ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN PADA RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) SECARA M SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET VISIBEL

Wiranti sri Rahayu, Dwi Hartanti, Agus Mulyono

Abstract


Abstrak

Metode spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk menetapkan kadar organoklorin dalam rimpang kunyit. Metode ini dididasarkan pada pembentukan kompleks antara merkuri ion (II) tiosianat dan besi (III) dan diamati absorbansinya pada panjang gelombang 455,5 nm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penetapan kadar organoklorin dalam rimpang kunyit dan validasi metode analisis spektrofotometri UV-Vis.
Dari hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata organoklorin sebesar 461,3 ppm. Hasil validasi metode analisis yang dilakukan didapatkan harga standar deviasi (SD), koefisien variasi, dan ketelitian alat pada uji presisi alat masing-masing sebesar 2,4835.10-3, 0,778% dan 99,922%. Harga persen perolehan kembali (recovery) rata-rata dan kesalahan sistematik masing-masing sebesar 109,662% dan 9,662%. Sedangkan pada uji linearitas didapatkan persamaan kurva baku y= 0,00345x + 0,127 dengan nilai r adalah 0,9855. Limit deteksi dan kuantitasi diperoleh harga sebesar 21,565 ppm dan 71,884 ppm.

Kata kunci: organoklorin, rimpang kunyit, spektrofotometri UV-Vis


Abstract

Ultraviolet-visible spectrophotometry can be used for determination of organochlorin in turmeric rhizome. This method is based on its complex formation between iron (III) dan thiocyanate ions and the absorption was monitored at 455.5 nm. The aim of this research is to know the validity of UV-Vis spectyrophotometry methods to determinate in turmeric rhizome.
The result of analysis was mean organochlorin content in turmeric rhizome is 461.3 ppm. Result of validation analysis standard deviation (SD), coefficient variation (CV) and correctness of appliance at precesion test appliance are 2.4835.10-3, 0.778% and 99.9922% respectively. Method accuration test are recovery and systematically error are 108.984% and 8.984% respectively. For linearity test the equation of standard curve linear regression y=0.00345x + 0.127. Limit detection and limit quantitation are 21.565 ppm and 71.884 ppm respectively.

Keywords: organochlorin, turmeric rhizome, spektrophotometry UV-Vis.

References


Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi tiga, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

(BPOM) Badan Pengawasan Obat dan Makanan, 2004, Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Volume ke-1, Jakarta

Harmita, 2004, Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya, Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. I., No. 3: Jakarta

Mulja, M. & Suharman, 1995, Analisis Instrumental, Surabaya: Erlangga University Press

Rahardjo, M dan Otih R., 2005, Budidaya Tanaman Temulawak, http://www.balitro.go.id (29 Maret 2008)

Sa’id, EG., 1994, Dampak Negatif Pestisida, Sebuah catatan Bagi kita

Sudarmo, S, 1990, Pestisida, Kanisius, Yogyakarta.

Sudarsono, 1996, Tumbuhan Obat, Pusat Penelitian Obat Tradisional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Sofia D, 2001, Pengaruh Pestisida Dalam Lingkungan Pertanian, Bandung http://www.sumutprov.go.id/download.php. (15 September 2008)

Wiryawan KG, 2005, Kajian Anti Bakteri Temulawak, Jahe dan Bawang Putih Terhadap Salmonella Typhimurium Serta Pengaruh Bawang Putih Terhadap Performans dan Respon Imun Ayam, Pedaging, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB, Bogor


Full Text: ##PDF##

DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.403

ISSN: 2579-910X