OPTIMASI PENGGUNAAN SPRAY DRIED LACTOSE DAN AVICEL PH 102 SEBAGAI FILLER-BINDERS TABLET ASPIRIN

Rizki Okprastowo, Agus Siswanto, Suparman Suparman

Abstract


ABSTRAK

Aspirin merupakan bahan obat yang dapat dibuat dengan metode kempa langsung, karena sifatnya yang tidak tahan terhadap pemanasan dan memiliki sifat alir yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler-binders Spray Dried Lactose dan Avicel PH 102 terhadap sifat fisik tablet Aspirin dan kombinasi antara kedua bahan tersebut menghasilkan sifat fisik tablet yang optimum. Alasan penggunaan Spray Dried Lactose dan Avicel PH 102 dikarenakan kedua bahan tersebut memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik serta kombinasi keduanya bertujuan untuk mengurangi biaya formulasi.Tablet Aspirin dibuat dengan metode kempa langsung, terdiri dari 3 formula yang divariasikan pada penggunaan filler-binders. Formula I menggunakan 100% Spray Dried Lactose, formula II menggunakan 100% Avicel PH 102 dan formula III menggunakan kombinasi 50% Spray Dried Lactose dan 50% Avicel PH 102. Parameter yang digunakan adalah sifat fisik yang meliputi sifat alir, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Spray Dried Lactose dan Avicel PH 102 sebagai filler-binders pada tablet Aspirin berpengaruh positif terhadap waktu alir granul, keseragaman bobot dan kekerasan tablet sedangkan untuk kerapuhan dan waktu hancur perlu disempurnakan lagi pada formulasinya. Berdasarkan metode analisis simplex lattice design dapat diperoleh daerah optimum dari parameter sifat fisik pada tablet Aspirin.

Kata kunci: aspirin, filler-binders, laktosa, Avicel ph 102, simplex lattice design


ABSTRACT

Aspirin is a medicine substance that can made by direct compression, because the characteristic is not good for warmth and have a good fluidity. This research aimed to know the influence of used filler-binders Spray Dried Lactose and Avicel PH 102 for physical characteristic of Aspirin tablet and combination of both can result the tablet’s optimum physical characteristic. The reason of used Spray Dried Lactose and Avicel PH 102 are because both of that substance have a good fluidity and compressibility and combination of both aiming to reduce formulation cost. Aspirin tablets made by direct compression method, consists of three formulas that varied on the use of filler-binders. Formula I use 100% Spray Dried Lactose, formula II using 100% Avicel PH 102 and formula III using a combination of 50% Spray Dried Lactose and 50% Avicel PH 102. The parameters used are physical characteristic that include fluidity, hardness, friability and disintegration time. The results of these research show that the use of Spray Dried Lactose and Avicel PH 102 as filler-binders on Aspirin tablets provide a positive influence to the fluidity of granules, the uniformity of tablet weight and hardness, while for the friability and disintegration time needs to be refined again on the formulation. Based on the simplex lattice design analysis method can be obtained optimum area from the parameters on physical characteristic of Aspirin tablets.

Key words: aspirin, filler-binders, spray dried lactose, avicel ph 102, simplex lattice design

References


Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

_______. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Bolton, S. 1997. Pharmaceutical Statistics: Practical and Clinical Aplication Edisi III. New York: Marcel Dekker Inc.

Lachman L., Herbert AL., and Joseph L.K. 1989. Teori Dan Praktek Farmasi Industri. Ed ke-3. Terjemahan Siti Suyatmi. Jakarta: UI Press.

Pasqualoto K.F.M. 2005. Development and Evaluation of Amoxicillin Formulations by Direct Compression: Influence of the Adjuvants on Physicomechanical and Biopharmaceutical Properties of the Tablets. Acta Farmaceutica Bonaerense, Volume 24 No. 1. Brasil: Universidade Federal de Santa Maria.

Pratiwi L.D. 2008. Optimasi Formula Sediaan Tablet Hisap Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga) dengan Bahan Pengikat Gelatin dan Etilselulosa. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Rowe R.C., Paul J.S. & Paul J.W. 2003. Handbook of Pharmacheutical Excipients 4th edition. London: Chicago Pharmaceutical Press.

Siregar, C. 1992. Validasi di Industri Farmasi, Sebagai Pendukung Pelaksanaan CPOB. Bandung: Jurusan Farmasi Institut Teknologi Bandung.

Sulaiman, T.N.S. 2007. Teknologi dan Formulasi Sediaan Tablet. Yogyakarta: Laboratorium Teknologi Farmasi UGM.

Voight, R. 1995. Pelajaran Teknologi Farmasi. Ed ke-5. Penerjemah: Noerono. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Wang X., Cui F., Yonezawa, Y., Sunada H. 2003. Preparation and Evaluation of Combination Tablet Containing Incompatible Active Ingredients. Chem. Pharm. Bull. 51 (7). China: Shenyang Pharmaceutical University.

Widya C. A. 2010. Pengaruh Gelatin, Amilum dan PVP Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Sifat Fisik Tablet Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza, Rxob). Skripsi. Purwokerto: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v8i03.1129

ISSN: 2579-910X