Citrula Gel dari Limbah Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) sebagai Antijerawat (Acne vulgaris)

Yola Anggraeni, Tika Ambarwati, Irmas Miranti, Erza Genatrika

Abstract


Jerawat  didefinisikan  sebagai  peradangan  kronik  dari  folikel  polisebasea  yang disebabkan  oleh  beberapa  faktor  dengan  gambaran  klinis  yang  khas.  Salah  satu tanaman  yang  dapat  mengatasi  jerawat  yaitu semangka.  Kulit buah semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) memiliki   senyawa antibakteri di antaranya  alkaloid,  fenol,  saponin,  dan  terpenoid.  Dalam penelitian ini ekstrak limbah  kulit  buah semangka diformulasikan   dalam   sediaan   gel.   Tahap   penelitian   yang menggunakan  rancangan  acak  lengkap ini meliputi  penyiapan  dan  pengumpulan simplisia   limbah   kulit   buah   semangka,   ekstraksi,   uji kandungan senyawa, formulasi gel, evaluasi sifat fisik sediaan gel, dan uji aktivitas antibakteri  terhadap  bakteri  Propionibacterium acnes  dan  Staphylococcus  aureus. Ekstraksi yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode maserasi dengan penyari kloroform. Uji kandungan senyawa dilakukan dengan menggunakan metode penapisan fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid, uji fenol, dan uji saponin. Ekstrak kulit buah semangka dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% kemudian diformulasikan dengan carbopol 940 dan dilanjutkan dengan evaluasi sifat fisik gel, di antaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji viskositas. Uji aktivitas antibakteri dari formulasi ekstrak kulit buah semangka dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil formulasi terbaik pada formulasi gel menghasilkan gel yang homogen, lekat, menyebar, pH yang cocok dengan kulit, dan memiliki viskositas yang cukup baik. Hasil terbaik dari zona hambat uji antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes yaitu 5,23 mm dan pada bakteri Staphylococcus  aureus yaitu 5,80 mm.


Keywords


antijerawat; ekstrak kloroform; gel; kulit semangka

References


Ansel, H.C. 1989. Pengantar Buku Sediaan Farmasi. Edisi 4. Jakarta: UI Press.

Buang, A. 2013. Formulasi krim masker wajah menggunakan lapisan putih kulit semangka (Citrullus vulgaris Schard) sebagai pelembab. Media Farmasi, 11(18):36-41.

Borman, I.O., Yusriadi, Sulastri, E. 2015. Gel antijerawat ekstrak daun buta-buta (Excoecaria agallocha L.) dan pengujian antibakteri Staphilococcus epidermidis. Galenika Journal of Pharmacy, 1(2):65-72.

Ditjen POM. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Djanggola, T.N., Yusriadi, Tandah, M.R. 2016. Formulasi gel ekstrak patik kebo (Euphorbia hirta, L.) dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Galenika Journal of Pharmacy. 2(2):68-75.

Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., Gigia. A.K. 2002. Spreading of semisolid formulation an update. Pharmaceutical Technology North America, 26(9):84-102.

Khan, Z.Z., Assi, M. Moore, T.A. 2009. Recurent epidural abcess caused by Propionibacterium acnes. Kansas Journal of Medicine, 92-95.

Martin, A. 1990. Farmasi Fisik. Jakarta: UI Press.

Miranti, L. (2009). Pengaruh konsentrasi minyak atsiri kencur (Kaemferia galanga) dengan basis salep larut air terhadap sifat fisik salep dan daya hambat bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Odewunmi, N.A., Umoren, S.A., Gasem, Z.M., Ganiyu, S.A. 2015. L-citrulline: an active corrison inhibitor component of watermelon rind extract for mild steel in HCl medium. Journal of the Taiwan Institute of Chemical Engineers, 51:15-46.

Rijayanti, R.P. 2014. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (Maringa foetida, L) terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura.

Viogenta, P., Samsuar, S., Utama, A.F.Y. 2017. Fraksi kloroform ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus, L) sebagai anti bakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Jurnal Kesehatan, 8(2):165-169.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.2964

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X