The Judgment of the Press to the Ruling Government in the New Order Era (A Discourse Analysis of the Editorial of Jakarta Post)

Khristianto Khristianto

Abstract


Pers memiliki fungsi kontrol bagi pemerintah yang berkuasa. Fungsi ini merupakan peran esensial yang disandang oleh pers. Namun, tidak semua kondisi memungkinkan pers bisa menjalankan fungsinya tersebut. Ketika penguasa tidak lagi bisa menghormati keberadaan pers dan menganggapnya sebagai lawan, maka persn akan menjadi korban. Pers akan dikekang dalam menjalankan fungsinya. Fenomena semacam ini terjadi pada masa order baru.

Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana wujud ketertindasan pers, melalui kajian terhadap editorial yang disajikan. Dengan pendekatan tatabahasa sistemik fungsional, kajian ini akan membaca lebih dekat bagaiaman penilaian media terhadap pelaksanaan pemilihan umum pada masa orde baru, yakni pemilu tahun 1992. Media yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Jakarta Post.

Berdasarkan analisis, terlihat dengan jelas bahwa media cenderung menilai positif terhadap perilaku pemerintah, dalam hal ini dari pemilu yang mereka laksanakan. Media mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan pemilihan umum yang adil dan pemerintah sudah berupaya keras agar pelaksanaan pemilu yang bisa lebih baik. 


Keywords


editorial, pemerintah, ketertindasan

Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/lks.v1i1.2203

Copyright (c) 2018

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2620-4037