Pelaksanaan Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Cabai dan Bawang Putih

Agus Dwi Nugroho, Achmadi Priyatmojo, Sri Nuryani Hidayah Utami, Sujiyanto Sujiyanto, Ika Patmawati, Gandhi Vimala, Novian Rachmanda Putra, Raden Mas Abadi, Muhammad Fajar Shodiq, Muji Lestari, Ibrahim Faisal Hutomo, Afif Lathifah, Ganang Gaga Prakoso

Abstract


Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan untuk mencapai pemenuhan kebutuhan cabai dan bawang putih dalam negeri. Salah satu strategi pengembangan usahatani cabai dan bawang putih adalah pemberdayaan petani. Tujuan kegiatan  ini antara lain 1) melaksanakan penyuluhan dan pendampingan budidaya cabai-bawang putih dan pembuatan sarana produksi pertanian serta 2) melakukan pengawasan terhadap bantuan APBN-P cabai dan bawang putih. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kentengsari Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyuluhan dan pendampingan budidaya cabai dan bawang putih, pengawasan bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian tanaman cabai dan bawang putih serta penyuluhan dan pelatihan perbanyakan Bacillus sp. Hasil dari kegiatan pendampingan ini adalah mampu memberikan pengetahuan bagi petani tentang cara budidaya cabai dan bawang putih dengan baik serta petani memahami manfaat dan teknik perbanyakan Bacillus sp. Alokasi bantuan APBN-P dari pemerintah mengalami keterlambatan sampai ke petani yang mengakibatkan waktu penanaman mengalami kemunduran. Masalah dalam pelaksanaan UPSUS APBN-P yakni waktu pendampingan yang terlalu pendek dan bantuan sarana produksi sampai petani tidak tepat waktu. Pemerintah perlu memikirkan periode pendampingan yang efektif serta bantuan dapat diterima petani dengan tepat waktu.


Keywords


Cabai, Bawang Putih, Penyuluhan, Pendampingan, Pengawasan Bantuan

References


Aminah, S. (2015). Pengembangan Kapasitas Petani Kecil Lahan Kering Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Bina Praja, 7(3), 197 – 210.

Istiyanti, E., Khasanah, U., & Anjarwati, A. (2015). Pengembangan Usahatani Cabai Merah di Lahan Pasir Pantai Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo. Agraris, 1(1), 6-11 .

Kementerian Pertanian, (2017). Pengembangan Cabai Nasional. Jakarta : Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian

Maulidah, S., Santoso, H., Subagyo, H., & Rifqiyyah, Q. (2012). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai Rawit (Studi Kasus di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri). SEPA, 8(2), 137-144.

Mukamto., Ulfah, S., Mahalina, W., Syauqi, A., Istiqfaroh, L., & Trimulyono, G. (2015). Isolasi dan Karakterisasi Bacillus sp Pelarut Fosfat dari Rhizosfer Tanaman Leguminosae. Sains dan Matematika, 3(2), 62-68.

Nugroho, A. D., Fadillah, C. U., Astuti, R. P., Irmania, L. V., Lestari, C., Pinardi, S. T., Anjarwati, N., Bahtiar, E. W., & Pratama, D. A. (2018). Pelaksanaan Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 287-296.

Perdana, S. A. (2016). Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pasar Lelang Sebagai Solusi Mewujudkan Kedinamisan Kesejahteraan Petani. Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, 1(1), 52 – 63.

Sukiyono, K. (2005). Faktor Penentu Tingkat Efisiensi Teknik Usahatani Cabai Merah di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Agro Ekonomi, 23(2), 176-190.

Sumarni, N., & Muharam, A. (2005). Budidaya Tanaman Cabai Merah. Bandung : Balai Penelitian Tanaman Sayuran.

White, B., Morey, P., Natawidajaja, R., & Morgan, W. (2009). Rantai Nilai Sayuran di Kawasan Timur Indonesia Fokus pada Cabe. Canberra : ACIAR.


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3718

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347