Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kesehatan Melalui Pendekatan Adaptive Conservation Di Kelurahan Padasuka Kota Bandung

Suci Tuty Putri, Septian Andriyani, Sehabudin Salasa, Tirta Adikusuma

Abstract


Meningkatnya jumlah lansia maka secara tidak langsung menjadi faktor meningkatnya berbagai penyakit degeneratif. Namun ternyata cakupan pelayanan kesehatan bagi lansia dikota Bandung masih rendah Penyakit yang timbul pada lansia tersebut seharusnya dapat dicegah dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengontrol faktor – faktor risikonya melalui program peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberdayaan lansia. Pemberdayaan lansia dengan model Adaptif Conservation yaitu kemampuan beradaptasi masyarakat dalam penyelesaian masalah kesehatan dilakukan secara bersama-sama melibatkan semua unsur energi, struktur, integritas pribadi dan sosial. Tujuan program adalah untuk menyusun dan melaksanakan program pengembangan pemberdayaan lansia. Metode yang digunakan adalah survey, MMD, screening kesehatan, pelatihan kader dan penyuluhan kesehatan. Program di laksanakan selama 8 bulan. Subjek adalah semua unsur masyarakat, kader kesehatan yang ada di Kelurahan Padasuka. Hasil dari kegiatan adalah diperolehnya data mengenai kesehatan masyarakat, kondisi penyakit lansia, peningkatan pengetahuan kader mengenai manajemen Posbindu.

Keyword : Adaptif conservation; Pemberdayaan lansia; Pengabdian Kepada Masyarakat; Pelatihan kader


Keywords


Adaptif conservation; Pemberdayaan lansia; Pengabdian Kepada Masyarakat; Pelatihan kader

References


Anonim. (2013). Levine's Four Conservation Principles. Di akses melalui http://currentnursing.com/nursing_theory/Levin_four_conservation_principles.html

American Diabetes Association. (2010). Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus. Diabetes Care, 33 (1), 62-69

Dinkes (2012). Profil Kesehatan Kota Bandung. Di akses melalui http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2011/P.Bandung_Kotabandung_11.pdf

Grizzell, J., 2007. Behavior change theories and models.Retrieved in January, 28, p.2007.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Diabetes Melitus Penyebab Kematian Nomor 6 Di Dunia: Kemenkes Tawarkan Solusi Cerdik Melalui Posbindu. Diakses Pada 10 Maret 2016.

Maryam, S. (2008). Menengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Penerbit Salemba.

McNamara, R., Robling, M., Hood, K., Bennert, K., Channon, S., Cohen, D., Crowne, E., Hambly, H., Hawthorne, K., Longo, M., Lowes, L., Playle, R., Rollnick, S., Gregory, J.W. (2010). Development and evaluation of a psychosocial intervention for children and teenagers experiencing diabetes (DEPICTED). BMC Health Services Research,12(36)

Palestin, B., Ermawan, B., & Donsu, JDT. (2005). Penerapan Komunikasi Terapeutik Untuk Mengoreksi Perilaku Klien Rawat Jalan Dengan Diabetes Mellitus, Jurnal Teknologi Kesehatan 1(1): 1-10.

Putri, S. T., Fitriana, L. A., & Ningrum, A. (2015). Studi Komparatif: Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal Bersama Keluarga Dan Panti. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 1(1), 1-6.

Putri, S. T., & Andriyani, S. (2018). Needs and Problems of Posbindu Program: Community Health Volunteers Perspective. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 288, (1), p. 012139). IOP Publishing.

Soegondo, S. (2009). Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: FKUI.

Sulistiyani. (2014). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gala Media

Sutandi, A., & Binawan, S. T. I. K. E. S. (2012). Self Management Education (DSME) Sebagai Metode Alternatif Dalam Perawatan Mandiri Pasien Diabetes Melitus Di Dalam Keluarga. Jurnal Manajemen, 29

Suyono, S. (2011). Penatalaksnaan DM Terpadu Patofisiologi DM (Ed.2). Jakarta: FKUI

Woodall, J., Raine, G., South, J., & Warwick-Booth, L. (2010). Empowerment & health and well-being: evidence review.


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2032

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347