Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Diabetes Melitus

Dwi Saryanti, Dian Nugraheni

Abstract


Prevalensi penyakit Diabetes melitus (DM) cukup tinggi di Desa Mancasan, Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini masih rendah sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang penyakit DM. Penyakit DM yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi ginjal, mata, sistem saraf dan organ lain dalam tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penyakit DM dan cara pengatasannya, serta memberikan pelatihan pembuatan teh celup herbal yang dapat digunakan untuk menunjang pengobatan penyakit DM. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit DM dan cara pengatasannya dan pelatihan pembuatan teh celup herbal dengan memanfaatkan biji mahoni yang merupakan bahan alam yang tersedia berlimpah disekitar lingkungan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan. Sebelum dan setelah penyuluhan dan pelatihan dilakukan diberikan pretes dan post tes  untuk menilai pemahaman masyarakat tentang diabetes melitus dan sebagai indikator keberhasilan dari kegiatan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai diabetes melitus yaitu dari 67,83% menjadi 90,43%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat diabetes melitus dan dapat memanfaatkan teh herbal dari bahan alam.


Keywords


Diabetes Melitus, Biji Mahoni, Teh Herbal

References


American Diabetes Association. (2013). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Position Statement Diabetic Care.

Alfarisi, S., Basuki, W., dan Susantiningsih, T. (2012). Perbedaaan Kadar Kreatinin Serum Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Terkontrol Dengan Yang Tidak Terkontrol di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2012, Majority (Medical Journal of Lampung University), 2 (5), 129-136.

Anani, S., Udiyono, A., Ginanjar, P. (2012). Hubungan Antara Perilaku Pengendalian Diabetes dan Kadar Glukosa Darah Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus (Studi Kasus di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1 (2). 466-478.

Anderson, dkk. (2001). A taxonomy for learning, Teaching and Assesing a Revision of Bloom’s. Taxonomy of Educational Objectives. Addison Wesley Longman. New York.

Dharma, I., S. (2015). Hubungan Diabetes Melitus Terkontrol dan Tidak Terkontrol Dengan Faktor Resiko Obstructive Sleep Apnea (OSA), Naskah Publikasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Madan, D. (2010). Coagulation profile in diabetes and its association with diabetic microvascular complications. JAPI.

Perkeni. (2011). Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2011. PB PERKENI. Semarang.

Permatasari, dkk. (2017). Manfaat Diabetes Self Management Education (DMSE) Untuk Pasien Diabetes Melitus. Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Palembang.

Schteingart, D. (2006). Pankreas: Metabolisme Glukosa dan Diabetes Melitus. In Price S.A, Wilson L.M (Ed). Patofisiologi Konsep Klinis Proses- Proses Penyakit 6th ed. EGC. Jakarta

Suryani, E, dan Aulanni'am. (2013). Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Mahoni Terhadap Peningkatan Kadar Insulin, Penurunan Ekspresi TNF-Alpha dan Perubahan Jaringan Tikus Diabetes. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 27 (3), 137-145.

Trisnawati dan Setyorogo. (2013). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5 (1).6-11

Yuniarti, T. (2008). Ensiklopedia Tanaman Obat Tradisional. Medpress. Yogyakarta.


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3626

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347