Teknologi Multi Media Filter Untuk Memproduksi Air Bersih di Lahan Gambut

Emi Roslinda, Gusti Hardiansyah

Abstract


Ketersediaan air bersih adalah permasalahan yang masih terus dihadapi oleh masyarakat di kota Pontianak terutama mereka yang tinggal di kawasan bergambut. Sumber air bersih yang diandalkan adalah dari air hujan, yang menjadi sangat terbatas ketersediaannya ketika terjadi musim kemarau. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih masyarakat untuk memproduksi air bersih di lahan gambut dengan menggunakan teknologi multi media filter (MMF). Teknologi MMF yaitu teknik penyaringan air gambut menggunakan dua tahap penyaringan dengan dua tabung. Adapun bahan penyaring yang digunakan adalah antrasit, pasir, kerikil, ijuk, arang(karbon). Sasaran utama adalah masyarakat di Kelurahan Batu Layang RT05/RW13 dan RT05/RW14 yang air gambutnya sudah tercemar akibat limbah peternakan babi dan Tempat Pembuangan Akhir sampah Kotamadya Pontianak. Metode yang diterapkan adalah difusi ipteks, sosialisasi, pembangunan instalasi air dan partisipasi aktif masyarakat, sehingga terbangun dua unit instalasi air untuk memproduksi air bersih di lahan gambut. Adanya kegiatan PKM ini masyarakat sudah memperoleh pengetahuan untuk memproduksi air bersih yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih.


Keywords


Air Bersih, Gambut, Multi Media Filte

References


A’idah E, Destiarti L, Idiawati N., (2018). Penentuan karakteristik air gambut di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Kimia Khatulistiwa 7(3): 91-96.

Departemen Pekerjaan Umum, (1980). Pengolahan Air Gambut Individual untuk daerah Rawa Pasang Surut (Bergambut). Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman Badan Penelitian dan Pengembangan, Jl.Pattimura no. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jendral Cipta Karya. Penunjuk Praktis Pembangunan Pengolahan Air Gambut. http://www.google.com 23 Desember 2012.

Kusnaedi, (2006), Mengolah Air Gambut dan Air Kotor Untuk Air Minum, Bogor: Penebar Swadaya

Notoadmojo S., (1994). Air Berwarna, Kajian terhadap Studi Laboratorium. Palangkaraya: Makalah, Lokakarya Pengolahan Air Berwarna.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010. (2010). Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

PT. SBK/HJT, (2010). Penjernihan Air (Water Purification). Jakarta: Alas Kusuma Group.

Pusat Informasi Wanita, (1991). Buku Panduan Air dan Sanitasi. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerja sama dengan Swiss Development Coorperation, Jakarta.

Suhendar, DP., Marsaulina I., Nuraini DS. (2012). Analisa Kualitas Air Gambut dan Keluhan Kesehatan Pada Masyarakat di Desa Suka Rame Baru Kec. Kuala Hulu Kab. Labuhan Batu Utara. Medan: Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Sutrisno T., Suciastuti E., (2006). Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: Rineka Cipta.

Wibowo, A.H., (2009). Analisis Perencanaan Partisipatif: Studi kasus di Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang, Thesis. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Dipenogoro.

Widiastuti, T., dan Latifah, S., (2017). Pemberdayaan petani lahan gambut melalui proses penjernihan air gambut. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 1(2):155-159.


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3123

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347