Aktifitas Antiinflamasi Fraksi-Fraksi Ekstrak Etanol 95% dari Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) pada Tikus Putih Jantan

Maifitrianti Maifitrianti, Landyyun Rahmawan Sjahid, Nuroh Nuroh, Rizqa Ayutri Muyus Acepa, Widya Dwi Murti

Abstract


Ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) telah lama digunakan sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi dari ekstrak etanol daun kersen yang memiliki efek antiinflamasi melalui parameter penurunan volume eksudat, penurunan jumlah leukosit, monosit, neutrofil, dan limfosit eksudat pada tikus putih jantan udem yang diinduksi karagenin. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif diberi Na CMC 0,5%), kelompok II (kontrol positif diberi natrium diklofenak 10,278 mg/kgBB), kelompok III, IV, dan V diberi fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air masing-masing dengan dosis 5,15 mg/kgBB. Metode yang digunakan adalah metode kantung granuloma (granuloma pouch). Udem pada tikus diinduksi dengan menyuntikkan karagenin 2% secara subkutan. Suspensi fraksi diberikan secara oral, satu jam sebelum induksi udem. Volume eksudat, jumlah leukosit, monosit, neutrofil, dan limfosit eksudat diukur setelah 24 jam. Data yang didapat diuji secara statistik dengan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dengan dosis 5,15 mg/kgBB tikus dapat menurunkan volume eksudat dan jumlah leukosit eksudat secara signifikan (p<0,05). Efek antiinflamasi fraksi ini juga sebanding dengan kontrol positif yaitu natrium diklofenak dengan dosis 10,278 mg/kgBB tikus.


Keywords


antiinflamasi; fraksi; kersen (Muntingia calabura L.); udem

References


Departemen Kesehatan RI. 2008. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi 4. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Duarte, D.B., Vasko, M.R., and Fehrenbacher, J.C. 2016. Models of inflammation: Carrageenan Air Pouch. Current Protocols in Pharmacology, 72:5.6.1-5.6.9.

Furst, D.E., Urlich, R.W. & Prakash, S. 2013. Anti-inflamasi Non-steroid, Antirematik, Pemodifikasi Penyakit, Analgetik Non-opioid, & untuk Gout. Dalam: Katzung, B.G. Farmakologi Dasar & Klinik. Edisi 12 Vol. 2. Jakarta: EGC.

Gandasoebrata, R. 2010. Penuntun Laboratorium Klinik. Edisi 16. Jakarta: Dian Rakyat.

Hanani, E. 2015. Analisis Fitokimia. Jakarta: EGC.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Edisi ke-2. Bandung: ITB.

Hidayati, N.A., Listyawati, S., dan Setyawan, A.D. 2008. Kandungan kimia dan uji antiinflamasi ekstrak etanol Lantana camara L. pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan. Bioteknologi, 5(1):10-17.

Khotimah, S.N. dan Muhtadi, A. 2015. Beberapa tumbuhan yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi. Farmaka, 14(2):28-40.

Luliana, S., Susanti, R., dan Agustina, E. 2017. Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak air herba ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan galur wistar yang diinduksi karagenan. Traditional Medicine Journal, 22(3):199-205.

Kuo, W.L., Liao, H.R., Chen, J.J. 2014. Biflavans, flavonoids and a dihydrochalcone from the stem wood of Muntingia calabura and their inhibitory activities on neutrophil pro-inflammatory responses. Molecules, 19: 20521–20535.

Mahmood, N.D., Nasir, N.L., Rofiee, M.S., Tohid, S.F., Ching, S.M., Teh L.K., Saleh, M.Z., and Zakaria, Z.A. 2014. Muntingia calabura: a review of its traditional uses, chemical properties, and pharmacological observations. Pharmaceutical Biology, 52(12):1598-1623.

Mansjoer, S. 1997. Efek antiradang minyak atsiri temu putih (Curcuma zeddoria Rosc) terhadap udem buatan pada tikus utih betina jaur wistar. Majalah Farmasi Indonesia, 8:35-41.

Mauliandani, N., Lukmayani, Y., Sadiyah, E.R. 2017. Isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dari herba bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Prosiding Seminar Penelitian Sivitas Akademika Unisba, 15-16 Agustus 2016, Universitas Islam Bandung.

Nurdin, A., Priyanto, dan Rini, P. 2016. Antiinflamasi topikal ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan parameter penurunan jumlah leukosit dan monosit pada tikus putih jantan. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Sarimanah, J., Adnyana, K., Yulinah, E., dan Kurniati, N.F. 2015. Anti inflammatory activities of unripe, ripe Muntingia calabura L. fruits and Muntingia calabura L. leaves in wistar white rat. Proceedings The 1st University Research Colloquium (URECOL), 24 Januari 2014, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sukmawati, Yuliete, dan Hardani, R. 2015. Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun pisang ambon (Musa paradisiaca L.) terhadap tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi karagenan. Jurnal Farmasi Galenika, 1(2):126-132.

Sulistia, G. dan Freedy, W.P. 2016. Analgesik-Antipiretik Analgesik Antiinflamasi Nonsteroid dan Obat Gangguan Sendi Lainnya. Dalam: Gan, S.G. Farmakologi dan Terapi. Edisi 6. Jakarta: FKUI.

Yanti, M. 2014. Isolasi dan identifikasi senyawa alkaloid dalam ekstrak daun sirsak hutan (Annoa glabra). Skripsi. Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor.

Yusof, M.I.M., Salleh, M.Z., Kek, T.L., Ahmat, N., Azmin, N.F.N., and Zakaria, Z.A. 2013. Activity guided isolation of bioactive constituents with antinociceptive activity from Muntingia calabura L. leaves using the formalin test. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2013:Article ID 715074.

Zaini, M., Biworo, A., dan Anwar, K. 2016. Uji efek antiinflamasi ekstrak etanol herba lampasau (Diplazium esculentum Swartz) terhadap mencit jantan yang diinduksi karagenin-Λ. Jurnal Pharmascience, 3(2):119-130.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.3888

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X