Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Kombinasi Candesartan-Amlodipin Dibandingkan dengan Kombinasi Candesartan-Diltiazem pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan

Faridah Baroroh, Andriana Sari

Abstract


Pengobatan hipertensi membutuhkan biaya yang besar, karena dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Adanya efektivitas antihipertensi yang berbeda-beda maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya pengobatan kombinasi candesartan-amlodipin dibandingkan dengan kombinasi candesartandiltiazem pada pasien hipertensi rawat jalan. Penelitian ini dirancang secara Cohort prospektif dengan pengamatan outcame selama 3 bulan di rumah sakit swasta di Yogyakarta. Outcame yang dinilai untuk menilai efektifitas biaya pengobatan adalah penurunan tekanan darah mencapai target setelah pengobatan. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan payers perspective yaitu BPJS, dengan komponen biaya yang diukur adalah biaya medik langsung. Efektivitas biaya pengobatan dianalisis menggunakan ICER (Incrimental Cost Effectiveness Ratio) dihitung berdasarkan rasio antara selisih biaya dan outcame pada kedua kelompok pengobatan. Subyek penelitian yang terlibat sebanyak 33 pasien, 24 pasien pengobatan kombinasi candesartanamlodipin, dan 9 candesartan-diltiazem. Sebesar 81,82% perempuan dan 72,73% memiliki rentang usia 51-70 tahun, komplikasi penyakit paling banyak adalah diabetes mellitus (60,60%). Hasil penelitian menunjukkan efektivitas pengobatan candesartanamlodipin 58,33%, sedangkan efektivitas pengobatan candesartan-diltiazem 22,22%. Nilai ICER sebesar Rp -23.187,40, hal ini menunjukkan candesartan-amlodipin mutlak lebih cost effectiveness dari candesartan-diltiazem. Pengobatan kombinasi candesartanamlodipin mutlak lebih cost effectiveness dari candesartan-diltiazem dengan nilai ICER sebesar Rp -23.187,40.


Keywords


Cost effectiveness analysis; hypertension; candesartan-amlodipine; candesartan-diltiazem

References


Andayani, T.M. 2013. Farmakoekonomi: Prinsip dan Metodologi. Yogyakarta: Bursa Ilmu.

Baroroh, F., Fatonah, S.S. 2017. Biaya medik langsung terapi hipertensi pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Yogyakarta. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 3(2):6-13.

Barton, M., Meyer, M.R. 2009. Postmenopausal hypertension mechanism and therapy. Hypertension, 54(11):11-18.

Dalimartha, S., Purnama, B.T., Sutarina, N., Mahendra, B., Darmawan, R. 2008. Care Your Self Hipertensi. Jakarta: Penebar Plus+.

Lingga, L. 2012. Bebas Hipertensi Tanpa Obat. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Maas, A.H.E.M., Franke, H.R. 2009. Women’s health in menopause with a focus on hypertension. Netherland Hearh Journal, 17(2):68-72.

Nike, N.W., Mukaddas, A., Rinaldi, M,T. 2016. Analisis efektifitas biaya pengobatan kombinasi amlodipin furosemid dibandingkan dengan kombinasi amlodipin bisoprolol pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Undata Palu periode Agustus-Oktober tahun 2014. Online Jurnal of Natural Science, 5(1):101-110.

Rustiani, E., Andradjati, R., Arsyanti, L. 2014. Analisis penggunaan obat antihipertensi di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit PMI Bogor: perbandingan cost effectiveness dan kualitas hidup pasien. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 12(2):209-215.

Sumarni, S., Amiruddin, R., Thaha, I.L.M. 2015. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Segeri. Jurnal Unhas, Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Sulawesi:1-8.

Supraptia, B., Nilamsari, W.P., Hapsari, P.P., Muzayana, H.A., dan Firdausi, H. 2014. Permasalahan terkait obat antihipertensi pada pasien usia lanjut di Poli Geriatri RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 1(2):36- 41.

Tedjasukmana, P. 2012, Tata laksana hipertensi, Departemen Kardiologi, RS Premier Jatinegara dan RS Grha Kedoya, Jakarta, Indonesia. CDK-192, 39(4):251-255.

Timur, W.W., Andayani, T.M., Aribawa, R. 2012. Analisis efektifitas biaya kombinasi antihipertensi oral pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang periode 2007. Jurnal Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang, 4(2):124- 133.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1952

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X