Pengembangan Industri Kreatif UMKM Asal Yogyakarta Melalui Pendaftaran "Jogja Co Branding"

Dyah Permata Budi Asri

Abstract


Saat ini UMKM telah menjadi bagian penting dalam perekonomian di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Keberadaan UMKM menjadi salah satu pilar utama penggerak perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa masalah utama yang dihadapi UMKM adalah kemampuan teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pemasaran, akses permodalan, dan kualitas produk. Salah satu permasalahan UMKM yang akan diangkat dalam topik penelitian ini adalah dari akses pemasaran. Dinas Perindustrian Perdagangan, selanjutnya disebut Disperindag Provinsi DI Yogyakarta, telah berupaya berperan dalam mempromosikan produk UMKM yang ada di wilayah Yogyakarta, dengan membuat kebijakan penggunaan co-branding untuk produk UMKM di DI Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pemasaran dalam konsep co-branding untuk memberikan perlindungan Merek bagi UMKM sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang Merek dan Indikasi Geografis Nomor 20 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian Yuridis Normatif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa saat ini Pemerintah Daerah DI Yogyakarta telah memiliki regulasi yang akan mengatur mengenai merek dan budaya tradisional yang berasal dari DI Yogyakarta. Adanya strategi pemasaran co-branding tersebut memang tidak berdampak langsung pada perlindungan merek dagang seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang Merek, namun dengan menggunakan fasilitas co-branding tersebut secara tidak langsung produk-produk yang diajukan merek tersebut akan terdaftar sebagai produk yang berasal dari Yogyakarta. Strategi pemasaran dengan menggunakan dua merek atau lebih (co-branding) itu diharapkan bisa melindungi, melestarikan, dan mendokumentasikan produk-produk asal Yogyakarta dengan prosedur yang mudah.

 

Kata kunci: Merek, UMKM, Co-Branding, Perlindungan Hukum

References


Buku

Bently, Lionel, Bred Sherman, 2001, Intellectual Property Law, Oxford University Press, New York.

Loughlan, Patricia, 1998, Intellectual Property: Creative and Marketing Rights, Sydney.

Soekanto, Soerjono & Sri Mamudji, 2001, Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat), Rajawali Pers, Jakarta.

Basu, Swasta, Handoko, T. Hani, William J. Stanton, 2004, Management Pemasaran Modern, PT. Grasindo Persada, Jakarta.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Penggunaan Merek Jogja Mark, 100% Jogja dan Jogja Tradition.

Sumber Lain

Asri, D. P. B., 2017, Relevansi Antara Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (Csr) dengan Keberlanjutan Suatu Perusahaan, Jurnal Cakrawala Hukum, 6 (2).

Lang, Kana James Massie, Imelda Ogi, 2015, Strategi Menciptakan Daya Saing Nilai Produk Usaha Mikro di Manado (Studi Kasus UD. Kloeman Bakery), Jurnal Ilmiah Berkala Efisiensi, Volume 15 No. 5.

Primiana, Ina, 2015, Peningkatan Daya Saing UMKM Jawa Barat dalam Menopang Perekonomian Nasional Menghadapi Persaingan Global, Penelitian Program Academic Leadership Grant, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjajaran, Bandung.

Sujatmiko Agung, 2008, Aspek Yuridis Lisensi Merek dan Persaingan Usaha, Jurnal Hukum Pro Justitia. Vol. 26 No.2.

--------------------, 2000, Perlindungan Hukum Hak Atas Merek, Yuridika, Vol. 15 No. 5.

http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/19/usaha-kecil-menengah-umkm-diy-tumbuh-hingga-10-per-tahun-682072, diakses tanggal 27 September 2016

http://www.pubinfo.id/beritapub-3-logo-produk-khas-yogya-ini-sudah-didaftarkan-.html, diakses tanggal 7 November 2017


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/kosmikhukum.v18i2.3448

Copyright (c) 2018 Kosmik Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

ISSN: 1411-9781