AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSIK SERTA PENETAPAN KADAR SENYAWA FENOL TOTAL EKSTRAK DAUN, BUNGA DAN RIMPANG KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR)

Herni Kusriani, Anas Subarnas, Ajeng Diantini, Yoppi Iskandar, Shinta Marpaung, Mega Juliana, Fransiska Silalahi

Abstract


Kecombrang (Etlingera elatior) adalah salah satu jenis tumbuhan rempah yang termasuk suku zingiberaceae. Kecombrang mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid, dan polifenol. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa senyawa fenol berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Kecombrang merupakan tanaman suku zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai antioksidan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan sitoltoksik terhadap larva udang dari ekstrak daun, bunga dan rimpang kecombrang serta  menetapkan   kadar senyawa fenol totalnya. Sampel daun, bunga dan rimpang kecombrang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam dalam suhu ruangan. Ekstrak yang didapat selanjutnya dievaporasi pada suhu 500C sehingga menghasilkan ekstrak kental. Terhadap ekstrak selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 Difenil-1-Pikrihidrazil (DPPH), dan uji sitotoksik menggunakan metode BSLT (Brine Scrimp Lethality Test). Penetapan kadar fenol total dengan standar asam galat dianalisis menggunakan reagen Folin Ciocalteu yang diukur dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 765 nm. Aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, bunga dan rimpang menunjukkan  nilai IC50 beturut-turut 52,05; 457,54 dan 310,69 ppm, sedangkan aktivitas sitotosik yang dinyatakan dalam nilai LC50   berturut-turut adalah 859,039, 418,022, dan 1261,202 ppm. Kadar senyawa fenol total ekstrak daun, bunga dan rimpang kecombrang yang dihitung sebagai galat ekuivalen berturut-turut adalah 0,339% ± 0,006, 0,144% ± 0,024, dan 0,074% ± 0,018. Ekstrak daun kecombrang menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik dan kadar fenol total paling tinggi dibandingkan ekstrak bunga dan rimpang kecombrang. Sedangkan aktivitas sitotoksik ekstrak daun dan bunga menunjukkan potensi sebagai agen anti kanker karena menunjukkan nilai LC50 £ 1000 ppm. 

 

Thorch ginger (Etlingera elatior) is one type of spice plant that belongs to the zingiberaceae genus. Thorch ginger contain volatil oil, saponin, flavonoid, and polyphenol. The phenolic compounds mostly takes part in the activities of antioxidant. Thorch ginger is considered to be potential as the source of natural antioxidant and anticancer. This research was conducted to determine the activities of antioxidant and cytotoxic of the extract of leave, flower and rhizome of thorch ginger, and also to determine their total phenolic compounds. Leaves,  flower and rhizome of thorch ginger were macerated with 70% ethanol (3x24 hours) at room temperature and then the solvent is evaporated at 500C under pressure so that resulting concentrated extract. The whole extracts were then tested their antioxidant and cytotoxic  activity and  total phenolic content. The antioxidant activity was carried out by  1.1 of Difenil-1-Pikrihidrazil (DPPH) method, while cytotoxic activity using BSLT (Brine Scrimp Lethality) method. Determination of total phenolic content was analyzed using Folin Ciocalteu reagent with gallic acid as standard, and then measured by spectrophotometry at  l 765 nm. Antioxidant activities were showed on IC50 value of leave, flower and rhizome extracts of thorch ginger respectevelly 52,05; 457,54  and 310,69 ppm; and cytotoxic activity showed on LC50 value respectivelly 859,039; 418,022 and 1261,202 ppm. And total phenolic content respectevelly 0,339% ± 0,006, 0,144% ± 0,024, dan 0,074% ± 0,018. Leave extract of thorch ginger showed the best antioxidant activity and the highest at total phenolic content. Leave and flower extracts have a potency as anticancer agent with LC50 value £ 1000 ppm.


Keywords


Kecombrang (Etlingera elatior), kadar senyawa fenol, aktivitas antioksidan, sitotoksik

References


Badarinath A, Rao K, Chetty CS, Ramkanth S, Rajan T, & Gnanaprakash K. A. (2010). Review on In-vitro Antioxidant Methods : Comparisons, Correlations, and Considerations. International Journal of PharmTech Research, 2010:1276-1285.

Cahyani, Indra Wati. (2016). Pengujian Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak Rimpang dan Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M S.m). Bandung : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Farnsworth, N. R. (1966). Biological and phytochemical screening of plants. Journal of Pharmaceutical Sciences. 55:225-276.

Ghasemi, K., Ghasemi, Y., Ebrahimzadeh, M. (2009) : Antioxzidant Activity, Phenol and Flavonoid Contents of 13 Citrus Species Peels and Tissues. Pak. J. Pharm. Sci., Vol 22, No.3, July 2009. Pp. 277-281.

Gordon, M. H. (1990). The Mechanism of Antioksidants Action in Vitro. In: Hudson, B.J.F.

Habsah et al., 2005, Antitumour-Promoting and Cytotoxic Constituents of Etlingera Elatior ,Malays J. Med Sci; 12(1): 6–12

Handayani V., Ahmad A.R., dan Sudir M., (2014). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Bunga dan Daun Patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) Menggunakan Metode DPPH, Pharm Sci Res, Vol. 1 (2), Hal. 86-93

Hidayat dan Hutapea. (1991). Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI.

Ibrahim, H. and Setyowati, F.M. (1999). Nicolaia speciosa on C.C de Guzman and J.S. Siemonsma (eds) Plant resources of south east asia 13: spices. PROSEA. Bogor. Pp: 123-126

Mandal S, Yadav S, Nema R. (2009). Antioxidants: A Review. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research 2009: 102-104.

Ningtyas, Rina. (2010). Uji Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Air Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack) R.M Smith) Sebagai Pengawet Alami Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Sukandar, Dede, Nani Radiastuti, Ira Jayanegara, dan Adeng Hudaya. (2010). Karakterisasi Senyawa Aktif Antibakteri Ekstrak Air Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Bahan Pangan Fungsional. Jurnal. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2, 1978-8193.

Tresna, L dan Ruswanto. 2015. Potensi Antikanker dari Ekstrak Bunga Kecombrang dengan Berbagai Tingkat Kepolaran terhadap Sel T47D. STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Tasikmalaya.

Vaya and Aviram. (2001). Nutritional antioxidant: mechanism of action, analyses of activities and medical applications, Curr. Med. Chem-Imm, Endoc. & Metab, Agents

WHO. (2010). World Health Organization (WHO) Technical Report Series: Diet, Nutrition and the Prevention of Chronic Diseases. Geneva: WHO.


Full Text: PDF

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 1693-3591