Pengaruh Konsentrasi Natrium Alginat Terhadap Gel Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis L.) Sebagai Inhibitor Tirosinase

Hanifah Rahmi, Rizky Ramadhan, Naniek Setiadi Radjab

Abstract


Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa-senyawa polifenol seperti katekin dan galokatekin galat yang dapat digunakan sebagai inhibitor tirosinase. Dalam penelitian ini ekstrak daun teh hijau dibuat menjadi sediaan gel dengan menggunakan natrium alginat sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi natrium alginat terhadap penghambatan tirosinase pada gel ekstrak daun teh hijau. Gel dibuat menjadi 3 formula dengan masing-masing konsentrasi natrium alginat sebesar 2%, 2,5%, 3%. Ekstraksi daun teh hijau dilakukan dengan cara refluks menggunakan pelarut metanol 50%. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula mempunyai nilai IC50 masing-masing sebesar 34,80 µg/ml, 23,27 µg/ml, 20,69 µg/ml. Kesimpulan penelitian ini, bahwa sediaan dengan natrium alginat 3% memberikan hasil penghambatan tirosinase yang paling baik dengan IC50 sebesar 20,69 µg/ml.

Keywords


Gel; green tea leaf; sodium alginate; tyrosinase inhibitor

References


Agoes, G. 2012. Sediaan Farmasi Likuida-Semisolida. Bandung: Penerbit ITB.

Cayce, K.A. 2004. Hyperpigmentation: an overview of the common affliction. Dermatol Nurs, 16(5):401-416.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid 5. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jenderal POM.

Farnsworth, N.R. 1966. Biological and Phytochemical Screening of Plants. USA: American Pharmaceutical Association.

Hanani, E. 2016. Analisis Fitokimia. Jakarta: EGC.

Lachman, L., Hobert, A.L., Joseph, L.K. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Jilid 2 Edisi Ketiga, terjemahan: Siti Suyatmi. Jakarta: UI Press.

Lloyd, H.W. 2011. Treatment of hyperpigmentation. Semin Cutan Med Surg, 30(3):171-175.

Lumempuow, L.I., Edi, S., Jessy, J.E.P. 2012. Aktivitas anti UV-B ekstrak fenolik dari tongkol jagung (Zea mays L.). Jurnal MIPA UNSRAT Online, 1(1):1-4.

Rowe, R.C. 2009. Handbook of Pharmaceuticals Excipients. 6 thEdition. London: Pharmaceuticals Press and The American Pharmacist Association.

Sangsrichan, S., Ting, R. 2010. Antioxidation and radical scavenging activities and tyrosinase inhibition of fresh tea leaves Camellia sinensis L. Science Sci. J. UBU, 1(1):76-81.

Szekalska, M., Agata, P., Emilia, S., Patrycja, C., Katarzyna, W. 2016. Alginate: current use and future perspectives in pharmaceutical and biomedical applications. International Journal of Polymer Science, (1):1-17.

Trease, G.E. 1961. A Texbook of Phamacognosy. London: Bailliere, Tindal & Cox.

Utomo, P.M. 2013. Optimasi perbandingan penggunaan natrium alginat dan natrium karboksimetil selulosa sebagai gelling agent terhadap stabilitas fisik gel rambut ekstrak daun urang aring (Eclipta prostrata). Skripsi. Fakultas Farmasi dan Sains, UHAMKA Jakarta.

Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Terjemahan: Soendani Noerono. Yogyakarta: UGM Press.

Wardiyah, S. 2015. Perbandingan sifat fisik krim, gel, dan salep yang mengandung etil p-metoksisinamat dari ekstrak rimpang kencur (Kaempferiae galangal L.). Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1904

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X