PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS CERPEN BERBASIS PROYEK DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS CERPEN

Uji Lestari

Abstract


Abstrak: Terbatasnya sumber belajar untuk pembelajaran menulis cerita pendek (cerpen) di SMA melatarbelakangi peneliti untuk melakukan sebuah upaya mengembangkan bahan ajar. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar (modul) Menulis Cerpen Berbasis Proyek dengan Pendekatan Kontekstual bagi siswa Kelas XII Semester 1, ditinjau dari aspek kelayakan isi materi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafisan, untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis cerpen. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Pengembangan bahan ajar (modul) dilakukan dengan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall yang diadaptasi dari model pengembangan Puslitjaknov. Prosedur pengambangannya ada lima tahapan: 1) Tahap analisis produk yang akan dikembangkan. 2). Tahap mengembangkan produk awal yaitu tahap menyusun modul 3). Tahap validasi ahli dan revisi. 4). Tahap uji coba pada kelompok terbatas dan revisi produk 5). Tahap uji coba lapangan dan produk akhir. Uji coba produk dilakukan dengan eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group Design, untuk mengetahui kelayakan modul dengan mengubah skor hasil angket, konversi skala lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul menulis cerpen untuk siswa SMA kelas XII sudah layak menurut respon ahli dan guru Bahasa Indonesia bahwa aspek: 1) kelayakan materi, skor 20 dan 18, kategori sangat baik, 2) kebahasaan skor 18 kategori sangat baik dan 14 kategori baik 3) penyajian skor 43 dan 40,5 kategori sangat baik, 4) kegrafisan skor 13 dan 13 kategori sangat baik. Respon ahli media terhadap desain skor 14 kategori sangat baik.Respon siswa terhadap modul pada kelompok terbatas maupun luas secara umum sangat baik.Respon siswa pada uji coba kelompok kecil aspek materi diperoleh skor 18,53, kebahasaan 18,97, penyajian 14,3 dan kegrafisan 13,78 maka secara umum respon siswa terhadap modul, kategori sangat baik. Respon kelas eksperimen terhadap kelayakan modul, aspek materi skor 18,41, kebahasaan 19,8, penyajian 14,38 maka, secara umum respon siswa terhadap modul sangat baik. uji t beda, diperoleh hasil t hitung = 2,917 taraf signifikan α = 0,05 diperoleh t table 1,667, maka t hitung (2,917) > t table (1,667), sehingga disimpulkan pembelajaran dengan modul lebih efektif daripada pembelajaran yang tidak menggunakan modul, serta dapat meningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas eksperimen dengan peningkatan skor pascates 2,81, dan peningkatan persentase ketuntasan 47,22 %.

Kata kunci: pengembangan, modul, menulis cerpen, berbasis proyek, pendekatan kontekstual.

References


Borg, W. R., Gall, M., D. 1983.Educational Research An Introduction. New york and London, Logman Inc.

Depdiknas. 2006. KurkulumTngkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Depdiknas. 2008. Penulisan Modul. dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Direktorat Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional. 2010. Juknis Pengembangan Bahan Ajar SMA. (Online).http://guru- indonesia.net/admin/file/f_8899_22.JuknisPengembanganBahanAjar.pdfDiunduh 8 April 2013.

Kemendikbud. 2013. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project based Learning), Jakarta: Kemendikbud.

Nurgiyantoro, Burhan. 2012. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BPFE.

___________. 2012. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Prastowo, Andi. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: DIVA Press.

Sayuti, Suminto A. 2009. Model Pembinaan Penulisan Karya Sastra Kolaboratif-Produktif untuk Guru dan Siswa SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta. Naskah Publikasi Hasil Penelitian Strategis Nasional Tahun Anggaran 2009.

Sukardjo. 2010. “Pengadministrasian Ujian dan Pengolahan Skor.’ Hand out perkuliahan Pasca UNY. Yogyakarta.

Sugiyono. 2010. Statistic untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis sebagai Suatau Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tukan, P. 2005. Mahir Berbahasa Indonesia 2 SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Yudistira.

Tim Puslitjaknov. 2008. Metode Penelitian Pengembangan. Jakarta: Depdiknas.


Full Text: ##PDF##