Formulasi Deodoran Spray dari Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai Antibakteri Penyebab Bau Badan (Staphylococcus epidermidis)

Mayang Ika Oktaviana, Irma Nur Pahalawati, Nofita Fitri Kurniasih, Erza Genatrika

Abstract


Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, lalapan, dan sayuran pelengkap. Tanaman ini masuk ke dalam famili Lamiaceae yang mengandung berbagai senyawa kimia, di antaranya fenol, saponin, alkaloida, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. Bau badan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, faktor genetik, kondisi kejiwaan, faktor makanan, faktor kegemukan dan bahan pakaian yang dipakai. Salah satu pemicu bau badan karena adanya infeksi bakteri yaitu bakteri Staphyloccous epidermidis. Bakteri ini menyebabkan bau badan karena menghasilkan asam isovalerat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan deodoran spray minyak atsiri daun kemangi, menguji sifat fisik sediaan deodoran spray, dan mengetahui formulasi yang efektif sebagai antibakteri S. epidermidis yang menyebabkan bau badan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kemangi mengandung linalool (3,42%) yang berpotensi sebagai antibakteri. Uji fisik dilakukan pada hari ke-0 (setelah pembuatan) dan ke-7 dengan hasil uji fisik sediaan secara organoleptis memiliki bau khas kemangi, berwarna keruh kekuningan, memiliki pH 4 yang kurang sesuai dengan pH kulit, dan mengalami kenaikan viskositas pada pemeriksaan hari ke-7. Hasil uji antibakteri dari formulasi 1, 2, dan 3 menunjukkan dayahambat berturut-turut 1,34; 13,22; dan 15,62 mm.


Keywords


bau badan; formulasi deodoran spray; kemangi

References


Aluko, B.T., Oloyede, O.I., Afolayan, A.J. 2012. Phytochemical and nutrient comositions of the leaves of Ocimum canum Sims. African Journal of Biotechnology, 11(63):12697-12701.

Klepak, P. dan Walkey, J. 2000. Antiperspirant and Deodoran. London: Britain kluwer Academic Publisher.

Larassaty, D. 2008. Uji aktivitas minyak atsiri etanol buah adas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Skripsi. Universitas Pakuan, Bogor.

Mulyani, Y., Bachtiar, E., Untung K.M.A. 2013. Peranan senyawa metabolit sekunder tumbuhan mangrove terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan mas (Cyprinus carpio L.). Jurnal Akuatika, IV(1):1-9.

Naibaho, O.H., Yamlean, P.V.Y., Wiyono, W. 2013. Pengaruh basis salep terhadap formulasi sediaan salep minyak atsiri daun kemangi (Ocinum sanctum L.) pada kulit punggung kelinci yang dibuat infeksi Staphylococcus aureus. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(02):27-33.

Nuritasari, A. 2017. Profil kandungan kimia dan potensi kombinasi minyak serai (Cymbopogon citratus) dan minyak atsiri (Ocimum basilicum L.) sebagai pengawet alami daging ayam. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Opalchenova, G. dan Obreshkova, D. 2003. Comparative studies on the activity of basil-an essential oil from Ocimum basilicum L.-againts multidrug resistant clinical isolates of the genera Staphylococcus, Entrococcus, and Pseudomonas by using different test methods. Journal of microbiological methods, 54(1):105-110.

Parahita, M.L. 2013. Daya antibakteri minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai zat aktif dan sediaan gel terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 dan Bacillus subtilis ATCC 6633. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma.

Telci, I., Baryam, E., Yilmaz, G., Avci, B. 2006. Variability in essential oil composition of Turkish basils. Biochemical Systematics and Ecology, 34(6):489-497.

Zulfa, A.F.R. 2016. Formulasi sediaan deodoran spray dari minyak atsiri kulit batang kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) sebagai antibakteri Staphylococcus epidermidis. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.2965

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X