Inisiasi Teknologi Hayati Pada Petani Untuk Mendukung Revegetasi Lahan Bekas Perladangan

Hanna Artuti Ekamawanti, Herkulana Herkulana

Abstract


       Masyarakat di desa Antan Rayan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal. Kegiatan ini  bertujuan menginisiasi munculnya wirausahawan pertanian dengan pengetahuan dan keterampilan menghasilkan produk arang sekam dan produk teknologi hayati mikoriza untuk pembuatan bibit unggul. Khalayak sasaran yang dijadikan sebagai mitra adalah kelompok tani Naremang dan kelompok pemuda GPdI, khususnya di Nangun Nuyung. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Tahapan kegiatan yang dilakukan tahap penyadaran (penyuluhan dan pembekalan/bimbingan teknis) dan tahap penumbuhan (pendampingan praktis, pengawasan dan evaluasi). Hasil menunjukkan 70% peserta dapat memahami materi tentang potensi dan peluang pengembangan wirausaha pertanian. Persentase anggota mitra yang dapat membuat arang sekam 50%, 30% dapat membuat inokulum mikoriza dan bibit unggul dari 10 orang yang aktif mengikuti kegiatan ini.Produk teknologi hayati yang dihasilkandalam bentuk inokulum mikoriza arbuskula dan produk arang sekam tersebut dapat digunakan untuk membuat bibit-bibit unggul tanaman penghasil kayu dan buah-buahan. Selain dapat menunjang keberhasilan revegetasi lahan bekas perladangan, produk-produk tersebut juga dapat dijadikan peluang usaha mitra yang bernilai ekonomis yang dikelola oleh koperasi unit desa melalui pembentukan pengurus.


Keywords


Inokulum Mikoriza; Arang Sekam; Bibit Unggul

References


Comby, M., Mustafa G., Magnin-Robert M., Randoux B., Fontaine J., Reignault PH., Lounès-Hadj Sahraoui A., (2017). Arbuscular Mycorrhizal Fungi as Potential Bioprotectants Against Aerial Phytopathogens and Pests. Di dalam Wu Q-S (editor). Arbuscular Mycorrhizas and Stress Toleranceof Plants. Singapore: Springer Nature.

Ekamawanti, HA., Setiadi, Y., Sopandie, D., Santosa, DA., (2014). Mercury Stress Resistances In Naucleaorientalisseedlings Inoculated With Arbuscular Mycorrhizal Fungi. Agriculture, Forestry and Fisheries 3(2):113-120.

Ekamawanti, HA., Setiadi, Y., Sopandie, D., Santosa, DA., (2013). The Role Of Arbuscular Mycorrhizal Fungus (Gigaspora Margarita) On Mercury And Nutrients Accumulation By Enterolobiumcyclocarpum Seedlings. Microbiology Indonesia, 7 (4) : 167-176

Fitri, A, & Nurul S. (2014). Peningkatan produksi jagung melalui penggunaan mikoriza dan pupuk hayati di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Jurnal Pengabdian Sriwijaya 2(2): 117-123.

Hajoeningtijas, O D., & Suyadi A., (2011). Transfer Teknologi Perbanyakan Pupuk Hayatimikoriza Pada Petani Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Agritech. 13 (2): 125-139.

Marschner P. (2012). Mineral Nutrition of Higher Plants. Third Edition. USA: Elsevier.

Smith, SE., & Read, DJ., (2008). Mycorrhizal Symbiosis, 3rd edition, Elsevier, New York.

Solaiman, ZM., & Mickan B. (2014). Use of Mycorrhiza in Sustainable Agriculture and Land Restoration. Di dalam Solaiman ZM, Abbott LK, Varma A. (editor). Mycorrhizal Fungi: Use in Sustainable Agriculture and Land Restoration. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag.

Weber, OB., (2014). Biofertilizers with Arbuscular Mycorrhizal Fungi inAgriculture. Di dalam Solaiman ZM, Abbott LK, Varma A. (editor). Mycorrhizal Fungi: Use in Sustainable Agriculture and Land Restoration. Berlin Heidelberg: Springer-Verlag.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jppm.v3i2.3492

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347