Deteksi Adulteran dalam Sediaan Jamu Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) Menggunakan Metode Analisis Sidikjari KLT Video Densitometri

Emma Emawati, Yesinta Yesinta, Anan Niazi Usman, Aiyi Asnawi

Abstract


Temu hitam (Curcuma aeruginosa Rox.) merupakan salah satu jenis temu-temuan dari suku Zingiberacea, memiliki khasiat antara lain sebagai penambah nafsu makan, membersihkan setelah melahirkan, batuk berdahak, sesak nafas, dan penyakit kulit. Banyaknya khasiat dari temu hitam menyebabkan temu hitam sering di konsumsi dalam bentuk sediaan jamu instan. Namun kurangnya kontrol kualitas standar dari obat herbal mengakibatkan banyaknya kecurangan dalam pembuatan sediaan jamu. Kromatografi sidik jari dengan KLT video densitometri dapat memberikan informasi mengenai integritas, kesamaan, dan perbedaan komponen kimia dalam ekstrak atau produk herbal yang diteliti dengan cepat dan mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode kromatografi lapis tipis (KLT) video densitometri sidikjari dan analisis PCA untuk menguji keaslian sediaan jamu temu hitam. Determinasi ekstrak dan sediaan jamu temu hitam dilakukan menggunakan metode KLT video densitometri yang tervalidasi dengan komposisi fasa gerak adalah campuran n-heksana : etil asetat (3:1,5; v/v) dan silika gel 60 GF254 sebagai fasa diam. Adulteran yang digunakan adalah kunyit (Curcuma longa). Pendeteksian menggunakan pereaksi anisaldehida sedangkan perekaman bercak  menggunakan kamera mirrorless dan bercak di transformasi menggunakan software TLC analyzer. Analisis Principal component analysis (PCA) menggunakan metode kemometrik dengan menghasilkan data berupa score dan loading. Terdapat pola data PCA dari ekstrak temu hitam terhadap kunyit dalam kelompok masing-masing. Hasil dari ketiga produk temu hitam instan yang diuji, dua produk tidak mengandung adulteran kunyit karena memiliki karakteristik yang sama dengan temu dan satu produk tidak mengandung temu hitam dan kunyit. Profil KLT video densitometri sidikjari dipetakan dengan principal component analysis (PCA) menggunakan variabel Rf telah berhasil mengidentifikasi keaslian sediaan bubuk temu hitam murni terhadap adulterasi dengan kunyit.

Keywords


Aduterasi, Jamu, KLT, Kunyit, PCA, Temu hitam, Video densitometri

References


A. Asnawi, E Febrina, DI Dinata, FN Fazrina, Penetapan Kadar Pseudoefedrin HCl Dan Loratadin Dalam Kombinasi Sediaan Kapsul Menggunakan Metode Klt Video Densitometri, JURNAL FARMASI GALENIKA, 2017

Angel, G.R., B. Vimala, B. Nambisan. 2012. Phenolic content and antioxidant activity in five underutilized starchy Curcuma species. Int. J. Pharmacog. Phytochem. Res. 4:69-73.

Ashraf K, Mujeeb M, Ahmad A, et al. Validated HPTLC analysis method for quantification of variability in content of curcumin in Curcuma longa L (turmeric) collected from different geographical region of India. Asian Pac J Trop Biomed, 2012; 2:S584-S588.

Booker A, Frommenwiler D, Johnston D, Umealajekwu C, Reich E, Heinrich M. J Ethnopharmacol. 2014 Mar 14;152(2):292-301. doi: 10.1016/j.jep.2013.12.042. Epub 2014 Jan 10.

Dalimartha, Setiawan (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. 3. Depok: Puspa Swara. ISBN 979-3235-73-X.

Djauharia, E., S. Sufiani. 2007. Observasi keragaan tanaman temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) pada berbagai jarak tanam. Warta Tumbuhan Obat Indonesia 7:21-23.

FZ Muttaqin, A Yuliantini, A Fitriawati, A Asnawi, PENETAPAN KADAR SENYAWA METAMPIRON DAN DIAZEPAM DALAM SEDIAAN KOMBINASI OBAT MENGGUNAKAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI, Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 2017

Hess, Amber Victoria Irish. "Digitally-Enhanced Thin-Layer Chromatography: An Inexpensive, New Technique for Qualitative and Quantitative Analysis." J. Chem. Educ. 2007, 84, 842.

Jayaprakasha GK, Jaganmohan RL, Sakariah KK. An improved HPLC method for the determination of curcumin, demethoxycurcumin and bisdemethoxycurcumin. J Agric Food Chem, 2002; 50:3668-3672.

Nasrullah, I., S. Murhandini, W.P. Rahayu. 2010. Phitochemical study from Curcuma aeruginosa Roxb. rhizome for standardizing traditional medicinal extract. J. Int. Env. Appl. Sci. 5:748-750.

Nurcholis, W., N. Khumaida, M. Syukur, M. Bintang, I.D.A.A.C. Ardyani. 2015. Phytochemical screening, antioxidant and cytotoxic activities in extracts of different rhizome parts from Curcuma aeruginosa Roxb. Int. Res. Ayurveda Pharm. 6:634-637.

Pothitirat W, Gritsanapan W. Quantitative analysis of curcumin, demethoxycurcumin and bisdemethoxycurcumin in the crude curcuminoid extract from Curcuma longa in Thailand by TLC-Densitometry. Mahidol Univ J Pharm Sci, 2005; 32:23-30.

Reanmongkol, W., S. Subhadhirasakul, N. Khaisombat, P. Fuengnawakit, S. Jantasila, A. Khamjun. 2006. Investigation the antinociceptive, antipyretic and anti-inflammatory activities of Curcuma aeruginosa Roxb. extract in experimental animals. J. Sci. Technol. 28:999-1008.

Rohman A, Devi, Sudjadi, Nugroho A. Analysis of Curcumin in Curcuma longa and Curcuma xanthorriza Using FTIR Spectroscopy and Chemometrics. Res J Med Plant, 2015; 9:179-186. doi: http://dx.doi. org/10.3923/rjmp.2015.179.186.

Sanimah Simoh and Alizah Zainal, Chemical profiling of Curcuma aeruginosa Roxb. rhizome using different techniques of solvent extraction, Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, Volume 5, Issue 5, May 2015, Pages 412-417

Srivastava, S., N. Chitranshi, S. Srivastava, M. Dan, A.K.S. Rawat, P. Pushpangadan. 2006. Pharmacognostic evaluation of Curcuma aeruginosa Roxb. Nat. Prod. Sci. 12:162-165.

T. Pluskal, S. Castillo, A. Villar-Briones, M. Orešič, MZmine 2: Modular framework for processing, visualizing, and analyzing mass spectrometry-based molecular profile data, BMC Bioinformatics 11:395 (2010). PMID: 20650010

Theodoridis, G.A., Gika, H.G., Want, E.J., and Wilson, I.D., 2012, Liquid chromatography-mass spectrometry based global metabolite profiling: a review, Anal. Chim. Acta, 711, 7–16.

Zeb, A., & Murkovic, M. (2010). Thin-layer chromatographic analysis of carotenoids
in plant and animal samples. Journal of Planar Chromatography – Modern TLC, 23
(2), 94–103.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3411

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X