Analisis Dominasi Penggunaan Lahan Kekotaan dan Kedesaan di Kecamatan Kembaran

Sakinah Fathrunnadi Shalihati, Sutomo Sutomo, Suwarno Suwarno

Abstract


Kecamatan Kembaran merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang sedang mengalami perkembangan wilayah yang cukup pesat. Seperti yang telah ditemukan dalam penelitian Sutomo dan Shalihati Tahun 2014 menunjukkan bahwa Desa Dukuh Waluh salah satu desa di Kecamatan Kembaran mengalami transformasi wilayah yang tinggi nampak dari terjadinya perubahan jumlah infrastruktur yang semakin meningkat selama 10 tahun terakhir. Jumlah infrastruktur yang semakin meningkat tentu memberikan dampak terjadinya penambahan lahan terbangun diwilayah tersebut. Untuk itu penelitian yang diusulkan saat ini merupakan tindak lanjut dari penelitian tersebut, yang diharapkan untuk mengetahui sejauh mana dominasi penggunaan lahan kekotaan dan kedesaan serta termasuk apa saja desa-desa di Kecamatan Kembaran dalam ketentuan subzone Urban/Ural/Rural menurut Yunus (2000). Metode dalam penelitian ini adalah analisis data primer dan sekunder dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG). Menggunakan teknik analisis kualitatif untuk Menggunakan teknik analisis kualitatif untuk: 1. Analisis dominasi penggunaan lahan kekotaan dan kedesaan di Kecamatan Kembaran, 2. Analisis kategori desa-desa di Kecamatan Kembaran dalam ketentuan subzone Urban/Ural/Rural menurut Yunus (2000). Hasil penelitian menunjukkan dominasi penggunaan lahan kekotaan dan kedesaan di Kecamatan Kembaran menunjukkan bahwa terdapat desa dengan dominasi penggunaan lahan kekotaan mencapai 48.06% dari luas wilayah desanya,, yaitu Desa Dukuh Waluh, namun ada pula desa dengan penggunaan lahan kekotaan 16.29% dari luas wilayah desanya yaitu Desa Sambeng Kulon. Sedangkan dari hasil meninjau persentase penggunaan lahan kekotaan dan kedesaan sekaligus persentase jarak dari daerah Kota Purwokerto ke desa-desa di Kecamatan Kembaran, maka menurut Model Segitiga Penggunaan Lahan Desa-Kota masuk pada subzone Urban Fringe.

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. 2016. Kecamatan Kembaran dalam Angka.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. 2016. Statistik Daerah Kecamatan Kembaran 2016. Katalog BPS: 1101002.3302220.

Bintaro. 1989. Dalam Interaksi Desa – Kota dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2013. Hlm.2. Medan: Bitra Indonesia.

Malingreau, Jean Paul. 1977. Apropose Land Cover/ Land use Classification and its use With remote Sensing Data In Indonesia. The Indonesian journal of Geography. No.33 Vol 7. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Muta’ali, Lutfi. 2013. Penataan Ruang Wilayah dan Kota (Tinjauan Normatif-Teknis). Jogjakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Muta’ali, Lutfi. 2013. Pengembangan Wilayah Perdesaan. Jogjakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa.

Rakhman, Adib Zakia. 2013. Kajian Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Sokaraja Kulon Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2001 dan 2011. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Shalihati, Sakinah F dan Esti. 2015. Analisis Persebaran Masjid Sarana Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah Kabupaten Purbalingga. Prosiding Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM UMP. Purwokerto: UMP Press.

Sutomo. 2001. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Fisikal Kawasan Koridor antara Kota Purwokerto-Sokaraja. Tesis. Universitas Gadjah Mada.

Sutomo dan Sakinah F Shalihati. 2013. Kajian Kemiskinan dan Perkembangan Wilayah Kabupaten Purbalingga dalam Perspektif Geospatial. Jurnal Geoedukasi Vol IV Nomor 1 Maret 2015. Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sutomo dan Sakinah F Shalihati. 2014. Transformasi Wilayah di Koridor Purwokerto-Purbalingga. Prosiding Seminar Hasil Penelitian LPPM UMP 2014. Purwokerto: UMP Press.

Sutomo dan Sakinah F Shalihati. 2015. Analisis Infrastruktur Unggulan Dalam Perkembangan Wilayah Kecamatan Purbalingga. Prosiding Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM UMP. Purwokerto: UMP Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial.

Yunus, Hadi Sabari. 1978. Interaksi Desa dan Kota.Yogyakarta: Liberty.

Yunus, Hadi Sabari. 1994. Teori dan Model Struktur Keruangan Kota. Fakultas Geografi UGM. Yogyakarta.

Yunus, Hadi Sabari. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jssh.v1i2.1879

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-9505