PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI “STRATEGI TIGA KATA”

Nurkanti Nurkanti

Abstract


Abstrak: Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kemampuan yang diujikan di kelas IX SMP. Menulis cerpen memang tidak mudah, namun siswa harus menguasainya. Selama ini hasil belajar untuk menulis cerpen tergolong kurang baik. Kebanyakan siswa merasa kesulitan ketika akan memulai menulis. Siswa merasa kebingungan dengan kata pertama yang akan digunakan dalam menulis cerpen. Dalam kondisi seperti itu, siswa cenderung menggunakan kata-kata yang klise yang biasa dipakai dalam cerita-cerita lama. Penggunaan model pembelajaran tertentu diharapkan dapat membantu memancing kreativitas siswa. Karena kesulitan siswa pada diksi/pilihan kata di awal cerpen, maka guru perlu memilih suatu strategi agar siswa tidak terjebak pada kata-kata klise yang banyak digunakan orang. Strategi Tiga Kata merupakan cara mengawali penulisan cerpen dengan mengambil tiga kata acak agar terhindar dari kata-kata klise. Dengan model pembelajaran yang sesuai, siswa akan lebih mudah mengikuti pembelajaran. Tentu saja berdampak pada hasil belajar yang lebih baik. Untuk itu guru juga sebaiknya lebih bijak dalam menggunakan model pembelajaran.

Kata kunci : kreativitas, menulis, cerpen, Strategi Tiga Kata

References


Akhadiyah, Sabarti. 1988. Evaluasi dalamPengajaran Bahasa. Jakarta: P2LPTK.

________. 1994. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Gie, The Lian. 2002. Terampil Mengarang. Yogyakarta: Andi.Laksana, A.S. 2007. Creative Writing. Jakarta: Media Kita.

Roekhan. 1991. Menulis Kreatif, Dasar-Dasar dan Petunjuk Penerapannya. Malang: YA3 Malang.

Tarigan, H. G. 1987. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Bandung: Angkasa.


Full Text: ##PDF##