Pencegahan Penyakit Degeneratif Melalui Gerakan Sehat Berbasis Masjid (REHATSIMAS)

Erna Rochmawati

Abstract


Peningkatan fungsi masjid selain untuk sarana ibadah dapat dilakukan untuk peningkatan kesehatan umat. Kegiatan  ini menggabungkan tindakan pencegahan (edukasi, olahraga dan deteksi dini) dengan meningkatkan fungsi masjid untuk kesehatan umat.  Tujuan kegiatan adalah  tercapainya upaya preventif terhadap resiko terjadinya penyakit degeneratif dan resiko komplikasi pada masyarakat, deteksi dini dan senam kaki. Metode yang digunakan adalah memberikan pendidikan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah, dan pelaksanaan senam kaki. Pendidikan kesehatan dilakukan dua kali, yaitu dalam kelas besar dan individu yang mengalami hasil skrining abnormal. Skrining dilakukan dengan menggunakan tensimeter dan glucotest, sedangkan senam dilakukan dalam kelompok kecil. Hasil kegiatan  menunjukkan peserta mengetahui tanda dan gejala serta penatalaksanaan hipertensi.Terdapat produk berupa dua leaflet tentang hipertensi dan penatalaksanaanya. Hasil skrining 1 dan 2 lebih dari 50% tekanan darahnya melebihi batas normal (>130/90 mmHg). Dari segi ketrampilan, didapatkan 5 peserta dapat melakukan redemonstrasi senam kaki dengan baik. Kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan cara peer education dan pemilihan champion dari warga setempat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap penatalaksanaan hipertensi dan diabetes mellitus. 


Keywords


Diabetes Mellitus; Hipertensi; Pendidikan Kesehatan; Senam Kaki

References


Al-Lawati, J. A. (2017). Diabetes Mellitus: A Local and Global Public Health Emergency! Oman Medical Journal, 32(3), 177-179.

Boehme, A. K., Esenwa, C., & Elkind, M. S. V. (2017). Stroke risk factors, genetics and prevention. Circulation Research, 120, 472-495.

Burnier, M. (2019). Improving blood pressure control in hypertensive population: challenges of low adherence and early discontinuation Hypertension. doi:https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.119.12598

Colberg, S. R., Sigal, R. J., Yardley, J. E., Riddell, M. C., Dunstan, D. W., Dempsey, P. C., Tate, D. F. (2016). Physical Activity/Exercise and Diabetes: A Position Statement of the American Diabetes Association. Diabetes Care, 39(11), 2065-2079. doi:https://doi.org/10.2337/dc16-1728

Hallberg, I., Ranerup, A., & Kjellgren, K. (2016). Supporting the self-management of hypertension: Patients' experiences of using a mobile phone-based system. Journal of Human Hypertension, 30(2), 141-146. doi: 10.1038/jhh.2015.37

Kementrian Kesehatan. (2018). Riskesdas 2018.

Mills, K. T., BUndy, J. D., Kelly, T. N., Reed, J. E., Kearney, P. M., Reynolds, K., . . . He, J. (2016). Global Disparities of Hypertension Prevalence and Control: A Systematic Analysis of Population-based Studies from 90 Countries. Circulation, 134(6), 441-450. doi:doi: 10.1161/CIRCULATIONAHA.115.018912

Puskesmas Kasihan 2. (2018). Kunjungan Puskesmas Kasihan II Tahun 2008, 2009, 2010. Retrieved from https://puskesmas.bantulkab.go.id/kasihan2/data-kesehatan/

Utomo, U. M., Azam, M., & Anggarini, D. N. (2012). Pengaruh senam terhadap kadar gula darah peserta diabetes. Unnes Journal of Public Health, 1(11), 36-40.

Whelton, P. K. (2017). New ACC/AHA high blood pressure guidelines lowe definition of hypertension American College of Cardiology.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jppm.v3i2.4523

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347