Uji Aktivitas Antifungi Anggur Laut (Caulerpa sp.) Asal Pulau Ambai Serui Terhadap Fungi Candida krusei dan Candida albicans

Kristine Destrianita Siagian, Daniel Lantang, Sepriyanto Dirgantara, Eva Susanty Simaremare

Abstract


Anggur laut (Caulerpa sp.) memiliki potensi sebagai bahan obat antifungi baru karena mengandung beberapa senyawa aktif seperti saponin dan flavonoid yang bekerja sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antifungi ekstrak anggur laut (Caulerpa sp.) yang diekstraksi dengan 3 pelarut (dietil eter, etil asetat, dan etanol) terhadap fungi Candida krusei dan Candida albicans. Pengujian antifungi menggunakan metode difusi cakram dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 7 perlakuan, dan 3 kali pengulangan, dimana 7 perlakuan yang dimaksud adalah dengan menggunakan konsentrasi 100, 250, 500, 750, dan 1000 ppm, kontrol positif menggunakan flukonazol 5 μg dan kontrol negatif yaitu akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pelarut dari ekstrak dietil eter, etil asetat, dan etanol dari anggur laut mampu menghambat pertumbuhan fungi Candida krusei dan Candida albicans pada konsentrasi 100, 250, 500, 750, dan 1000 ppm. Hasil uji menunjukkan konsentrasi efektif untuk menghambat fungi Candida krusei pada ekstrak etanol dan Candida albicans adalah pada ekstrak etil asetat adalah 1000 ppm.


Keywords


Anggur laut (Caulerpa sp.); antifungi; Candida krusei; Candida albicans

References


Ariani, A., Hartati, S., dan Yohanes, M. 2013. Pemanfaatan saponin daun akasia (Acacia auriculiformis A. Cunn) sebagai pembusa alami dan agensia atibakteri dalam sabun cair. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA, 18 Mei 2013, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.

Davis, W., Stout, T. 1971. Disc PITE methods of microbiological antibiotic assay. Microbiology, 2(4):659-665.

Dimara, L. dan Yenusi, T.N.B. 2011. Uji aktivitas antibakteri dan antioksidan ekstrak pigmen klorofil rumput laut Caulerpa racemosa (Forsskal) J. Agardh. Jurnal Biologi Papua, 3(2):53-58.

Ferial, E.W. 2003. Pengenalan dan Teknik Identifikasi Makroalgae. Makasar: Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung: Penerbit ITB.

Irianto, K. 2009. Ekologi Laut Indonesia. Bandung: Sarana Ilmu Pustaka.

Maharani, A.M. dan Rizki, W. 2013. Pembuatan alginat dari rumput laut untuk menghasilkam produk dengan rendemen dan viskositas tinggi. http://eprints.undip.ac.id/3753/Data diakses pada 5 Januari 2018.

Majula, E. dan Rao, G.M.N. 2014. In vitro study of antimicrobial activity in marine algae Caulerpa Taxifolia and Caulerpa Racemosa. International Journal of Applied Biology and Pharmaceutical Technology, 5(2):57-62.

Permenkes. 2013. Rencana Induk Pengembangan Bahan Baku Obat Tradisional. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Singkoh, M.F.O, 2011. Aktivitas antibakteri ekstrak alga laut Caulerpa racemosa dari perairan Pulau Nain. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 6(3):123-127.

Siregar, R.S. 1991. Penyakit Jamur Kulit. Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v15i1.3018

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X