatkan 43% siswa mengalami penurunan tajam penglihatan dan setelah dilakukan tanya jawab dapat diketahui bahwa ada peningkatan pengetahuan dari siswa mengenai gangguan tajam penglihatan (miopia). Ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik (80%). Semua materi pelatihan dapat disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat  dengan waktu yang terbatas. Materi yang disampaikan adalah mengenai miopia yaitu definisi dari miopia, cara pemeriksaan miopia dan cara pencegahan miopia. Kesimpulan yang didapat dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah bahwa guru mampu melakukan pemeriksaan tajam penglihatan mandiri dan pemberian materi  mengenai miopia kepada siswa kelas V dan VI SDN 07 Pondok Labu dapat meningkatkan pengetahuan siswa tersebut

 

Kata  Kunci : Pemeriksaan Tajam Penglihatan, Myopia, Penyuluhan

 

ABSTRACT

                Visual impairment is a significant social problem in Indonesia. Eye examination and care are important on a regular basis. Regular eye examinations and counseling should start at an early age. The method of visual acuity examination workshop on community service at Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Pondok Labu South Jakarta was by examining the visual acuity used occluder and Snellen chart. The method of counseling on community service performed by using lecture method and slide power point media. Participant target achievement was good by seeing that all students and teachers attended this community service. Achievement of goals based on visual acuity screening was 43% of students found to have decreased visual acuity. After counseling, there was an increased of student’s knowledge about myopia. Achievement of counseling that had been planned was good (80%). All counseling material could be delivered by a team of community service at limited time. The counseling material presented was about definition, examination, and prevention of myopia. The conclusion were that teachers could do the visual acuity assessment and myopia counseling to V and VI  grade students of SDN 07 Pondok Labu could increase their  knowledge.

 

Keywords : Visual Acuity, Myopia, Counseling


References


EM Sutrisna, Dedy Hanwar, Peni Indrayudha, dan Tanti Azizah S. 2007. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pelatihan Pemeriksaan Tajam Penglihatan Pada Siswa Kelas 5 SD Gedongan 1, Colomadu, Karanganyar, WARTA, Vol .10, No. 1, Maret 2007: 19 – 24. Tersedia dalam: journals.ums.ac.id/index.php/warta/article/download/3210/2071. Diakses pada 02 Oktober 2017.

Lennie P, Van Hemel SB, editors. Visual Impairments: Determining Eligibility for Social Security Benefits. Washington (DC): National Academies Press (US); 2002. 4, ASSESSMENT OF VISION IN INFANTS AND CHILDREN. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK207548/, Accessed on October 2nd, 2017.

MENKES RI, 2006. Hasil Survei Kesehatan Indra Penglihatan Dan Pendengaran. Jakarta. Tersedia dalam: http: //www.dinkesjatengprov.go.id/v2010/dokumen/2014/SDK/Mibangkes/perundangan/Bima Gizi dan KIAKMK Manajemen Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran. Diakses pada 02 Oktober 2017.

Saw Sm, Hussain R, Gazzard GM. Causes of low vision and blindness in rural Indonesia British Journal of Ophthalmology. 2003; 87(9):1075-1078. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1771857/. Accessed on October 5th, 2017.

Mutti DO, Mitchell GL, Moeschberger ML, Jones LA, Zadnik K. Parental Myopia Nettwork, school achievement and Children’s refractive error. Investigative Opthalmology and Visual Science, 2002; 43(12):3633-3640. Available from: http://iovs.arvojournals.org/article.aspx?articleid=2162292. Accessed on October 5th, 2017.

Depkes RI. 2009. Gangguan Penglihatan Masih Menjadi Masalah Kesehatan. Tersedia dalam: http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/845-gangguan-penglihatan-masih-menjadi-masalah-kesehatan.html. Diakses pada 05 Oktober 2017.

Fauzi, Lukman, Lindra Anggiriwati, C. Heriana. Skrining Kelainan Refraksi Mata Pada Siswa Sekolah Dasar Menurut Tanda Dan Gejala. Unnes Journal of Public Health (1). 2016; 78-84. Tersedia dalam: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/. Diakses pada 05 Oktober 2017.

Staff AAoO. Clinical Optics. Basic and Clinical Science Course. San Francisco: American Academy of Ophthalmology; 2005. 120-2.

American Academy of Ophthalmology. The Human Eye as an Optical System. In: Optic, Refraction, and Contact Lenses. BCSC. Section 3. San Fransisco. 2013:124-126.


Full Text: FULLTEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i1.2020

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347