REJECTION OF THE ASSUMPTION OF HUMAN RIGHTS IN AMERICA IN “ADVENTURES OF HUCKLEBERRY FINN”

Titik Wahyuningsih

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi sebuah novel karya Mark Twain yang berjudul Adventures of Huckleberry Finn. Novel ini dipilih karena orang-orang Amerika berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang mengakui hak asasi manusia, sementara novel ini menggambarkan sikap buruk dan kejam orang-orang Amerika terhadap orang-orang negro. Melalui episode-episode di dalam Adventures of Huckleberry Finn, gambaran kemanusiaan orang-orang Amerika didekonstruksi.
Teori dekonstruksi dari Jacques Derrida digunakan sebagai pisau analisis. Dekonstruksi bukanlah suatu sistem pemikiran tetapi merupakan usaha taktis yang didesain untuk membuktikan ketidakstabilan bahasa.
Dari penelitian ini diperoleh gambaran perlakuan keji masyarakat Amerika terhadap masyarakat kulit hitam, yang diwakili oleh Jim. Asumsi pertama berupa asumsi bahwa masyarakat kulit hitam atau Negro merupakan barang untuk diperjual-belikan. Masyarakat, bahkan mereka yang berasal dari golongan atas, -baik secara sosial maupun keagamaan, secara mudah membeli dan menjual orang kulit hitam demi mendapatkan uang. Kedua, mereka berpikir bahwa Negro bukanlah manusia. Asumsi ini dapat dilihat melalui bahasa yang mereka gunakan dan tindakan mereka menempatkan budak. Yang ketiga, mereka menjadikan kaum kulit hitam sebagai objek prasangka, keyakinan bahwa kaum kulit hitam adalah pelaku kriminal. Poin-poin di atas menjadi gambaran dekonstruksi tentang orang-orang Amerika dan keyakinan mereka sebagai bangsa yang menghargai hak asasi manusia.


Keywords


dekonstruksi, hak asasi manusia, orang negro

Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/lks.v1i2.2260

Copyright (c) 2018

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2620-4037