Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Toga Untuk Hipertensi di Sumberagung Jetis Bantul

Lolita Lolita, Aulea Rahmawati, Aulia Rahmah, Eka Angriani Hasan, Fairuz Yaumil Afra, Ikrimah Ikrimah

Abstract


Pemanfaatan TOGA perlu digalakkan guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Keberhasilan pemanfaatan TOGA sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat mengenai manfaat jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang yang telah diteliti secara empiris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan TOGA hipertensi pada masyarakat di Dusun Balakan Sumber Agung Bantul, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pemberian intervensi berupa edukasi menggunakan leaflet secara door to door kepada masyarakat. Analisis data dengan melakukan pengukuran skor pengetahuan sebelum dan sesudah promosi kesehatan menggunakan uji independent t test. Hasil penilaian skor pengetahuan sebelum dan sesudah promosi kesehatan diperoleh nilai rata-rata skor pengetahuan sebelum promosi kesehatan yaitu 40,97±19,21 dan sesudah promosi kesehatan yaitu 90,65±13,65 dengan nilai p=0,000 pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kegiatan promosi kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) hipertensi di Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.


Keywords


Hypertension; Knowledge; Health Promotion; TOGA

References


Andarini. 2012. Terapi Nutrisi Pasien Usia Lanjut yang Dirawat di RS: Dukungan Nutrisi pada Kasus Penyakit Dalam. Dalam: Harjodisastro, D., Syam, A.F., Sukrisman, L. (Editor). Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI.

Anggraini, A.D., Waren, S., Situmorang, E., Asputra, H., Siahaan, S.S. 2009. Faktor--Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari sampai Juni 2008. Fakultas Kesehatan. Files of DrsMed-FK UNRI: 1-41. https://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/02/files-of-drsmed-faktor-yang-berhubungan-dengan-kejadian-hipertensi.pdf.

Brunner, Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal bedah. Edisi 8. Jakarta: EGC.

Dalimartha, S. 2008. Care Your Self Hipertension. Jakarta: Penebar Plus.

Fitria, T., Saputra, O. 2016. Khasiat daun seledri (Apium graveolens) terhadap tekanan darah tinggi pada pasien hiperkolesterolemia. Majority, 5(2):120-125.

Karo-Karo, U. 2010. Pemanfaatan tanaman obat keluarga di Kelurahan Tanah 600 Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 4(5):195-202.

Kemenkes RI. 2011. Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan: Panduan bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Oktaviani, F. 2015. Persepsi masyarakat terhadap peran dan kepentingan tokoh dalam penyebaran pengetahuan tanaman obat. Skripsi. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor.

Situmorang, R.O.P., Harianja, A.H. 2014. Faktor-faktor yang mempengaruhi kearifan lokal pemanfaatan obat tradisional oleh Etnik Karo. Prosiding Ekspose Hasil Penelitian Tahun 2014 Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli Medan.

Wahyuni, Eksanoto, D. 2013. Hubungan tingkat pendidikan dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di Kelurahan Jagalan di wilayah kerja Puskesmas Pucang Sawit Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 1(1):79-85.

Widyaningrum, T.A. 2014. Hubungan asupan natrium, kalium, magnesium dan status gizi dengan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Makamhaji Kartasura. Skripsi. Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Yulianto, S., Kirwanto, A. 2016. Pemanfaatan tanaman obat keluarga oleh orang tua untuk kesehatan anak di Duwet Ngawen Klaten. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, 5(1):75-80.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1835

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X