Penguatan Aspek Manajemen Produksi dan Kualitas Tempe Pada UKM Tempe

Dana Marsetiya Utama

Abstract


Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bakalankrajan Kecamatan Sukun Kota Malang. Mitra dari kegiatan PKM ini adalah UKM tempe “Londho”. Masalah yang terjadi di mitra adalah usaha belum membuat standart prosedur produksi yang jelas. Sehingga terkadang kualitas tempe tidak terjaga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan manajemen produksi dan kualitas usaha pada industri tempe di Kelurahan Bakalankrajan Kecamatan Sukun Kota Malang. Metode pelaksanaan kegiatan  ini melalui Participatory Rural Apprasial (PRA). Pelaksanaan kegiatan  dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan manajemen produksi dan kualitas usaha pada industri tempe. Pelatihan diberikan kepada 10 peserta. Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut adalah memberikan gambaran tahapan proses produksi yang baik dan lama proses perebusan kedelai untuk mendapatkan kualitas tempe yang baik.Kesuksesan PKM diukurmelalui peningkatan pengetahuan mitra tentang manajemen produksi dan kualitas usaha pada industri tempe. Hasil  pelatihan tersebut menunjukan peningkatan kuantitas produksi, pengetahuan dan keterampilan manajemen produksi dan kualitas usaha industri tempe. Hasil ini menunjukan program PKM efektif untuk meningkatkan kuantitas produksi serta manajemen keuangan usaha.


Keywords


Manajemen Produksi, Kualitas, Tempe

References


Anggoro, S., Harmianto, S. & Yuwono, P. D. (2018). Upaya Meningkatkan Kemampuan Pedagogik Guru Melalui Pelatihan Pembelajaran Tematik Sains Menggunakan Inquiry Learning Process dan Science Activity Based Daily Life. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 2, 29-35.

Astuti, N. P. (2009). Sifat Organoleptik Tempe Kedelai yang Dibungkus Plastik, Daun Pisang dan Daun Jati. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dwi Saputri, S. & Arum, K. (2009). Pengaruh lama pemasakan dan temperatur pemasakan kedelai terhadap proses ekstraksi protein kedelai untuk pembuatan tahu.

Garside, A. K. & Utama, D. M. (2017). Perancangan Sistem Informasi Laboratorium Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang. Research Report, 1.

Ginting, E., Antarlina, S. S. & Widowati, S. (2009). Varietas unggul kedelai untuk bahan baku industri pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 28, 79-87.

Halifah, P. (2011). Pengaruh lama perebusan terhadap kadar protein tempe kacang tunggak (Vigna unguiculata). bionature, 12.

Haliza, W., Purwani, E. Y. & Thahir, R. (2016). Pemanfaatan kacang-kacangan lokal sebagai substitusi bahan baku tempe dan tahu. Buletin Teknologi Pasca Panen, 3, 1-8.

Harto, S., Garside, A. K. & Utama, D. M. (2016). Penjadwalan Produksi Menggunakan Algoritma Jadwal Non Delay untuk Meminimalkan Makespan Studi Kasus Di CV. Bima Mebel. Spektrum Industri, 14.

Koswara, S. (1995). Teknologi pengolahan kedelai, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan.

Minarni, E. W., Utami, D. S. & Prihatiningsih, N. (2017). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dengan Budidaya Sayuran Organik Dataran Rendah Berbasis Kearifan Lokal dan Berkelanjutan. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 1, 147-154.

Mulyadi, A. F., Wijana, S., Dewi, I. A. & Putri, W. I. (2014). Karakteristik organoleptik produk mie kering ubi jalar kuning (Ipomoea batatas)(kajian penambahan telur dan CMC). Malang: Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya.

Murdiati, A., Sardjono, S. & Amaliah, A. (2000). Perubahan Komposisi Kimia Tempe Gembus yang Dibuat dari Bahan Dasar Ampas Tahu Ditambah Bekatul (The Different of Chemical Composition of Tempe Gembus Produced by Addition of Rice Bran to The Raw Material). Agritech, 20, 106-110.

Nasution, R., Garside, A. K. & Utama, D. M. (2017). Penjadwalan Job Shop Dengan Pendekatan Algoritma Artificial Immune System. Jurnal Teknik Industri, 18, 29-42.

Palupi, N. & Puspitasari, N. L. (1994). Pengaruh serat makanan dan senyawa antinutrisi dalam tempe terhadap ketersediaan mineral bagi tubuh. Laporan Penelitian. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Prasanti, D. & Fuady, I. (2017). Penyuluhan Program Literasi Informasi Kesehatan Dalam Meningkatkan Kualitas Sanitasi Bagi Masyarakat Di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 1, 129-138.

Shurtleff, W. & Aoyagi, A. (1979). The book of tempe, a super soyfood from Indonesia. Harper & Row. New York.

Tarwotjo, C. S. (1998). Dasar-Dasar Gizi Kuliner, Jakarta, Gramedia Widiasarana Indonesia.

Utama, D. M. (2016). Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 15, 64-68.

Utama, D. M. (2017)a. Analisa Perbandingan Penggunaan Aturan Prioritas Penjadwalan Pada Penjadwalan Non Delay N Job 5 Machine. Research Report, 1.

Utama, D. M. (2017)b. Model Penentuan Lot Pemesanan Dengan Mempertimbangkan Unit Diskon dan Batasan Kapasitas Gudang dengan Program Dinamis. Jurnal Teknik Industri, 18, 94-102.

Utama, D. M. (2017), Model Program Dinamis Dalam Penentuan Lot Pemesanan dengan Mempertimbangkan Batasan Modal. Prosiding, SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa),

Utama, D. M. (2019). Pengembangan Algoritma NEH Dan CDS Untuk Meminimasi Consumption Energy Pada Penjadwalan Flow Shop. 2019, 8.

Utama, D. M. & Baroto, T. 2018. Penggunaan SAW Untuk Analisis Proses Perebusan Kedelai Dalam Produksi Tempe. AGROINTEK, 12, 90-98.

Utama, D. M. & Yulianto, F. 2014. Perancangan Sistem Enterprise Resource Planning Modul Sales Pada Distributor Beras Ud Manis. Jurnal Teknik Industri, 15, 61-69.

Utari, D. M. 2010. Kandungan Asam Lemak, Zink, Dan Copper Pada Tempe, Bagaimana Potensinya Untuk Mencegah Penyakit Degeneratif. Gizi Indonesia, 33.


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3641

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347