Ajaran Satya dan Dharma dalam Membentuk Karakter Keluarga Hindu di Desa Peguyangan Kangin Kota Denpasar

I Ketut Sudarsana

Abstract


This research is derived from the background that today is age of kali yuga, which signed by decreasing of moral and ethic from most human beings on earth. On such situation, man will lose its steps, that are, humanity values on its self since born. On this Kali Age, men are controlled passion, lose love, suspect each other, even there are tendencies to do bad things represent today trend. Corruption everywhere, there are no fear or shame to make sin, giving sign that the truth is fade away. Fighting among tribes and kill each other happened in tremendous, love is gone to humans. Progress in science and technology has give great benefits to mankind, because all easier has been given. In other side if the progress of science and technology will be misused, it will be very dangerous not only to mankind but have impact to all creatures.


References


Cudamani. (1991). Mengatasi Stress Menurut Pandangan Agama Hindu. Jakarta : Hanuman Sakti.

Darmadi, H. (2007). Dasar Konsep Pendidikan Moral. Bandung : Alfabeta.

Darmayasa. (1995). Canakya Niti Sastra. Denpasar : Yasasan Dharma Narada.

Djamarah, S. B. (2004). Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga (Sebuah Perspektif Pendidikan Islam). Jakarta : Rineka Cipta.

Donder, I K. (2004). Sisya Sista (Pedoman Menjadi Siswa Mulia Dalam Perspektif, Relegiososiolenguistik edukatif). Denpasar : Pustaka Bali Pos.

Drucker, A. (1991). Intisari Bhagawadgita, wejangan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba, alih Bahasa Drs. I Wayan Sadia. Jakarta : Yayasan Shri Satya Sai Indonesia

Jendra, I W. (1991). Kidung Suci (Bhajan), Ungkapan Bahasa Bakti yang paling efektif dan Komunikatif pada Zaman Kali. Denpasar : Sai Study Group Bali.

Jendra, I W. (1996). Variasi Bahasa, Kedudukan dan Peran Bhagawan Shri Sathya Sai Baba, dalam Agama Hindu. Surabaya : Paramita.

Kajeng, dkk. (2001). Sarasamuccaya. Pemprop Bali : Proyek Peningkatan Sarana dan Prasarana Kehidupan Beragama.

Kasturi. (1984). Pancaran Penerangan (Vidya Vahini). Jakarta : Yayasan Shri Sathya Sai Indonesia.

Kasturi. (1992). Sabda Satya Sai Jilid IIa. Jakarta: Yayasan Shri Satya Sai Indonesia.

Madra, (pert). (2007). Mebina Anak Anak Sathya Sai. Surabaya : Paramita.

Mavinkurve, B. (1998). Nama Smarana (Merenungkan Nama Suci Tuhan) Alih Bahasa : I Wayan Maswinara. Surabaya : Paramita.

Ngurah, I Gusti Made dan Wardhana, I B. Rai. 1995. Doa Sehari-hari menurut Hindu.

Pendit, N. S. (2002). Bhagawadgita. Jakarta : PT. Gramedia.

Pudja, G. (1983). Manawa Dharma Sastra. Jakarta : Proyek Pengadaan Kitab Suci Hindu Dep. Agama RI.

Sadia, W. (pent.) (1988). Pendidikan Nilai-Nilai Kemanusiaan Untuk Jaman Baru. Jakarta : Yayasan Shri Satya Sai Indonesia.

Santisri. (2006). Thapovanam, Sri Sathya Sai Satcharitra. Alih bahasa : Tim Penterjemah Toko Prashadam, editor : I Wayan Jendra, Yogjakarta : Sipress

Shochib, M. (2000). Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta : Rineka Cipta.

Sivananda, S. S. (1993). Intisari Ajaran Hindu. Surabaya : Paramita.

Titib, I M. (1996). Veda: Sabda Suci, Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya : Paramita.

Titib, I M. (2006). Menumbuhkembangkan Pendidikan Budhi Pekerti Pada Anak (Perspektif Agama Hindu). Cetakan ke dua. Denpasar : Pustaka Bali Post.

Yupardi, W. S. (2004). Disiplin dan Sadhana Spiritual. Surabaya: Paramita.

Wisarja, I. K., & Sudarsana, I. K. (2017). Praksis Pendidikan Menurut Habermas (Rekonstruksi Teori Evolusi Sosial Melalui Proses Belajar Masyarakat). Indonesian Journal of Educational Research, 2(1), 18-26.

Wisarja, I. K., & Sudarsana, I. K. (2017). Refleksi Kritis Ideologi Pendidikan Konservatisme dan Libralisme Menuju Paradigma Baru Pendidikan. Journal of Education Research and Evaluation, 1(4), 283-291.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/jssh.v2i2.2188

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-9505