Perbandingan Kualitas Suplemen Minyak Ikan Layang (Decapterus ruselli) Menggunakan Bentonit Dengan Berbagai Konsentrasi Pada Tahap Bleaching

Yanu Andhiarto, Santi Wijaya

Abstract


Suplemen minyak ikan termasuk dalam salah satu produk pengembangan hasil perikanan laut yang cukup potensial untuk dikembangkan terutama dalam bidang kefarmasian karena mengandung asam lemak tidak jenuh yang merupakan komponen esensial bagi tubuh manusia, terutama asam lemak rantai panjang asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Minyak ikan hasil ekstraksi mengandung pengotor sehingga perlu dilakukan pemurnian untuk mendapatkan minyak ikan dengan mutu baik. Bentonit merupakan adsorben yang dapat meningkatkan mutu dan memperbaiki warna minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik mutu dan perbandingan karakteristik mutu hasil pemurnian minyak ikan layang (Decapterus russelli) menggunakan bentonit konsentrasi 1, 3, dan 5% pada tahap bleaching. Penelitian ini dilakukan 3 tahapan yaitu degumming, refining, dan bleaching, kemudian dilakukan uji karakteristik mutu minyak ikan. Dari hasil penelitian, pemurnian minyak ikan layang terbaik pada konsentrasi bentonit 3% menghasilkan minyak ikan yang memenuhi persyaratan International Fish Oil Standard (IFOS) dengan nilai kadar asam lemak bebas sebesar 0,4406±0,0265% (b/b); bilangan peroksida sebesar 3,9953±0,0742 mEq/kg; bilangan p-anisidin sebesar 13,6624±1,9574 mEq/kg; bilangan total oksidasi sebesar 21,6531±1,8150 mEq/kg; dan kejernihan berturut-turut 74,6996±1,9363; 94,4950±1,5724; 95,1060±1,667; 95,6906±1,4371; dan 95,9356±1,3427 %T berturut-turut pada panjang gelombang (λ) 450, 550, 620, 665, dan 700 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bentonit berpotensi sebagai adsorben dalam proses pemurnian minyak ikan kasar ditandai dengan karakteristik mutu menjadi lebih baik. Hasil uji one-way ANOVA dan Kruskal-Wallis perbedaan konsentrasi bentonit menunjukkan perbedaan nyata terhadap nilai analisis bilangan asam lemak bebas dan kejernihan. Namun tidak berbeda nyata terhadap nilai analisis bilangan peroksida, p-anisidin, dan bilangan total oksidasi.


Keywords


bentonit; bilangan asam lemak bebas; bilangan peroksida; kejernihan; minyak ikan layang

References


Estiasih, T. 2009. Minyak Ikan: Teknologi dan Penerapannya untuk Pangan dan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Handayani, K. dan Yusnimar. 2013. Pengaruh ukuran partikel bentonit dan suhu adsorpsi terhadap daya jerap bentonit dan aplikasinya pada bleaching CPO. Teknobiologi: Jurnal Ilmiah Sains Terapan, 4(2):117-121.

Hidayaturrahmah, Muhamat, Akbar, A. 2016. Efek ekstrak minyak ikan patin (Pangasius hypopthalmus) terhadap peningkatan memori dan fungsi kognitif mencit berdasarkan passive avoidance test. Jurnal Pharmascience, 03(02): 14–22.

Minarny, G., Purnomo, H., Asriani, Rosyidi, D. 2014. Fatty acid profile of fish from Central Sulawesi, Indonesia. International Food Research Journal, 21(3):979-983.

Sutarjo, G.A. 2017. Analisis kadar protein dan kadar lemak pakan ikan gabus dalam bentuk cake dengan konsentrasi ikan layang (Decapterus sp.) yang berbeda. Prosiding Seminar Nasional III: Biologi, Pembelajaran, dan Lingkungan Hidup Perspektif Interdisipliner. 29 April 2017. Universitas Muhammadiyah Malang.

Suseno, S.H., Musbah, M., Ruspatti, N.P. 2016. Karakteristik minyak ikan murni sardin (Sardinella sp.) dan cucut (Centrophorus Sp.) sebagai bahan suplemen makanan kaya omega-3 dan squalen. Prosiding Seminar Nasional Kelautan. 27 Juli 2016. Universitas Trunojoyo Madura.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3570

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X