PEMANFAATAN JARINGAN SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA OLEH PELAKU UMKM (Studi Kasus: 8 Pelaku UMKM pada Sentra Makanan Rendang di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh)

Zeni Eka Putri

Abstract


Abstrak: Makanan rendang khas Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu kuliner yang diharapkan menjadi salah satu dari tiga kuliner yang diunggulkan di Indonesia seperti yang dinyatakan Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Emilia Suhaimi. Modal sosial seperti jaringan merupakan salah satu hal yang perlu dikembangkan oleh pelaku UMKM. Sudah ada kampung rendang di Kel. Sungai Durian, Kec. Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh bagi pelaku UMKM rendang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jaringan sosial yang dimiliki dan pemanfaatannya oleh pelaku UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, merupakan studi kasus terhadap 8 pelaku UMKM pada sentra makanan rendang. Hasil dari penelitian adalah;1)Pelaku usaha sudah memiliki jaringan sosial mikro yaitu  dalam hal produksi dan pemasaran; 2) Pelaku usaha sudah memiliki jaringan meso, baik dengan Dinas Koperasi dan UMKM, dengan pihak bank, IWAPI, maupun dengan pihak lainnya seperti perguruan tinggi, LIPI, maupun PERTAMINA; 3) Pemanfataan jaringan sodial belum dilakukan secara maksimal karena berbagai keterbatasan; 4) Ada hambatan yang dimiliki oleh pelaku baik secara ekternal maupun internal.

Kata kunci: UMKM, rendang, jaringan social

 

Abstract: Rendang is a wellknown dish originated from West Sumatra. Rendang from Payakumbuh, one of the city that produce rendang in West Sumatra, is  expected to be the top three in Indonesian culinary, as declared by Deputy of Marketing and Business Network Ministry of Coorporatives and SME, Emilia Suhaimi. Social capital like social networking is the primary capital that need to be developed in SME. In line with this purpose, Kampung Rendang has been developed in one of the district in Payakumbuh, located in Sungai Durian, Lamposi Tigo Nagari, Payakumbuh for SME. The aims of this study are to desribe the social network in this SME and the utilization of the network. This study use qualitative method, through case study from 8 SME participants at rendang food center. This study found that : 1) SME  already built network system in terms of producting and marketing ; 2) SME has built meso networking with Dinas Koperasi and SME, bank, IWAPI, universities, LIPI, and PERTAMINA; 3) These networking are not maximally utilized due to limitations ; 4) SME encounter both internal and external obstacles.

Keywords: SME, rendang, social network.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jssh.v2i1.2171

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-9505