The Characterization of Arthur Dismmesdale as A Puritan Priest in The Scarlet Letter

Faisal Faisal

Abstract


Novel The Scarlet Letter sangat menarik karena menampilkan sosok pastur yang seharusnya suci dan lepas dari dosa tetapi melakukan perbuatan paling terlarang oleh Tuhan dan dihujat oleh khalayak: zinah. Sebagai akibat dari perzinahan tersebut lahir seorang anak manusia dan sang ibu harus menjalani hukuman berat dengan label huruf A (adulterer, pezinai) selama hidupnya.

Ia pun dihantui rasa bersalah dan harus selalu berbohong dan menutupi apa yang terjadi. Apa yang ia lakukan bertentangan dengan etika dan ajaran Puritan yang  seharusnya dipegang teguh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Etika Puritan yang menyatakan manusia harus berbuat baik supaya menjadi The Elected (Yang Terpilih) amat menggangu pikirannya. Ia merasa tidak pernah menjadi The Elected, sebaliknya akan menjadi Yang Terkutuk.

Sebagai akibatnya, ia mengalami penurunan kondisi fisik karena puasa berat yang dijalani, hukuman yang dilakukan oleh dirinya sendiri serta terus-menerus berlutut di depan cermin untuk mengakui apa yang telah dilakukannya. Kondisi ini semakin diperparah dengan status sosialnya sebagai pastur yang dianggap mulia dan agung di mata masyarakat. Pastur adalah guru dan teladan masyarakat yang siap mendengarkan dan menerima pengakuan dosa. Pada akhirnya, sang pastur ini mengalami derita psikologis,tercermin dari sikapnya yang gugup dan kaku ketika harus berkhotbah. Dalam tidurnya dia berjalan menuju tempat Hester Prynne berdiri menerima hukuman. 


Keywords


sifat fisik, sifat sosial, sifat psikologis

Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/lks.v1i1.2204

Copyright (c) 2018

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2620-4037