PENGARUH BASIS SALEP TERHADAP SIFAT FISIK DAN IRITASI PRIMER EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roxb)

Iskandar Soedirman, Ika Yuni Astuti, Kristanti Kristanti

Abstract


Abstrak

Pemilihan dasar salep untuk sediaan topical sangat berpengaruh terhadap sifat terapeutik. Pembuatan salep yang mengandung ekstrak bahan alam masih belum banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh basis salep terhadap sifat fisik dan iritasi primer ekstrak jahe. Pada penelitian ini dibuat dalam tiga basis adalah basis salep hidrokarbon, basis salep emulsi dan basis salep larut dalam air. Semua formula mengandung ekstrak etanol jahe 3%. Terhadap ketiga basis salep dilakukan uji organoleptis, uji homogenitas, uji kelengketan, uji daya menyebar dan uji iritasi primer. Metode analisis terhadap uji homogenitas, uji kelengketan dan uji daya menyebar dilakukan dengan analisis deskriptif, sedangkan uji iritasi primer dianalisis dengan menggunakan uji statistic satu arah. Hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa ketiga basis salep mempunyai pengaruh yang berbeda dalam mengiritasi kulit. Indek iritasi yang palingbesar berturut-turut adalah basis salep larut dalam air, basis salep hidrokarbon dan basis salep emulsi.

Kata kunci: ekstrak jahe, basis salep, iritasi primer


Abstract

The choice of ointment bases for topical dosage from are very influence on therapeutic effect. Ointment formulated which are content natural extract are still less. The reseach abaut the influence of ointment bases on physical property and primary irritation ginger ethanolic extract (Zingiber officinale Roxb). The aim of the reseach were to know the influence of ointment base on physical property and primary irritation effect. In this research maked hidrokarbon base, emulsion base and water soluble base. All formulation content ginger ethanolic extract (Zingiber officinale Roxb) of 3%. On ointment to the organoleptic test, homogeneity test, adhesive test and the area of spread test with description analysis, while primary irritation test be analyzed use statistic one way anova test. The result of the research be gotten show that third ointment bases have different influence to skin irritation . The biggest irritation index in succession is ointment water soluble base, hydrocarbon base and emulsion base.

Key word: ginger extract, ointment base, primary irritation

References


Ansel, H.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi (Terjemahan). Farida Ibrahim, Edisi IV. Jakarta, UI Press,Hal 502, 503, 505, 506, 605.

Anief, M. 2000. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press,Hal 111.

Anonim, 2004, Khasiat dan Manfaat Jahe Merah Si Rimpang Ajaib, Tim Lentera, Cetakan kedua, Agro Medika Pustaka, Jakarta, Hal. 3,4, 8, 9, 11, 13, 52.

Depkes RI. 1978. Materia Medika Indonesia, Jilid II. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 334.

, 1979. Farmakope Indonesia, Edisi III. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 9, 504, 506.

, 1985. Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 37.

, 1986. Sediaan Galenika. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 2, 3, 5, 7, 10, 11.

, 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 5.

, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 1, 5, 12, 13, 14, 37.

, 2004. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Volume I. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Hal 14, 16.

Hendradi, dkk. 2000.Formulasi Sediaan Topikal Dari Perasan Rimpang Zingiber Officinale Rosc Dengan Menggunakan Beberapa Basis Salep.Med. Eksakta, Vol. 1 No 1 April 2000: 68-67

Lachman. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri (Terjemahan) Jilid II. Jakarta: Universitas Indonesia.Hal 1995, 1096, 1112, 1119.

Loomis, T. A. 1978. Toksikologi dasar. Terjemahan oleh Dunatus, 1 A. Edisi ketiga. Yogyakarta, IKIP Semarang Press.

Lu, C. 1995. Toksikologi Dasar, Asas,Organ Sasaran, dan Penelitian Risiko, (Terjemahan) oleh Nugroho, E. Edisi kedua. Jakarta, Universitas Indonesia Press.

OEDC. 2002. Acute Toxicity: Dermal Irritasion/ Corrotion. http://www.oedc1.org.ehs/test/monos.htm. Diakses 19 Maret 2005.

Rismunandar. 1988. Rempah-Rempah. Bandung. Sinar Baru, Hal 13, 14, 17, 19, 20, 21.

Rowe, R.C., Sheskey, P.J., and Weller, P.J. 2003. Handbook of Pharmaceutical Exipiens. Washington, page, Pharmaceutical Press and American Pharmaceutical Association.Hal 9, 130, 131, 421, 454, 455, 568, 569.

Sari, Retno. Dkk.2005. Pengembangan Formula Sediaan Gel Antiseptik Tangan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn). Majalah Farmasi Airlangga, Vol .5 No 3, Desenber 2005.

Sprowls, J.B. 1996. American Pharmacy, An Introduction to Pharmaceutical and Dosage Forms, Sixth Edition. Philadelphia, Toronto. Lipincot Company.Hal 230, 334.

Voight, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi (Terjemahan) Noerono .S, Edisi V. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press, Hal 160, 161, 171, 173, 202, 204, 223, 809, 810.

Wasitaatmadja, S. M. 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta, UI press. Hal: 22, 24.


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.401

ISSN: 2579-910X