Uji Selektifitas dan Sensitifitas Pereaksi untuk Deteksi Formalin pada Bahan Pangan

Denia Pratiwi, Isna Wardaniati, Asiska Permata Dewi

Abstract


Bahan pangan  rentan untuk ditambahkan zat kimia berbahaya seperti formalin, apalagi pada bahan pangan yang kemungkinan banyak mengandung kadar air sehingga mudah busuk dan tidak tahan lama terhadap penyimpanan. Pemeriksaan formalin dalam bahan pangan dapat dilakukan dengan cara analisis kualitatif yang tidak memerlukan waktu lama dan lebih praktis tetapi jenis pereaksi yang dapat digunakan sangat banyak. Sehingga dibutuhkan pereaksi yang lebih selektif dan sensitif terhadap bahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui selektifitas dan sensitifitas pereaksi pada bahan pangan. Penelitian ini dilakukan secara analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pereaksi formalin (Schiff, Scryver, KMnO4, Fehling, dan Nash)  terhadap sampel bahan pangan yaitu daging ayam, tahu, ikan asin, dan mie basah yang telah diberi formalin dengan variasi konsentrasi 0,01; 0,1; 1,0; 10; 100; dan 1000 ppm. Dari hasil penelitian analisis kualitatif terhadap formalin menunjukan pereaksi yang selektif untuk identifikasi formalin pada keempat bahan pangan adalah pereaksi Schiff, KMnO4, Scryver, Nash. Pereaksi yang sensitif terhadap formalin pada keempat bahan pangan hingga 0,01 ppm adalah Schiff dan KMnO4.Sedangkan pereaksi Scryver dan Nash hanya mampu mendeteksi formalin hingga konsentrasi 100 ppm.


Keywords


bahan pangan; formalin; selektivitas dan sensitifitas

References


Antoni, S. 2010. Analisa kandungan formalin pada ikan asin dengan metode spektrofotometri di Kecamatan Tampan Pekanbaru. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

Fessenden, R.J. 1986. Kimia Organik. Yogyakarta: Penerbit Erlangga.

Jamlean, F.V. 2016. Identifikasi formalin pada berbagai jenis ikan asin yang beredar di Pasar Tradisional X di Kabupaten Y Yogyakarta periode Juni 2015. Jurnal Farmasi Akfarindo, 1(1):43-47.

Drastini, Y. dan Widiasih, D.A. 2009. Studi metode schiff untuk deteksi kadar formalin pada ikan bandeng laut (Chanos-chanos). Jurnal Sain Veteriner, 27(1):21-27.

Shita, A.E. 2016. Selektivitas metode analisis formalin secara spektrofotometri dengan pereaksi Schiff’s. Skripsi. FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.

Syafitri, W., Firmansyah, A. Hamdani, S. 2012. Skrining pereaksi spot test untuk deteksi kandungan formalin pada bahan pangan. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 1(2):1-11.

Khaira, K. 2016. Pemeriksaan formalin pada tahu yang beredar di Pasar Batusangkar menggunakan kalium permanganat (KMnO4) dan kulit buah naga. Sainstek Jurnal Sains dan Teknologi, 7(1):69–76.

Kusumawati, F. dan Trisharyanti, I.D.K. 2004. Penetapan kadar formalin yang digunakan sebagai pengawet dalam bakmi basah di pasar wilayah Kota Surakarta. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 5(1):131–140.

Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Depkes RI.

Rohman, A. 2007. Analisis Makanan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ham, M. 2008. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.

Sikanna, R. 2016. Analisis kualitatif kandungan formalin pada tahu yang dijual di beberapa Pasar di Kota Palu. Kovalen, 2(2):85-90.

Suryadi, H., Kurniadi, M., Melanie, Y. 2014. Analisis formalin dalam sampel ikan dan udang segar dari Pasar Muara Angke. Majalah Ilmu Kefarmasian, 7(3):16–31.

Susanti, S. 2010. Penetapan kadar formaldehid pada tahu yang dijual di Pasar Ciputat dengan metode spektrofotometri UV-Vis disertai kolorimetri menggunakan pereaksi Nash. Skripsi. FKIK, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Saptarini, N.M., Wardati, Y., Supriatna, U. 2011. Deteksi formalin dalam tahu di Pasar Tradisional Purwakarta. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 12(1):37-44.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.3249

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X