Guidanceship Training Bagi Pendamping Kamar Santri Pondok Pesantren Pabelan

Akhmad Liana Amrul Haq, Aftina Nurul Husna, Aning Az Zahra

Abstract


Abstrak. Guidanceship training ini bertujuan untuk membekali para pendamping kamar dalam menjalankan tugas kependampingan sebagai seorang kakak kelas, berdasarkan hasil survey awal kepada 137 santri didapatkan hasil bahwa 79% santri (109 diantaranya) merasa tidak menemukan suasana yang nyaman di dalam kamar karena masih banyak keluhan dan masalah dari para anggota kamar yang belum tertangani oleh pendamping kamar. Untuk itu perlu diadakannya pelatihan kependampingan bagi para pendamping kamar untuk menunjang tugas memberikan keteladanan dan solusi terhadap berbagai masalah yang muncul pada adik-adik kelas anggota kamarnya. Terdapat 6 materi yang diberikan kepada para pendamping kamar pada guidanceship training ini antara lain materi tentang keteladanan, karakter remaja, konseling sederhana, 7 habits, kebersihan dan kesehatan serta problem solving and decission making. Hasil evaluasi guidanceship training menilai materi-materi apa saja yang dirasa paling bermanfaat untuk menangani berbagai permasalahan anggota kamar dan mudah diaplikasikan dalam menjalankan tugas kependampingan. Dari jumlah total 80 peserta pelatihan didatkan hasil bahwa 14 peserta (17,5%) menganggap bahwa materi keteladanan merupakan materi yang paling aplikatif untuk bisa digunakan, 14 peserta (17,5%) menganggap bahwa materi karakter remaja adalah materi yang mudah diaplikasikan, 8 peserta (10%) menganggap bahwa materi konseling sederhana sebagai materi yang penting untuk dikuasai, 4 peserta (5%) menganggap bahwa maeri 7 habit sebagai materi yang menarik untuk diterapkan, 17 peserta (21,25%) menganggap bahwa materi kebersihan dan kesehatan adalah materi yang mudah untuk dijalankan dan 23 peserta (28,75%) menganggap bahwa materi tentang problem solving and decission making merupakan materi yang paling aplikatif dalam menjalankan tugas sebagai pendamping kamar.  Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat diketahui bahwa materi tentang problem solving and decission making menjadi materi pertama yang paling bermanfaat untuk menangani permasalahan anggota kamar dan mudah diaplikasikan, materi tentang keteladanan dan karakter remaja menjadi materi kedua dan ketiga yang dirasa bermanfaat dan mudah untuk dipraktekkan, materi tentang kebersihan dan kesehatan menjadi materi keempat yang dirasa bermanfaat dan mudah digunakan, materi tentang konseling sederhana menjadi materi kelima yang dirasa bermanfaat dan terakhir materi 7 habits menjadi materi yang tidak terlalu bermanfaat untuk digunakan dalam menjalankan tugas kependampingan.   

Kata kunci: guidanceship, pendamping, santri

 

Abstract. Guidancehip training aims to equip the chaperones in the task of sidewalk as an older sibling, based on the results of the initial survey to 137 students obtained the result that 79% santri (109 of them) feel not find a comfortable atmosphere in the room because there are still many complaints and problems of the members of the room that have not been handled by the companion room. Therefore, it is necessary to provide the training of assistance to the companion of the chamber to support the task of providing exemplary and solution to the various problems that arise in the siblings of the class members of his room. There are 6 materials given to the counselors in the guidancehip training room include material about modeling, adolescent character, simple counseling, 7 habits, hygiene and health and problem solving and decission making. The results of evaluation of guidanceship training to assess what materials are considered most useful to handle various problems of members of the room and easy to apply in running the task kependampingan. Out of a total of 80 training participants, the 14 participants (17.5%) assume that exemplary material is the most applicable material to be used; 14 participants (17.5%) consider that adolescent character material is easy to apply, 8 participants (10%) considered that simple counseling material as an important material to be mastered, 4 participants (5%) considered that the seven habits as an interesting material to be applied, 17 participants (21.25%) considered that the hygiene and health materials were materials that are easy to run and 23 participants (28.75%) consider that the material on problem solving and decission making is the most applicable material in carrying out duties as chaperone. Based on the results of the evaluation can be seen that the material about problem solving and decission making to be the first material that is most useful to handle the problems of members and easy to apply, the material about exemplary and adolescent characters into second and third material that felt useful and easy to practice, hygiene and health into the fourth material that is felt useful and easy to use, the material about simple counseling into the fifth material that felt useful and the last material 7 habits into material that is not very useful for use in running the task sidewalk.

Keywords: guidanceship, companion, student


Keywords


guidanceship; pendamping; santri

References


Amrih, P. (2008). The 7 Habitss Of Highly Effective People versi Semar & Pandawa.

Fauzan, L. (1994). Pendekatan-Pendekatan Konseling Individual. Malang: Elang Mas.

Gunarsa, S. D. (1991). Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. BPK Gunung Mulia.

Hickson, L., & Khemka, I. (2013). Problem Solving And Decision Making. The Oxford Handbook Of Positive Psychology And Disability.

Hidayat, N. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Di Pondok Pesantren Pabelan. JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar).2 (1), 128-143

Ikhwanudin, A. (2013). Perilaku Kesehatan Santri (Studi Deskriptif Perilaku Pemeliharaan Kesehatan, Pencarian Dan Penggunaan Sistem Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan Lingkungan Di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Surabaya). Jurnal Sosial dan Politik Departemen Sosiologi. journal.unair.ac.id/.../JURNAL%20PERILAKU%20KESEHATAN.

Machsunah, Y. C. (2017). Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Pendidik (Studi Kasus di LBB Taman Pintar: Sahabat Sekolah Anak Lamongan). Edupedia, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1, (2), 59-65

Mujiono. (2013). Manusia Berkualitas Menurut Al-Qur’an. Jurnal Hermeunetik, 7, (2). 357-387

Hayani. N., (2017). Peran Rasa Malu dan Rasa Bersalah Terhadap Penanaman Moral Anak. Al-Irsyad, 8, (1), 42-54

Rohayati, I. (2011). Program Bimbingan Teman Sebaya untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa. http://jurnal.upi.edu/file/36-ICEU_ROHAYATI.pdf

Wening, S. (2007). Pembentukan Karakter Remaja Awal Melalui Pendidikan Nilai Yang Terkandung Dalam Pendidikan Konsumen: Kajian Evaluasi Reflektif Kurikulum SMP di Yogyakarta. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan.10, (2), 151-168


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2622

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347