FORMULASI SEDIAAN KRIM MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) SEBAGAI ANTIJERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

Erza Genatrika, Isna Nurkhikmah, Indri Hapsari

Abstract


Jerawat merupakan suatu kelainan kulit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai produk antibakteri adalah minyak jintan hitam (Nigella sativa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri sediaan krim dari minyak jintan hitam terhadap bakteri P. acnes dengan metode sumuran. Konsentrasi minyak jintan hitam dalam pembuatan krim antijerawat tipe M/A sebesar 5, 10, dan 20%. Krim antijerawat merk X digunakan sebagai kontrol positif. Pembuatan krim dilakukan dengan metode peleburan. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis (bau, warna, bentuk serta homogenitas), pengujian daya sebar, daya lekat, viskositas, pH, dan antibakteri. Analisis data menggunakan uji anova satu arah dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim antijerawat tipe M/A memenuhi persyaratan homogenitas, daya sebar krim yang baik (5-7 cm), pH krim yang baik (4,5-6,5), dan hanya Formula IV yang memenuhi persyaratan viskositas krim yang baik (4000-40.000 cPs). Namun, krim tidak memenuhi persyaratan daya lekat krim yang baik (<4 detik). Krim minyak jintan hitam dengan konsentrasi 20% memiliki aktivitas antibakteri yang paling efektif terhadap P. acnes.


Acne is a skin disorder which is caused by the Propionibacterium acnes. One of the substances that can be benefited as an antibacterial agent is black cumin (Nigella sativa L.) oil. The purpose of this study were to determine antibacterial activity of cream containing of black cumin oil to P. acnes by Kirby-bauer method. Black cumin oil was formulated into acne cream type o/w at concentrationof 5, 10, and 20%. Antiacne cream X was used positive control. Creams were prepared using fusion method. Evaluation of antiacne cream consistent of organoleptic (odor, color, shape, and homogeneity), dispersive power, adhesion, viscosity, pH, and antibacterial. Data was analyzed with one way anova and Kruskal-Wallis Test. The results showed that the antiacne cream type M/A meets the requirements of homogeneity, dispersive power (5-7 cm), pH (4.5-6.5) meet the requirements of the acceptable cream, and the only negative control group meets the requirements of viscosity of good cream (4000-40000 cPs). However, the cream does not meet the requirements of good adhesion cream (<4 seconds). Cream of black cumin oil with concentration 20% have the most effective antibacterial activity against Propionibacterium acnes.

References


Depkes RI. 1979. Materia Medica Indonesia, Jilid III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Ansel, H.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Diterjemahkan oleh Ibrahim, F. Cetakan I. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Difco. 1977. Manual of Dehydrated Culture Media and Reagents for Microbiology and Clinical Laboratory Procedures. 9th ed. Detroit Michigan: Difco Laboratories.

Harzalah, H.J., Kouidhi, B., Flamini, G., Bakhrouf, A., dan Mahjoub, T. 2011. Chemical composition, antimicrobial potential against cariogenic bacteria and citotoxic actifity of Tunisian Nigella Sativa esential oil and thymoquinone. Food chemistry 129:1469-1474.

Sharon, N., Anam, S., Yuliet. 2013. Formulasi krim ekstrak etanol bawang hutan (Eleutherine palmifolia L.). Natural Science: Journal of Science and Technology, vol 2(3):111-122.

Singh, G., Marimuthu, P., Murali, H.S. dan Bawa, A.S. 2005. Antioxidative and antibacterial potential of essential oil and estract isolated from various spice material. Journal of Food Safety. 25:130-145.

Tranggono, R.I., Latifah, F. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Wasitaatmadja, S.M. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI Press.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pji.v13i02.1256

ISSN: 2579-910X